Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 11 April 2021 17:49
Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai

Ahad, 11 April 2021 16:44
Kadis LHK Riau Panen Madu Kelulut Bersama Masyarakat Kampar

Ahad, 11 April 2021 16:30
Dihadiri Menteri Sandiaga Uno,
Malam ini Dispar Riau Luncurkan Aplikasi Jemari dan Kalender Pariwisata 2021


Ahad, 11 April 2021 14:51
Penegakan Prokes Polsek Kerumutan tak Kenal Hari Libur

Ahad, 11 April 2021 14:44
Polsubsektor Pelalawan Pantau Prokes Jalan Koridor PT RAPP

Ahad, 11 April 2021 14:41
Angin Kencang di Kuansing Terbangkan Atap Rumah dan Tumbangkan Pohon

Ahad, 11 April 2021 14:38
Sambut Ramadhan 1442 H, Pemkab Meranti Gelar Zikir Akbar dan Sholat Subuh Berjamaah

Ahad, 11 April 2021 14:37
Polsek Pangkalan Kuras Tingkatkan Patroli Jalan Raya

Ahad, 11 April 2021 14:28
Polsek Langgam Fokus Patroli C3 dan Prokes

Ahad, 11 April 2021 14:22
Ciptakan Pemuda Modern, Bung Ade Siap Pimpin DPD KNPI Rokan Hulu


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 6 April 2021 17:18
PH Hendra, AP Ingatkan Kajari Kuansing Tak Asal Keluarkan Sprindik

Pengacara Hendra, AP tanggapi niat Kajari Kuansing menerbitkan sprindik baru terkait kasus SPJ fiktif. Menurutnya sah jika sesuai SOP dan peraturan berlaku.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Penasehat Hukum Hendra, AP ingatkan Kajari Kuansing, jangan asal keluarkan sprindik baru pasca putusan praperadilan oleh PN Telukkuantan, terkait dugaan penyimpangan SPPD fiktif yang dinyatakan tidak terbukti secara hukum.

Kajari Kuansing, melalui media massa menyatakan setelah petikan putusan hakim diterima oleh Kajari Kuansing maka pihaknya akan menerbitkan sprindik baru terkait kasus SPJ fiktif BPKAD tahun 2019.

Menanggapi pernyataan Kajari Kuansing itu, penasehat hukum Hendra, AP Rizki Poliang, SH. MH menyampaikan bahwa itu menurutnya sah-sah saja sepanjang pihak kejari kuansing melakukannya sesuai dengan SOP dan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku.

"Kalau boleh saya menyarankan, sebelum Kajari kuansing mengeluarkan sprindik baru ada baiknya Kajari kuansing mematangkan pemahamannya terkait penegakan hukum tindak pidana korupsi secara utuh, jangan setengah-setengah dan ingat harus objektif bukan subjektif," ucapnya Selasa (6/4/2021).

  Kemudian atas kemenangan putusan praperadilan, dengan jujur Rizki Poliang, menyampaikan rasa bangganya. Namun, rasa itu tidaklah sebesar rasa kecewanya terhadap rekan-rekan di kejaksaan negeri Kuansing.

"Kami kecewa terhadap kinerja Kejaksaan negeri Kuantan Singingi yang di pimpin oleh seorang kepala kejaksaan negeri berprestasi terbaik nomor 1 (satu) se Riau dan nomor 3 (tiga) se Indonesia dalam hal penanganan tindak pidana korupsi," ungkapnya.

Menurutnya, torehan prestasi tersebut hari ini telah diuji, dalam tempo waktu berdekatan Kejari Kuansing kalah dalam praperadilan yang menandakan lemahnya pemahaman hukum yang dimiliki.

"Itu sangat kami sayangkan, bagaimana tidak, kualitas penanganan perkara yang dilakukan berbanding terbalik dengan prestasi yang diperoleh. Inilah karakter penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejari Kuansing," sesalnya.

"Saya kira, menjadi wajar apabila klien kami menilai adanya "kedzoliman" dalam penanganan kasus ini, terlebih dalam perkara yang disangkakan terhadap klien kami tidak ada kerugian negara dari hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Riau," ungkapnya.

