Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 September 2021 07:01
Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya

Rabu, 22 September 2021 06:59
KPU Riau Audiensi ke Kadisdik Riau

Rabu, 22 September 2021 06:56
Puluhan Paket Sembako PT. PCR Kembali Disalurkan ke Masyarakat Mamdau

Selasa, 21 September 2021 20:47
Terkendala SIPD, KUA-PPAS APBD-P 2021 Baru Diterima DPRD Inhu

Selasa, 21 September 2021 18:39
Selain Rusak Parah, Kabel Listrik di Gedung Juang 45 Disikat Maling

Selasa, 21 September 2021 17:34
30 Peserta Calon KPID Riau Lulus Seleksi CAT

Selasa, 21 September 2021 16:34
Kabupaten Inhil Perkuat PPID Desa dengan Perda

Selasa, 21 September 2021 15:05
Beri Semangat Tahanan Lansia, Rutan Pekanbaru Libatkan Minda Briliant

Selasa, 21 September 2021 14:59
Razia Rutin, Lapas Bengkalis Zero HP

Selasa, 21 September 2021 14:23
Disdag Bengkalis Bina dan Latih UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 19 Juli 2021 20:49
Jual Organ Satwa Dilindungi, Polda Riau Tangkap Seorang Warga Kampar

Seorang warga Desa Tarai Bangun, Kampar diamankan Polda Riau. Pelaku diduga memperjual belikan organ satwa dilindungi.

Riauterkini - PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau tahan AH (28) yang merupakan warga Desa Tarai Bangun, Kampar. Ia ditangkap petugas lantaran memperjual belikan organ satwa dilindungi seperti kuku harimau sumatera dan paruh burung enggang.

Dari tangannya, petugas berhasil mengamankan satu kuku harimau sumatera dan 5 paruh burung enggang yang kini juga sudah sangat terbatas jumlahnya di alam liar.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, AH ditangkap pada Jumat (02/07/21) pagi silam.ia diamankan di wilayah jalan HR Soebrantas Pekanbaru, saat menunggu pembeli.

"Dari keterangan pelaku, paruh burung Rangkong (Enggang) tersebut di dapatnya dari daerah Kalimantan yang dibeli melalui media sosial senilai Rp 1.100.000. Rencananya akan dijualkan kembali menjadi Rp 15.000.000," terangnya, Senin (19/07/21).

Jelas Narto, AH kini dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d Jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo Pasal 55 KUHPidana. Dimana setiap Orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian – bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian - bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ketempat lain di dalam atau diluar Indonesia dengan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000.

Sementara, untuk paruh burung Enggang (Buceros rhinoceros) diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tertuang di dalam Lampiran Nomor urut 245.

"Untuk itu kita mengimbau agar masyarakat menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya dengan melindungi satwa-satwa liar yang dilindungi dari penjualan, perburuan atau pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi. Agar kita dapat mewariskannya kepada anak cucu kita," pungkasnya.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Curi Rp1.2 Miliar Uang Nasabah, Teler BRI Dumai Ditahan Polda Riau
- Gugatan Tanah di GS 8 Ditolak, Tergugat Minta Warga Duri Hormati Putusan Sidang
- Tersebab Utang Mahar, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas Mengenaskan
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021
- Perampok Tusuk Petani di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polres Meranti Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning, Ini Sasarannya
- Terkuak, Kadiskes Meranti Tahan 3.000 Rapid Tes Antigen
- Ingin Aman Saat Pembayaran, Atlet PON Riau Diedukasi Tentang Penggunaan QRIS Bank Riau Kepri
- Dalam Sehari, Seorang Kurir, Bandar dan Pengedar Narkoba Digulung Polisi di Bengkalis
- Ditikam Orang tak Dikenal, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas di Tepi Jalan
- Dugaan Penganiayaan Anak Anggota DPRD Pekanbaru, Sejumlah Warga Ditetapkan sebagai Tersangka
- Diduga Komersilkan Bantuan Swab Antigen, Kadiskes Meranti Jadi Tersangka
- Bongkar 7 Jaringan Narkoba, Polda Riau Sita 117 Kilogram Sabu dan 1.000 Butir Ekstasi
- BC Bengkalis dan Polres Gagalkan Penyelundupan Sabu 49 Kg
- Pembunuh Balita 7 Bulan di Rohul Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
- Hendak Transaksi Shabu, Pria di Batin Solapan, Bengkalis Dibekuk Polisi
- Gauli Putri Tiri, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Dijebloskan ke Tahanan
- Hari Lantas ke-66, Polres Inhu Kunjungi Purnawirawan Polantas
- Kediaman Kadivpas Kemenkumham Riau Dilempari Bom Molotov
- Buruh Panen di Rohul Kapak Balita Berusia 7 Bulan Hingga Tewas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com