Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin

Rabu, 14 April 2021 09:44
Ramadan, Pemkab Gratiskan Air Bersih ke Masjid dan Musala

Rabu, 14 April 2021 09:43
Trauma Angin Kencang, Warga Kuansing Cemas Setiap Hujan Deras

Selasa, 13 April 2021 23:23
Gedung KUA Rambah Berbasis SBSN Diresmikan, 2 KUA Lagi Menyusul Dibangun


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 5 Maret 2021 17:10
Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Polda Riau Sita 40 Kg Sabu dan 50.000 Butir Ekstasi

Jajaran Polda Riau berhasil ungkap jarinan narkoba internasional. Polisi jua berhasil menyita 40 kilogram narkoba jenis sabu dan 50.000 butir ekstasi asal Malaysia.

Riauterkini - PEKANBARU - 40 kilogram narkoba jenis sabu dan 50.000 butir ekstasi asal Malaysia berhasil disita Kepolisian Daerah Riau. Narkoba ini didapat dari tangan salah satu diantara lima pelaku yang juga diringkus petugas.

Jaringan internasional ini berhasil dibongkar di wilayah Tenggayun dan Desa Api-Api atau Sepahat Kabupaten Bengkalis pada Senin (01/03/21) lalu.

Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi kepada wartawan, Jumat (05/03/21) menjelaskan jaringan narkoba ini terungkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan terkait adanya info aksi penyelundupan barang haram tersebut di wilayah Bengkalis. Dari penyelidikan tersebut petugas akhirnya mendapat petunjuk beberapa nama dan bagaimana cara narkotika jenis sabu tersebut masuk ke wilayah Indonesia.

"Kita butuh waktu empat hari untuk melakukan penyelidikan, tim juga telah kita siapkan di wilayah pantai Jangkang kala itu," terangnya.

Ungkap Agung, para pelaku sempat mengetahui adanya pengintaian yang dilakukan petugas. Sehingga saat hendak disergap para melarikan diri dari tepian pantai di wilayah Bengkalis itu. Pelaku kabur menuju hutan rawa di Tenggayun dan petugas kehilangan jejak.

Namun setelah 3 jam melakukan pencarian,petugas akhirnya berhasil menangkap RS dan NZ. "Dari keterangan mereka diketahui benar terdapat narkoba yang akan diselundupkan. Namun barang bukti tidak ada pada dua orang ini," katanya.

Kemudian, petugas lantas melakukan pengembangan dan berhasil meringkus pelaku lain yakni SAI dan Ed. Tak lama HR juga turut dicokok petugas.

"Narkoba ini kita dapati dari tangan HR. HR sendiri menjemput narkoba itu bersama YS dan SP yang berhasil melarikan diri," paparnya.

HR menerangkan aksi penyelundupan narkoba ini dikendalikan oleh BU (DPO) dan ED (DPO). "HR sudah tiga kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia. Ia diupah Rp4 juta dalam sekali aksi. Selain uang Ia juga mendapatkan bagian narkoba dari ED alias TK," terang Agung.

Untuk melancarkan aksi penyelundupan itu, ED alias TK menyewa RS, NX, SAI, Ed untuk menjadi mata-mata (sapu air). Mereka dijanjikan sejumlah uang jika narkoba itu sampai ke tangan pembeli.

Untuk diketahui dalam pembongkaran jaringan narkoba ini polisi berhasil menyita 40 bungkus narkoba seberat 40 kilogram, 10 bungkus pil ekstasi dengan jumlah mencapai 50 ribu butir, 3 buah handphone, 2 tas plastik, serta 1 unit sepeda motor.

Sementara untuk pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 20 tahun.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Rambu-rambu Tol Trans Sumatera di Pinggir Bengkalis Dicuri
- Ada Putusan MA, Mexsasai Minta KSP Lebih Cermat Sikapi Kasus Gondai
- Kecelakaan Maut di Depan Masjid Agung Teluk Kuantan Tewas Seorang Pemotor
- Kotban Tabrak Lari, Pemotor di Pekanbaru Tewas Terlindas Truk
- Ops Keselamatan Lancang Kuning 2021, Kapolres Rohul Pesankan ini ke Masyarakat
- Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai
- Diduga Tenggak Miras Oplosan Buruh Bangunan di Kampar Meregang Nyawa
- Satu Pelaku Narkoba di Sungai Laut, Inhil Diringkus Polisi
- Maling Sepeda Motor di Mandau Ditangkap Warga
- Geruduk Kejati Riau, AMMK Kembali Minta Segera Tetapkan Indra Gunawan Sebagai Tersangka
- Minta Dugaan Penggelapan Dana UPP diusut Hingga Tuntas, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Pekanbaru
- Polres Rohul Dalami Dugaan Penimbunan BBM Premium di Desa Rambah Tengah Utara
- Esepsi Ditolak, Yan Prana Bakal Dituntut di Perkara Korupsi
- Spanduk Hujat Kajari Kuansing Berserak di Empat Lokasi
- Razia Ruang Tahanan, Petugas Sita Barang-barang Ancam Keamanan di Lapas Bengkalis
- Kalah Prapid Tersangkakan Pejabat, Muncul Spanduk Usir Kajari Kuansing
- Rusuh Penertiban Galian C di Kampar, Dua Mobil Dibakar dan Dua Ditenggelamkan
- Tiga Tersangka Narkoba Ditangkap Polres Bengkalis di Duri
- 6 Bulan Terakhir, Tiga Perwira Polda Riau Terlibat Kasus Narkoba
- Terlibat Narkoba, Ketua Partai Gerindra Bengkalis Diamankan Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com