Terkait pengembalian yang diajukan dalam persidangan, Rizki menyebutkan,  tidak ada dasarnya, beberapa saksi hanya diminta untuk membuat rakapitulasi internal, bukan saran dari BPK RI atau lembaga pemeriksa kerugian negara yang berwenang.

Selanjutnya, apabila menurutnya Tim penyidik kejaksaan negeri Kuantan Singingi melakukan penetapan tersangka kembali terhadap kliennya, ia minta Kepala Kejaksaan Tinggi Riau, menarik perkara ini ke Kejaksaan Tinggi agar perkara kliennya terang benderang dan tidak adanya dugaan pemaksaan untuk ditetapkan tersangka lagi terhadap penanganan ini.

Lebih lanjut ia minta kepada Jaksa Agung Republik Indonesia untuk melakukan evaluasi atas kinerja di kejaksaan Negeri Kuantan singingi, tidak saja evaluasi kepangkatan struktural akan tetapi juga dilakukan evaluasi psikologis.

Terakhir selaku Penasehat Hukum, Rizki Poliang, menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kuansing, bebasnya Hendra AP telah melalui uji formil dalam instrumen praperadilan, sehingga terbukanya tabir bagaimana proses penegakan hukum selama ini  digaungkan dengan lantang dengan bahasa "koruptor musuh kita bersama" ternyata tidak sepenuhnya di landasi pemahaman yang utuh tentang "law enforcement," terang Rizki Poliang.

"Kalau semua pemegang kewenangan dianggap benar, tidak boleh dimusuhi, harus disanjung, tidak boleh di ingatkan/ditegur, lantas mengapa harus ada yang namanya abuse of power (penyalahgunaan wewenang), semoga menjadi bahan refleksi kita bersama," kata Rizki.

Atas putusan praperadilan yang ditetapkan, Rizki Poliang, mengucapkan terimakasih serta penghormatan yang setinggi-tingginya kepada pengadilan negeri Telukkuantan, telah memeriksa perkara secara seksama hingga diputuskan secara adil dan bijaksana.

  "PN Telukkuantan, melalui putusannya membuktikan bahwa kesewenang-wenangan itu sangat mungkin terjadi pada institusi penegakan hukum itu sendiri. Hal itu terbukti dengan dinyatakannya penetapan tersangka terhadap Hendra AP, M.Si cacat hukum/tidak sah," pungkas Rizki.* (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai
- Diduga Tenggak Miras Oplosan Buruh Bangunan di Kampar Meregang Nyawa
- Satu Pelaku Narkoba di Sungai Laut, Inhil Diringkus Polisi
- Maling Sepeda Motor di Mandau Ditangkap Warga
- Geruduk Kejati Riau, AMMK Kembali Minta Segera Tetapkan Indra Gunawan Sebagai Tersangka
- Minta Dugaan Penggelapan Dana UPP diusut Hingga Tuntas, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Pekanbaru
- Polres Rohul Dalami Dugaan Penimbunan BBM Premium di Desa Rambah Tengah Utara
- Esepsi Ditolak, Yan Prana Bakal Dituntut di Perkara Korupsi
- Spanduk Hujat Kajari Kuansing Berserak di Empat Lokasi
- Razia Ruang Tahanan, Petugas Sita Barang-barang Ancam Keamanan di Lapas Bengkalis
- Kalah Prapid Tersangkakan Pejabat, Muncul Spanduk Usir Kajari Kuansing
- Rusuh Penertiban Galian C di Kampar, Dua Mobil Dibakar dan Dua Ditenggelamkan
- Tiga Tersangka Narkoba Ditangkap Polres Bengkalis di Duri
- 6 Bulan Terakhir, Tiga Perwira Polda Riau Terlibat Kasus Narkoba
- Terlibat Narkoba, Ketua Partai Gerindra Bengkalis Diamankan Polisi
- Jelang Ramadhan, Satpol PP Kuansing Jaring 4 Pasangan Mesum di Hotel
- PSU, Anggaran Pengamanan Kodim 0302 Dititipkan Pada Satpol PP Inhu
- Polda Riau Bongkar Dua Sindikat Narkoba, 18 Kilogram Sabu Diamankan
- Gunakan Narkoba, Mantan Kasat Narkoba Pekanbaru Ditetapkan Sebagai Tersangka
- PH Hendra, AP Ingatkan Kajari Kuansing Tak Asal Keluarkan Sprindik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com