Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 22 September 2021 07:01
Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya

Rabu, 22 September 2021 06:59
KPU Riau Audiensi ke Kadisdik Riau

Rabu, 22 September 2021 06:56
Puluhan Paket Sembako PT. PCR Kembali Disalurkan ke Masyarakat Mamdau

Selasa, 21 September 2021 20:47
Terkendala SIPD, KUA-PPAS APBD-P 2021 Baru Diterima DPRD Inhu

Selasa, 21 September 2021 18:39
Selain Rusak Parah, Kabel Listrik di Gedung Juang 45 Disikat Maling

Selasa, 21 September 2021 17:34
30 Peserta Calon KPID Riau Lulus Seleksi CAT

Selasa, 21 September 2021 16:34
Kabupaten Inhil Perkuat PPID Desa dengan Perda

Selasa, 21 September 2021 15:05
Beri Semangat Tahanan Lansia, Rutan Pekanbaru Libatkan Minda Briliant

Selasa, 21 September 2021 14:59
Razia Rutin, Lapas Bengkalis Zero HP

Selasa, 21 September 2021 14:23
Disdag Bengkalis Bina dan Latih UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 31 Juli 2021 07:10
Razman A Nasution Duga Ada Bujuk Rayu Hingga Kasus H Pertama Akan Dihentikan

Ada keinginan sejumlah pihak agar kasus tertembaknya H Permata dan Baharudin oleh aparat Bea Cukai dihentikan. Razman A Nasution menduga ada bujuk rayu.

Riauterkini-PEKANBARU - Pengacara kondang Razman Arif Nasution yang merupakan kuasa hukum dari almarhum Baharudin menanggapi adanya upaya damai yang dilakukan oleh keluarga H Permata melalui anak kandungnya Arjun bersama kuasa hukum H Permata, Ardian.

Dimana beberapa waktu lalu, Arjun mewakili keluarganya membuat pernyataan bahwa keluarga besar telah mengikhlaskan kepergian H Permata dalam peristiwa penggrebekan oleh pihak Bea Cukai awal 2021 lalu. Bahkan dari informasi yang dirangkum kemungkinan besar proses hukum yang saat ini tengah berjalan akan menarik laporan.

"Menurut saya ini usaha agar kasus ini tidak terungkap," ujar mantan Juru Bicara Jokowi-Makruf Amin tersebut,. Jumat (30/07/21).

Menurutnya, apa yang dilakukan Arjun tersebut justru sangat mencurigakan. Sebab, kenapa justru setalah kasus tersebut terhenti dan kini diambil alih olehnya baru muncul adanya upaya untuk damai. "Mereka harus tau, ini memang kasus yang sama namun dengan korban yang berbeda. Yakni H Pertama dan klien kita Baharudin," terangnya.

"Kalau keluarga almarhum H Permata tidak keberatan dengan meninggalnya Baharudin ya Monggo, tapi keluarga Baharudin keberatan. Sebab Baharudin bukan dari bagian H Permata, bukan anak buah bahkan juga tidak terlibat di kasus yang membuat H Permata meninggal dunia," imbuhnya.

Dengan tegas Razman mengatakan bahwa pihaknya tidak segan-segan untuk melaporkan pihak-pihak yang mencoba untuk menghalang-halangi proses hukum kasus tersebut. "Jika secara sengaja ada pihak yang berupaya mengalang-halangi proses hukum, tentu kita akan tempuh jalur hukum pula. Patut kami duga ada bujuk rayu dari beberapa pihak yang meminta kasus ini dihentikan," tuturnya.

Malah, akhir - akhir ini menurut keterangan kliennya, ada sejumlah pihak yang berusaha merayu kliennya untuk menyudahi kasus tersebut. Kendati demikian, Razman bersama kliennya akan tetap tampil di depan membongkar kasus ini. Ujarnya, jika kasus H Permata dihentikan, maka pihaknya akan membuat laporan baru terkait meninggalnya Burhanudin di kasus yang sama dengan H Permata.

"Minggu depan rencananya dua saksi mahkota kita akan dimintai keterangan oleh penyidik Polda Riau. Jadi, kita minta polisi lebih profesional dan akan kita kawal sampai tuntas," terangnya.

"Satu centi pun kita gak akan mundur. Dan kita minta polisi jangan coba-coba menutup kasus ini. Sebab ini laporan yang berbeda di kasus yang sama. Pokoknya, akan kita kawal sampai tuntas. Jika perlu sampai ke Mabes, Kompolnas, dan DPR RI Komisi III. Tapi hingga saat ini kita percaya Polda Riau bisa membongkar kasus tersebut," tandasnya.***(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Curi Rp1.2 Miliar Uang Nasabah, Teler BRI Dumai Ditahan Polda Riau
- Gugatan Tanah di GS 8 Ditolak, Tergugat Minta Warga Duri Hormati Putusan Sidang
- Tersebab Utang Mahar, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas Mengenaskan
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021
- Perampok Tusuk Petani di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polres Meranti Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning, Ini Sasarannya
- Terkuak, Kadiskes Meranti Tahan 3.000 Rapid Tes Antigen
- Ingin Aman Saat Pembayaran, Atlet PON Riau Diedukasi Tentang Penggunaan QRIS Bank Riau Kepri
- Dalam Sehari, Seorang Kurir, Bandar dan Pengedar Narkoba Digulung Polisi di Bengkalis
- Ditikam Orang tak Dikenal, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas di Tepi Jalan
- Dugaan Penganiayaan Anak Anggota DPRD Pekanbaru, Sejumlah Warga Ditetapkan sebagai Tersangka
- Diduga Komersilkan Bantuan Swab Antigen, Kadiskes Meranti Jadi Tersangka
- Bongkar 7 Jaringan Narkoba, Polda Riau Sita 117 Kilogram Sabu dan 1.000 Butir Ekstasi
- BC Bengkalis dan Polres Gagalkan Penyelundupan Sabu 49 Kg
- Pembunuh Balita 7 Bulan di Rohul Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
- Hendak Transaksi Shabu, Pria di Batin Solapan, Bengkalis Dibekuk Polisi
- Gauli Putri Tiri, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Dijebloskan ke Tahanan
- Hari Lantas ke-66, Polres Inhu Kunjungi Purnawirawan Polantas
- Kediaman Kadivpas Kemenkumham Riau Dilempari Bom Molotov
- Buruh Panen di Rohul Kapak Balita Berusia 7 Bulan Hingga Tewas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com