Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Juni 2021 08:52
Pimpin AMIP, Khalid Ardi Menang Aklamasi

Sabtu, 19 Juni 2021 20:41
F3 Agency Media Partner Dukung Program Bank Sampah di Pekanbaru

Sabtu, 19 Juni 2021 20:31
Binaan SKK Migas-PT CPI-STP Riau, Desa Wisata Kampung Patin Luncurkan Situs Web dan Mini Travel

Sabtu, 19 Juni 2021 19:04
Sejarah Sukiman-Indra Gunawan Menuju Bupati dan Wabup Rohul, Dua Kali Digugat ke MK

Sabtu, 19 Juni 2021 16:55
Tegakan Prokes, Aktivitas Warga di Pelabuhan Penyalai Dipantau

Sabtu, 19 Juni 2021 16:52
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Ukui Patroli Malam hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:45
Polsek Bunut Patroli C3 dan Sosialisasi Prokes Malam Hari

Sabtu, 19 Juni 2021 16:41
Polsek Teluk Meranti dan TNI Sosialisasikan Prokes di Pos PPKM

Sabtu, 19 Juni 2021 16:35
Polsek Pangkalan Lesung Lakukan Patroli C3

Sabtu, 19 Juni 2021 16:27
AMIP Ditantang Wujudkan Tiga Pilar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 9 Juni 2021 16:53
Polisi Pastikan Belum Ada Tersangka Dalam Laporan KDRT Suami Istri di Kampar

Jajaran Polsek Tambang mengaku belu menetapkan dala laporan KDRT di Desa Terantang. Polisi belum menemukan bukti-bukti terkait penganiayaan.

Riauterkini - PEKANBARU - Laporan dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh korban Ida Riyani ke Polsek Tambang terhadap suaminya Herma Yalis masih diselidiki. Sebab, polisi belum mendapatkan bukti-bukti terkait dugaan penganiayaan yang diklaim oleh Ida.

Peristiwa yang dilaporkan itu terjadi di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Saat itu, korban berada di kebun sawit, kemudian datang terlapor bersama adiknya. Di sana, korban mengaku dianiaya oleh Herma Yalis dan adiknya lalu melapor ke Polsek Tambang.

"Belum ada tersangka. Baru dimulai penyelidikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambang Ipda Melvin Sinaga saat dihubungi wartawan, Rabu (09/06/21).

Melvin menyebutkan, pihaknya telah memeriksa 3 saksi dari pihak pelapor yakni Ida. Polisi juga akan melayangkan surat panggilan ke terlapor Herma untuk mendapatkan keterangannya.

"Terlapor belum diperiksa. Kita mulai dulu, penyelidikan terlebih dahulu, kita akan memeriksa saksi-saksi dan terlapor," katanya. 

Dalam laporannya, Ida Riyani (39) warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Ida mengaku dianiaya oleh suaminya. Bahkan, korban mengaku diancam dibunuh agar semua harta jatuh ke tangan suaminya. Sehingga, Ida melaporkan suaminya ke Polsek Tambang. Kedua suami istri itu sedang menghadapi perkara perceraian.

Idariyani menyebutkan, dia diduga dianiaya sang suami pada Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 17.45 WIB.

"Saya waktu itu sedang panen sawit terus dia datang ke kebun sama saudaranya empat orang dan satu anak kami yang paling tua. Dia marah ke saya kenapa sawit masih dipanen, padahal kebun ini milik orangtua saya," ujar Idariyani, Sabtu (5/6) lalu kepada wartawan. 

Korban mengaku dianiaya mantan suami dan adiknya. Dalam keterangannya, korban saat di kebun itu, suaminya sedang marah, korban memvideokannya. Korban menuding pelaku menyuruh adiknya untuk merampas handphone dan dibuang ke sungai.

"Saya berusaha merebut handphone, tapi saya dipegang sama dia (suami). Leher saya dicekiknya. Adiknya juga ikut mencekik dan menindih tubuh saya hingga saya susah bernapas," kata Ida.

Sementara itu, pengacara Herma Yalis, Fery Adi Pransista SH membantah semua tudingan Ida. Dia menegaskan, semua yang diceritakan Ida merupakan cerita rekayasa dan halusinasi. 

"Saat di kebun sawit itu, tidak ada penganiayaan, tidak ada perampasan Handphone. Kami meyakini, tudingan dia (Ida) itu rekayasa," kata Fery, dari Kantor Hukum Asep Ruhiat, SAg SH MH.

Fery menyebutkan, pengakuan Ida justru sebuah fitnah dan pencemaran nama baik terhadap kliennya. Dia menyayangkan tudingan tersebut. 

"Boleh ditanya ke anak kandungnya yang berada di lokasi. Dia saksi kuncinya, justru anaknya menyanpaikan tidak ada penganiayan, apalagi mencekik seperti yang dituduhkan," tegas Fery.

Anak kandung Ida, M Bryan mengatakan hal yang senada. Dia yang berada di lokasi saat kejadian tidak melihat adanya kontak fisik antara ayahnya dengan sang ibu.

"Saya dan ayah ke kebun itu sekitar jam 6 sore. Karena kami menyangka ada yang maling sawit. Saat sampai, sudah ada ibuk di sana, dan ibuk langsung menyerang ayah. Jadi tidak ada benar kalau ayah yang menyerang. Malahan ayah yang menghindar saat diserang, lalu dilerai adiknya ayah," terangnya.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Senin, Kejati Riau Tindaklanjuti Laporan Bupati Kuansing Terkait Dugaan Pemerasan
- Dua Pelaku Narkoba Diamakan Polsek Plangiran, Inhil
- Datangi Polda Riau, Razman Nasution Heran Kasus Oknum BC Tembak H Permata Mandek
- Bantah Peras Bupati, Kajari Kuansing Justru Ngaku Ditawari Suap Rp1 Miliar
- Video Kompol Pukul Bripda Viral, Pelaku Diperiksa Propam Polda Riau
- Selain Bupati, Kepala BPKAD Non Aktif Juga Laporkan Kajari Kuansing ke Kejati Atas Dugaan Pemerasan
- Propam Polda Riau Amankan Perwira Polisi Terkait Janda Tewas di Aspol Pelalawan
- Mengaku Diperas Rp1.1 Miliar, Bupati Kuansing Laporkan Kajari ke Kejati Riau
- Diduga Arus Pendek Listrik, Api lalap Rumah Bulatan di Talang Muandau
- Lagi, JPU Bengkalis Tuntut Mati Tiga Kurir Sabu 29,8 Kg
- Dalam Sehari, Satreskrim Polres Rohul Tangkap 3 Penjual Nomor Togel
- Ratu Narkoba Pekanbaru Diringkus Polisi di Rumah Mewahnya
- Pergi Ngaji, Anak 12 Tahun di Bengkalis Ditemukan Tewas Mengenaskan
- Tiga Pengedar Sabu Diringkus Polres Kuansing
- Pabrik PT Sari Dumai Oleo Tebakar dan Diduga Menelan Korban Jiwa
- Tiga Pelaku Narkoba di Kecamatan Kempas dan Tempuling Diringkus Polisi
- Tiga Kurir Sabu di Bengkalis Dituntut Mati
- Pembunuhan Wanita Hamil di Kampar, Polisi Amankan Barang Bukti Baru
- Resahkan Masyarakat, Polres Bengkalis Gulung 29 Preman
- Salah Tangkap, Warga Pekanbaru Sempat Dirawat di RS Sansani


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com