Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 14 April 2021 22:51
Tingkatkan Kinerja, Pola Pembinaan Personel Polri Harus Tepat

Rabu, 14 April 2021 22:04
Ramadan, Lapas Bengkalis Taja Pesantren Kilat

Rabu, 14 April 2021 19:30
Tim Yustisi Gabungan Jaring 40 Warga pak Pakai Masker di Ujung Batu

Rabu, 14 April 2021 15:40
Personel Polsek Pangkalan Kerinci Sasar Tempat Rawan Kriminalitas

Rabu, 14 April 2021 15:34
Polsek Kerumutan Ingatkan Warga Tetap Patuhi Prokes Selama Ramadhan

Rabu, 14 April 2021 15:25
Tekan Kriminalitas, Polsek Pangkalan Lesung Gencar Lakukan Patroli C3

Rabu, 14 April 2021 15:17
Polsek Kuala Kampar Beri Teguran Pelanggar Prokes

Rabu, 14 April 2021 15:08
Polsek Teluk Meranti dan TNI Gelar Operasi Yustisi Lintas Bono

Rabu, 14 April 2021 15:00
Pulau Bengkalis Sulit BBM, Pemkab Bengkalis Warning SPBU

Rabu, 14 April 2021 10:19
Awal Ramadan, Masyarakat Pulau Bengkalis Hajab Cari Bensin


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 8 April 2021 19:09
Minta Dugaan Penggelapan Dana UPP diusut Hingga Tuntas, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Pekanbaru

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Intelektual Pemuda Riau gelar aksi di depan kantor gubernur. Aksi menuntut dugaan penggelapan dana kampus UPP diusut tuntas.

Riauterkini - PEKANBARU - Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Forum Intelektual Pemuda Riau menggelar aksi di bilangan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan kantor Gubernur Riau, Kamis (08/04/21). Dalam aksinya massa meminta pihak berwajib mengusut tuntas dugaan penggelapan dana kampus Universitas Pasir Pengaraian (UPP).

Mutaqim Nasri selaku Koordinator Umum Aksi menjelaskan aksi ini merupakan buntut dari keprihatinan mereka atas dugaan kasus yang menimpa dunia pendidikan di Rokan Hulu. Dimana dugaan penggelapan itu diduga dilakukan oleh salah satu calon Bupati Rokan Hulu yang saat ini tengah mengikuti kontestasi Pilkada tersebut.

"Walaupun pengadilan belum menetapkan mereka bersalah, kita minta kasus dugaan penggelapan ini diusut hingga ke akar-akarnya," terangnya.

Taqim menjelaskan, aksi yang berjalan kurang lebih 1 jam ini juga sebagai bentuk salah satu aspirasi sebagian masyarakat Rokan Hulu yang ingin kasus ini diusut secara gamblang bahkan juga secara tuntas.

"Ini sedikit gambaran agar masyarakat Rokan Hulu lebih jeli dalam memilih pemimpin yang berintegritas," katanya.

Dugaannya uang tersebut digunakan untuk pribadi dan ikut dalam sebuah proyek. "Informasinya sejumlah nama sudah di panggil Ditreskrimum Polda Riau. Kita yakin Kapolda Riau mampu menuntaskan masalah ini," tuturnya.

Sebagai pengingat, beberapa waktu lalu Polda Riau telah mengundang beberapa pihak untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan penggelapan dana UPP tersebut.

Mereka adalah Ketua Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH) HS dan AA selaku bendahara YPRH

"Hari ini Ketua Yayasan, HS kita periksa. Dia penuhi undangan kita (datang)," ujar Direktur Ditreskrimum Polda Riau, Kombes Teddy Ristiawan pada Jumat (26/03/21) lalu.

Pemeriksaan terhadap HS sendiri menyusul setelah penyidik Polda Riau melakukan pemeriksaan terhadap AA pada Selasa (23/03/21) lalu.

Dikatakan Teddy, saat diperiksa AA menjelaskan bahwa awalnya uang kas tersebut akan digunakan untuk ikut proyek pembangunan jalan. Dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang nantinya akan menambah uang kas yayasan.

Sementara, November 2019 Rektor UPP meminta dana yayasan untuk operasional universitas. Tapi pihak bendahara mengatakan bahwa dana kas tidak ada alias kosong.

"Jadi kala itu, proses belajar-mengajar pun pakai dana talangan pihak lain," terang Teddy.

"Apa yang dilakukan sudah sepengetahuan dan atas izin pimpinan. Ini masih kita dalami apakah ada keterlibatan ketua yayasan yang kita undang hari ini," tambahnya.

Selain itu, Polda Riau sebelumnya juga telah memintai keterangan terhadap sejumlah orang dalam dugaan kasus penggelapan yang masih dalam tahap penyelidikan ini. Seperti pelapor, mantan rektor, rektor I dan II.

Jelasnya, kasus ini sendiri sebelumnya diadukan oleh aliansi mahasiswa dan alumni Universitas Pasir Pangaraian pada 22 Desember 2020 lalu.

"Waktu itu laporan masuk ke Polda ke Ditreskrimsus. Setelah penyelidikan awal, ternyata masuk ranah Reskrimum," bebernya.

Dalam laporan itu, mahasiswa dan alumni mengadukan terkait penggelapan dalam jabatan dana yayasan. Diduga dilakukan oleh ketua yayasan dan bendarhara dalam kurun waktu 2017-2020 dengan kerugian Rp 6,5 miliar.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tim Yustisi Gabungan Jaring 40 Warga pak Pakai Masker di Ujung Batu
- Rambu-rambu Tol Trans Sumatera di Pinggir Bengkalis Dicuri
- Ada Putusan MA, Mexsasai Minta KSP Lebih Cermat Sikapi Kasus Gondai
- Kecelakaan Maut di Depan Masjid Agung Teluk Kuantan Tewas Seorang Pemotor
- Kotban Tabrak Lari, Pemotor di Pekanbaru Tewas Terlindas Truk
- Ops Keselamatan Lancang Kuning 2021, Kapolres Rohul Pesankan ini ke Masyarakat
- Surati Panglima TNI dan Kapolri, KSP Minta Lindungi Petani Gondai
- Diduga Tenggak Miras Oplosan Buruh Bangunan di Kampar Meregang Nyawa
- Satu Pelaku Narkoba di Sungai Laut, Inhil Diringkus Polisi
- Maling Sepeda Motor di Mandau Ditangkap Warga
- Geruduk Kejati Riau, AMMK Kembali Minta Segera Tetapkan Indra Gunawan Sebagai Tersangka
- Minta Dugaan Penggelapan Dana UPP diusut Hingga Tuntas, Sejumlah Mahasiswa Gelar Aksi di Pekanbaru
- Polres Rohul Dalami Dugaan Penimbunan BBM Premium di Desa Rambah Tengah Utara
- Esepsi Ditolak, Yan Prana Bakal Dituntut di Perkara Korupsi
- Spanduk Hujat Kajari Kuansing Berserak di Empat Lokasi
- Razia Ruang Tahanan, Petugas Sita Barang-barang Ancam Keamanan di Lapas Bengkalis
- Kalah Prapid Tersangkakan Pejabat, Muncul Spanduk Usir Kajari Kuansing
- Rusuh Penertiban Galian C di Kampar, Dua Mobil Dibakar dan Dua Ditenggelamkan
- Tiga Tersangka Narkoba Ditangkap Polres Bengkalis di Duri
- 6 Bulan Terakhir, Tiga Perwira Polda Riau Terlibat Kasus Narkoba


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com