Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 September 2021 09:37
Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai

Sabtu, 25 September 2021 09:31
Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua

Sabtu, 25 September 2021 08:57
Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1

Sabtu, 25 September 2021 08:51
Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru

Sabtu, 25 September 2021 08:48
Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang

Sabtu, 25 September 2021 07:37
Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako

Sabtu, 25 September 2021 07:31
Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu

Sabtu, 25 September 2021 07:24
Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat

Jum’at, 24 September 2021 20:46
Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau

Jum’at, 24 September 2021 20:07
HUT Provinsi Kepri ke 19, BNI Serahkan Bantuan Mobil Transfusi Darah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 23 Juni 2021 20:28
Cemburu Buta, Suami Bunuh Istri Tengah Hamil 7 Bulan di Kampar

Jajaran Polda Riau berhasil mmengetahui motif pembunuhan di Kampar. Pelaku tega menghabisi istri yang sedang hamil 7 bulan karena menduga korban berselingkuh.

Riauterkini - PEKANBARU - Motif pembunuhan Siti Hamidah warga Tapung, Kampar yang jasadnya ditemukan terkubur di samping septic tank halaman rumahnya mulai terkuak. Pelaku tak lain adalah AIP (28) yang tak lain adalah suamainya sendiri. Peristiwa itu buntut dari kecemburuan pelaku yang menduga korban berselingkuh dengan pria lain.

Dalam temu persnya, Rabu (23/07/21) Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi menjelaskan motif pelaku tega membunuh istrinya lantaran cemburu terhadap korban. Pelaku menuduh korban menjalin hubungan dengan pria lain.

"Sebelum pembunuhan itu terjadi antara pelaku dan korban bertengkar. Suami cemburu dan menduga korban ada hubungan dengan lelaki lain," bebernya.

Perkelahian itu, kata Agung terjadi di rumahnya yang terletak di perumahan Griya Sakti Jalan Bayan Blok D No. 42 RT. 045 RW. 015, Jalan Garuda Sakti Km 09, Dusun II Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar pada Jumat (21/06/21). Perkelahian itu tepat terjadi di dapur rumah tersebut.

Dikuasai emosi pelaku langsung memiting leher korban sampai korban lemas dan pingsan. Selanjutnya Tersangka menggendong korban dan membawa korban ke kamar. Di dalam kamar pelaku kembali membekap mulut korban menggunakan bantal sampai korban tidak bernafas lagi.

"Pertengkaran itu di dengan oleh tiga anak pelaku yang ada di ruang tamu. Namun mereka tidak berani melihat," bebernya.

Setelah melakukan pembunuhan itu, pelaku lalu menghubungi adik ipar korban. Ia hendak menitipkan anak-anak korban dengan alsan bertengkar dengan korban. Pelaku pun lantas mengantarkan ketiga anaknya tersebut ke adik korban yang bertempat tinggal Desa Sungai Tarap, Kecamatan Kampa, Kabuoaten Kampar.

Selanjutnya, pelaku kembali ke rumah dan menghubungi Junaidi untuk menggali tanah samping septic tank dengan alasan ada kerusakan. Perintah pelaku pun di kerjakan Junaedi sekitar pukul 20.00 wib malam itu.

Selesai menggali Juanedi berpamitan untuk pulang dan mandi kerumahnya. Namun setelah kembali ke rumah pelaku, lobang yang digali Junaedi justru telah tertimbun tanah.

"Tersangka mengubur Korban di samping septic tank rumahnya. Untuk mengelabui kejadian, tersangka mengatakan kepada keluarga Korban bahwa Korban melarikan diri dari rumah," tuturnya.

Pada 30 Mei 2021 tersangka meminta tolong pada ibunya untuk dijemput pulang kampung ke Bukittinggi dengan alasan sakit. Selanjutnya tersangka dijemput oleh adiknya pada tanggal 1 Juni 2021 untuk pergi ke Bukittinggi, Sumatera Barat.

Sementara, pada 08 Juni 2021 sekitar pukul jam 07.30 WIB, kakak Korban Achmad Sutanto mendatangi rumah tersangka dengan maksud memeriksa keadaan adiknya karena sudah 2 minggu tidak ada kabar lama tidak pulang ke rumah. Di sana kakak korban mendapati rumah dalam keadaan kosong, yang selanjutnya kakak korban bertemu dengan saksi M Junaedi.

"Saksi ini ikut curiga dan bercerita kepada kakak korban bahwa pernah disuruh oleh AIP untuk menggali tanah di halaman rumah tersangka dengan alasan memperbaiki septic tank, namun saat kembali galian tersebut sudah ditutup kembali oleh tersangka. Mendengar informasi tersebut kakak korban semakin curiga dan memanggil pihak keluarga korban untuk datang ke TKP dan menggali kembali bekas galian yang telah ditutup. Saat itulah akhirnya ditemukan jenazah korban dalam galian, yang selanjutnya kakak korban melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk pengusutan lebih lanjut," bebernya.

Setelah penemuan jenazah korban, pelaku melarikan diri dari Sumbar ke Pulau Jawa. Ia sempat ke Jakarta, Jawa tengah, dan Jawa Timur. Akhirnya, pelaku berhasil ditangkap pada Selasa (22/06/21) di sebuah Gudang Kelapa yang berada di daerah Desa Patian, Kecamatan Loceret, Kabuoaten Nganjuk, Jawa Timur.

Pihak kepolisian saat ini juga telah mengamankan beberapa barang bukti seperti 1 unit Sepeda Motor N-Max warna biru BM 2339 AAQ milik tersangka, sebuah cincin emas milik korban dan sebuah gelang emas milik korban yang dibawa Tersangka.

Selain itu, 1 unit handphone merk Samsung A10S warna hitam milik korban yang dibawa tersangka, 2 unit handphone milik tersangka merk Nokia warna hitam dan merk Xiaomi warna hitam, sebuah cangkul, oakaian pada jenazah Korban serta Visum et Repertum hasil autopsi ekshumasi.

"Tersangka dijerat pasal 340 KUHPidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," tandasnya.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua
- Petugas Rutan Kelas I Pekanbaru Gagalkan WB Percobaan yang Coba Melarikan Diri
- Tertabrak Avanza, Seorang Pemotor di Kuansing Tewas
- Berhasil Tekan Pencurian Minyak, SKK Migas-PHR Apresiasi Polda Riau dan Korem 031/ Wirabima
- Polresta Pekanbaru Grebek 3 Rumah di Jalan Pangeran Hidayat
- Diduga Palsukan Data Anggota Kopsa-M, Oknum Dosen UNRI Dipolisikan
- Tersangka Penganiayaan, Bos Travel Umroh RWH Ditahan
- Diduga Korlseting Kelistrikan, Mobil Tangki CPO Ludes Dilalap Api
- Sengketa Lahan, PN Bengkalis Tolak Permohonan Buyung Nahar Gugat Presiden
- Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi
- Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar
- Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU
- Curi Rp1.2 Miliar Uang Nasabah, Teler BRI Dumai Ditahan Polda Riau
- Gugatan Tanah di GS 8 Ditolak, Tergugat Minta Warga Duri Hormati Putusan Sidang
- Tersebab Utang Mahar, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas Mengenaskan
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021
- Perampok Tusuk Petani di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polres Meranti Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning, Ini Sasarannya
- Terkuak, Kadiskes Meranti Tahan 3.000 Rapid Tes Antigen
- Ingin Aman Saat Pembayaran, Atlet PON Riau Diedukasi Tentang Penggunaan QRIS Bank Riau Kepri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com