Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 September 2021 21:27
Kemeriahan MTQ ke - II, Ini Harapan Lurah Duri Timur

Senin, 27 September 2021 20:52
Bank Riau Kepri Masuk 10 Terbaik se Indonesia dalam Mendukung Program Perumahan Pemerintahan Jokowi

Senin, 27 September 2021 19:39
Pemprov Gratiskan Rapid Antigen Untuk Pelamar CPNS

Senin, 27 September 2021 17:09
Bupati Kuansing Resmikan Pasar Pokan Selasa Desa Teluk Pauh

Senin, 27 September 2021 17:07
Bawa Kabur Sepeda Motor Warga Riau, Pria Asal Sibuhuan Ditangkap Polisi Rohul

Senin, 27 September 2021 15:58
Tekan Kecelakaan di Tol Permai, PT HK Pasang 20 Rumble Strip dan 15 Lampu Flip Flop

Senin, 27 September 2021 15:33
Empat Poin Penting Putusan Rapimwil PPP Riau

Senin, 27 September 2021 13:12
Wako Paisal Lantik Indra Gunawan Sebagai Sekda Kota Dumai

Senin, 27 September 2021 11:37
Bupati Kuansing Kembali Ingatkan Prokes Diperketat Saat Sekolah PTM

Senin, 27 September 2021 11:00
Disdik Pekanbaru Targetkan 80 Persen Pelajar Di Pekanbaru Tuntas Divaksin


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Juli 2021 19:32
Pembunuhan Sadis Anak 14 Tahun di Bengkalis Diperagakan Pelaku Delapan Adegan

Dugaan pembunuhan sadis dan sodomi terhadap RW (14), pelajar di Ketam Putih diperagakan pelakuĀ IN sebanyak delapan adegan. Terungkap saat dilakukan rekonstruksi.

Riauterkini-BENGKALIS- IN (48), pelaku dugaan tindak pidana pembunuhan sadis disertai dengan sodomi memperagakan setidaknya delapan adegan terhadap korban RW (14), salah seorang pelajar di Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis ditemukan tewas di perkebunan Jalan Pembangunan II, Desa Sungai Batang, Kamis (17/6/21) lalu.

Adegan itu terungkap, saat Tim Penyidik Sat Reskrim Polres Bengkalis, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan kuasa hukum tersangka IN, menggelar reka adegan atau rekonstruksi dugaan pembunuhan sadis dilakukan oleh pelaku kepada anak di bawah umur tersebut, Senin (19/7/21) siang.

Alasan keamanan dan ketertiban, reka adegan diperagakan pelaku IN di halaman belakang Mapolres Bengkalis Jalan Pertanian, dengan pengawalan petugas bersenjata laras panjang.

Rekonstruksi dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K, hadir Kasi Pidum Kejari Bengkalis Imanuel Tarigan, S.H didampingi Irvan Rahmadani Prayogo, S.H dan pengacara tersangka, Windrayanto, S.H.

Kasatreskrim AKP Meki Wahyudi, S.I.K menyampaikan bahwa pelaksanaan rekonstruksi perkara dugaan tindak pidana pembunuhan disertai sodomi tersangka dilakukan sebanyak delapan adegan.

"Kita memperagakan sekitar 8 adegan, itu dimulai dari proses perkenalan tersangka dengan korban, menjemput dari belajar mengaji, korban akan dibawa ke semak semak TKP pembunuhan," ungkap AKP Meki.

Dalam adegan itu, bahwa tersangka menyodomi korban dan korban akan mengadu ke orang tuanya, dan membuat tersangka cemas dan panik akhirnya menghabisi nyawa korban.

"Tersangka adalah pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan itu," katanya lagi.

Ditambahkan JPU, Irvan R Prayogo, S.H, M.H menyebutkan bahwa dalam kasus dugaan pembunuhan ini, ada beberapa hal sebagai bahan pertimbangan dipersidangan.

"Ini salah satu bahan pertimbangan kami nanti untuk di persidangan, tapi apapun yang terjadi hari ini yang kita perlukan adalah fakta persidangan," ucap Irvan singkat.

Dikabarkan sebelumnya, teka-teki RW (14), warga Desa Ketam Putih ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Jalan Perjuangan II, Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kamis (17/6/21) lalu terjawab.

Setelah proses penyelidikan sekitar tiga pekan, akhirnya pihak Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis meringkus seorang terduga pelaku yang paling bertanggungjawab atas kematian korban tersebut. Pelaku berinisial IN (48), warga Desa Ketam Putih.

Menurut pihak kepolisian, bahwa nyawa RW dihabisi oleh pelaku karena perbuatan asusila atau sodomi yang dilakukan IN akan dilaporkan oleh korban.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan sadis itu, tersangka IN sempat ditahan oleh petugas karena dugaan kepemilikan Narkoba jenis sabu-sabu, hasil tes urine positif, sejak Kamis (17/6/21) lalu.

Kasus dugaan pembunuhan sadis anak berumur 14 tahun itu terungkap setelah Tim Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bengkalis memeriksa setidaknya 18 orang saksi dan petunjuk yang mengarah ke seorang pelaku, IN dan mengakuinya. Selanjutnya, Kamis (8/7/21), IN ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan anak belasan tahun tersebut.***(dik)



Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Bupati Kuansing Resmikan Pasar Pokan Selasa Desa Teluk Pauh
- Bawa Kabur Sepeda Motor Warga Riau, Pria Asal Sibuhuan Ditangkap Polisi Rohul
- Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua
- Petugas Rutan Kelas I Pekanbaru Gagalkan WB Percobaan yang Coba Melarikan Diri
- Tertabrak Avanza, Seorang Pemotor di Kuansing Tewas
- Berhasil Tekan Pencurian Minyak, SKK Migas-PHR Apresiasi Polda Riau dan Korem 031/ Wirabima
- Polresta Pekanbaru Grebek 3 Rumah di Jalan Pangeran Hidayat
- Diduga Palsukan Data Anggota Kopsa-M, Oknum Dosen UNRI Dipolisikan
- Tersangka Penganiayaan, Bos Travel Umroh RWH Ditahan
- Diduga Korlseting Kelistrikan, Mobil Tangki CPO Ludes Dilalap Api
- Sengketa Lahan, PN Bengkalis Tolak Permohonan Buyung Nahar Gugat Presiden
- Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi
- Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar
- Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU
- Curi Rp1.2 Miliar Uang Nasabah, Teler BRI Dumai Ditahan Polda Riau
- Gugatan Tanah di GS 8 Ditolak, Tergugat Minta Warga Duri Hormati Putusan Sidang
- Tersebab Utang Mahar, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas Mengenaskan
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021
- Perampok Tusuk Petani di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polres Meranti Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning, Ini Sasarannya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com