Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 3 Agustus 2021 21:47
Rawat 37 Pasien Covid-19, BOR RSUD Indrasari Rengat Capai 87,18 Persen

Selasa, 3 Agustus 2021 19:47
Satu Dalam Pencarian, Tim Polair Polres Rohil Selamatkan Dua Nelayan

Selasa, 3 Agustus 2021 19:31
Dua Pencuri Pipa Besi Chevron Dibebaskan Polres Rohil

Selasa, 3 Agustus 2021 19:28
Okupansi di RSUD Puri Husada Capai 67 Persen

Selasa, 3 Agustus 2021 18:24
Gubri Keluarkan SE Aturan Kerja ASN Selama Masa PPKM Level 4

Selasa, 3 Agustus 2021 16:45
Dampak Covid-19 di Pekanbaru, Kendaraan yang Uji KIR Turun 10-15 Persen

Selasa, 3 Agustus 2021 16:42
Layani Aduan Secara Online, KPBD Inhu Gandeng Dua OPD

Selasa, 3 Agustus 2021 14:04
Buang Janin ke Sumur, Mahasiswi di Kuansing dan Pasangannya Ditangkap

Selasa, 3 Agustus 2021 13:56
KPA Riau Akan Pertanyakan Alasan Polres Kampar tak Tahan Pelaku Penganiaya Anak

Selasa, 3 Agustus 2021 13:51
DPRD Riau Terima Kunjungan Studi Banding Pansus RPJMD DPRD Sumbar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 22 Juli 2021 16:30
Kasus Suap DAK, Mantan Walikota Dumai Dituntut KPK Hukuman 5 Tahun Penjara

JPU nyatakan mantan Walikota Dumai terbukti menerima suap DAK APBN-P 2017-APBN 2018. Zulkifli AS dituntut jaksa dengan hukuman 5 tahun penjara.

Riauterkini-PEKANBARU- Mantan Walikota Dumai, Zulkifli AS dinyatakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbukti secara sah melakukan perbuatanelawan hukum menerima dana suap atau gratifikasi pengelolaan DAK APBN-P 2017-APBN 2018 sebesar Rp3,8 miliar lebih. Atas perbuatannya yang melawan hukum tersebut. Ia pun dituntut jaksa dengan hukuman pidana penjara selama 5 tahun.

Dalam amar tuntutan jaksa KPK yang dibacakan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, Kamis (22/7/21) siang. Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Jo Pasal 13 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

" Menuntut terdakwa Zulkifli AS dengan pidana penjara selama 5 tahun denda sebesar Rp250 juta atau subsider 3 bulan kurungan," kata JPU Rikhi Benindo Maghas SH dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Lilin Herlina.

Selain hukuman penjara, terdakwa juga wajibkan membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp3,848 miliar lebih. Jika UP itu tidak dibayar, maka dapat diganti (subsider) dengan pidana kurungan selama 1 tahun.

Selanjutnya, Zulkifli AS melalui kuasa hukumnya berencana akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya dua pekan mendatang.

Berdasarkan dakwaan JPU KPK. Perbuatan Zulkifli terjadi pada 2016 hingga 2018 lalu. Terdakwa melakukan suap kepada Yaya Purnomo selaku Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Uang juga diberikan kepada Rifa Surya selaku Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus Fisik II, Subdirektorat Dana Alokasi Khusus Fisik II dan Kepala Seksi Perencanaan Dana Alokasi Khusus non fisik.Uang diberikan sebesar Rp100 juta, Rp250 juta, Rp200 juta dan SGD 35.000.

Selain suap, JPU juga mendakwa Zulkilfli AS menerima gratifikasi sebesar Rp3.940.203.152. Uang tersebut diterimanya dari pemberian izin kepada perusahaan yang mengerjakan proyek di Kota Dumai dan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Dumai.*(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Satu Dalam Pencarian, Tim Polair Polres Rohil Selamatkan Dua Nelayan
- Dua Pencuri Pipa Besi Chevron Dibebaskan Polres Rohil
- Buang Janin ke Sumur, Mahasiswi di Kuansing dan Pasangannya Ditangkap
- KPA Riau Akan Pertanyakan Alasan Polres Kampar tak Tahan Pelaku Penganiaya Anak
- Terungkap, Tiga Warga Tandun Bakar Hutan Lindung Bukit Suligi Rohul untuk Dijual
- Empat WN Rohingya Diamankan di Bengkalis akan Diselundupkan ke Malaysia
- Unggah Karikatur Bernada Fitnah di Medsos,
Demokrat Riau Laporkan Wamendes PDTT ke Polda Riau

- Belum Penuhi Komitmen Terkait Adat, LAM Riau Somasi Pertamina
- Razman A Nasution Duga Ada Bujuk Rayu Hingga Kasus H Pertama Akan Dihentikan
- Perempuan Ditemukan Mengapung Teryata Warga Gatot Soebroto Bengkalis
- Kesal Istri Diganggu Korban, Seorang Pemuda Mandah Nekat Membunuh
- Perempuan Mengapung di Pantai Pasir Andam Dewi Bengkalis Meninggal Dunia
- Geger, Perempuan Ditemukan Mengapung di Pantai Taman Pasir Andam Dewi Bengkalis
- Teman Berujung Aib, Gadis 13 Tahun di Bengkalis Korban Pencabulan
- Maling Tabung Gas di Bengkalis Menyerah di Tangan Warga
- Satu Unit Rumah Terbakar di Jao Kuansing
- Polda Riau Musnahkan 145,58 Kilogram Sabu
- Cari Uang Belanja, Warga Rupat Utara Obrak-abrik Kotak Infak Masjid
- Perkara Korupsi Bappeda Siak, Mantan Sekda Riau Divonis 3 Tahun Penjara
- Naudzubillah! Istri Kerja di Pekanbaru, Ayah di Bengkalis Gagahi Anak Kandung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com