Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 17 Juni 2021 20:50
Hari Ketiga, TNI-AU dan USPACAF Amerika Mulai Latihan Manuver Udara

Kamis, 17 Juni 2021 20:05
Dikabarkan 5 Korban Jiwa Dalam Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo

Kamis, 17 Juni 2021 19:54
Update Covid-19, Positif 332. Sembuh 340, Meninggal 15

Kamis, 17 Juni 2021 19:51
Disaksikan Wagubri, BSN RI dan Unilak Teken MoU Peningkatan Standarisasi Produk

Kamis, 17 Juni 2021 18:38
Anggota Komisi IX DPR RI Saksikan Langsung Vaksinasi di Riau

Kamis, 17 Juni 2021 17:29
Dinas PUPR Rohul Rangkul Perusahaan untuk Bangun Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Kamis, 17 Juni 2021 17:13
Polisi Awasi Prokes Warga Dipelabuhan Penyalai

Kamis, 17 Juni 2021 17:09
Disiplin Warga, Polsek Ukui Rutin Razia Prokes

Kamis, 17 Juni 2021 17:01
Polsek Pangkalan Lesung Kawal Vaksinasi Warga

Kamis, 17 Juni 2021 16:55
Polsek Bunut Minta Warga Lapor Jika Ada Pungli


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Juni 2021 16:53
Polisi Pastikan Belum Ada Tersangka Dalam Laporan KDRT Suami Istri di Kampar

Jajaran Polsek Tambang mengaku belu menetapkan dala laporan KDRT di Desa Terantang. Polisi belum menemukan bukti-bukti terkait penganiayaan.

Riauterkini - PEKANBARU - Laporan dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh korban Ida Riyani ke Polsek Tambang terhadap suaminya Herma Yalis masih diselidiki. Sebab, polisi belum mendapatkan bukti-bukti terkait dugaan penganiayaan yang diklaim oleh Ida.

Peristiwa yang dilaporkan itu terjadi di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat itu, korban berada di kebun sawit, kemudian datang terlapor bersama adiknya. Di sana, korban mengaku dianiaya oleh Herma Yalis dan adiknya lalu melapor ke Polsek Tambang.

"Belum ada tersangka. Baru dimulai penyelidikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambang Ipda Melvin Sinaga saat dihubungi wartawan, Rabu (09/06/21).

Melvin menyebutkan, pihaknya telah memeriksa 3 saksi dari pihak pelapor yakni Ida. Polisi juga akan melayangkan surat panggilan ke terlapor Herma untuk mendapatkan keterangannya.

"Terlapor belum diperiksa. Kita mulai dulu, penyelidikan terlebih dahulu, kita akan memeriksa saksi-saksi dan terlapor," katanya. 

Dalam laporannya, Ida Riyani (39) warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Ida mengaku dianiaya oleh suaminya. Bahkan, korban mengaku diancam dibunuh agar semua harta jatuh ke tangan suaminya. Sehingga, Ida melaporkan suaminya ke Polsek Tambang. Kedua suami istri itu sedang menghadapi perkara perceraian.

Idariyani menyebutkan, dia diduga dianiaya sang suami pada Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 17.45 WIB.

"Saya waktu itu sedang panen sawit terus dia datang ke kebun sama saudaranya empat orang dan satu anak kami yang paling tua. Dia marah ke saya kenapa sawit masih dipanen, padahal kebun ini milik orangtua saya," ujar Idariyani, Sabtu (5/6) lalu kepada wartawan. 

Korban mengaku dianiaya mantan suami dan adiknya. Dalam keterangannya, korban saat di kebun itu, suaminya sedang marah, korban memvideokannya. Korban menuding pelaku menyuruh adiknya untuk merampas handphone dan dibuang ke sungai.

"Saya berusaha merebut handphone, tapi saya dipegang sama dia (suami). Leher saya dicekiknya. Adiknya juga ikut mencekik dan menindih tubuh saya hingga saya susah bernapas," kata Ida.

Sementara itu, pengacara Herma Yalis, Fery Adi Pransista SH membantah semua tudingan Ida. Dia menegaskan, semua yang diceritakan Ida merupakan cerita rekayasa dan halusinasi. 

"Saat di kebun sawit itu, tidak ada penganiayaan, tidak ada perampasan Handphone. Kami meyakini, tudingan dia (Ida) itu rekayasa," kata Fery, dari Kantor Hukum Asep Ruhiat, SAg SH MH.

Fery menyebutkan, pengakuan Ida justru sebuah fitnah dan pencemaran nama baik terhadap kliennya. Dia menyayangkan tudingan tersebut. 

"Boleh ditanya ke anak kandungnya yang berada di lokasi. Dia saksi kuncinya, justru anaknya menyanpaikan tidak ada penganiayan, apalagi mencekik seperti yang dituduhkan," tegas Fery.

Anak kandung Ida, M Bryan mengatakan hal yang senada. Dia yang berada di lokasi saat kejadian tidak melihat adanya kontak fisik antara ayahnya dengan sang ibu.

"Saya dan ayah ke kebun itu sekitar jam 6 sore. Karena kami menyangka ada yang maling sawit. Saat sampai, sudah ada ibuk di sana, dan ibuk langsung menyerang ayah. Jadi tidak ada benar kalau ayah yang menyerang. Malahan ayah yang menghindar saat diserang, lalu dilerai adiknya ayah," terangnya.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dikabarkan 5 Korban Jiwa Dalam Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo
- Diduga Arus Pendek Listrik, Api lalap Rumah Bulatan di Talang Muandau
- Lagi, JPU Bengkalis Tuntut Mati Tiga Kurir Sabu 29,8 Kg
- Dalam Sehari, Satreskrim Polres Rohul Tangkap 3 Penjual Nomor Togel
- Ratu Narkoba Pekanbaru Diringkus Polisi di Rumah Mewahnya
- Pergi Ngaji, Anak 12 Tahun di Bengkalis Ditemukan Tewas Mengenaskan
- Tiga Pengedar Sabu Diringkus Polres Kuansing
- Dua Pekerja Tewas dalam Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo
- Pabrik PT Sari Dumai Oleo Tebakar dan Diduga Menelan Korban Jiwa
- Tiga Pelaku Narkoba di Kecamatan Kempas dan Tempuling Diringkus Polisi
- Tiga Kurir Sabu di Bengkalis Dituntut Mati
- Pembunuhan Wanita Hamil di Kampar, Polisi Amankan Barang Bukti Baru
- Resahkan Masyarakat, Polres Bengkalis Gulung 29 Preman
- Salah Tangkap, Warga Pekanbaru Sempat Dirawat di RS Sansani
- Korupsi Jembatan Bangkinang, Manger PT Eika dan PPK Dituntut 6 Tahun Penjara
- Mati tak Wajar, Polisi Gali Makam Janda Asal Pelalawan di Sumut
- Ada Terduga Teroris, Kades Boncang Mahang Ngaku Tak Tahu
- Edarkan Sabu, Sepasang Kekasih di Duri Ditangkap Polisi
- Terduga Pelaku Pungli Truk CPO di Simpang SJI Diciduk Polres Rohul
- Setelah Mendapat Perawatan, Pesepeda Tertabrak Mobil Tewas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com