Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 September 2021 09:37
Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai

Sabtu, 25 September 2021 09:31
Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua

Sabtu, 25 September 2021 08:57
Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1

Sabtu, 25 September 2021 08:51
Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru

Sabtu, 25 September 2021 08:48
Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang

Sabtu, 25 September 2021 07:37
Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako

Sabtu, 25 September 2021 07:31
Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu

Sabtu, 25 September 2021 07:24
Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat

Jum’at, 24 September 2021 20:46
Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau

Jum’at, 24 September 2021 20:07
HUT Provinsi Kepri ke 19, BNI Serahkan Bantuan Mobil Transfusi Darah


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 3 Agustus 2021 14:04
Buang Janin ke Sumur, Mahasiswi di Kuansing dan Pasangannya Ditangkap

Seorang mahasiswi bersama pasangannya ditangkap Polres Kuansing. Kasus membuang janin ke dalam sumur.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - NY (20) dan DR (26) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembuangan bayi Ahad (1/8/2021) malam .

Bayi malang ini ditemukan di dalam sumur di jalur 7 B RT/RW 014/004 Dusun Suka Maju, Desa Sungai Kuning, Kecamatan Singingi, Kuansing.

Penemuan bayi ini pertama kali diketahui SK ibu NY ketika ia menghidupkan air kran di dapur rumahnya, Senin (2/8/2021) pagi sekira pukul 08.30 WIB.

Air tersebut berbui dan mengeluarkan aroma busuk, lalu saksi pergi ke kamar mandi belakang yang berada di luar rumah kemudian membuka tutup sumur, saat melihat ke dalam sumur ia melihat seperti ada boneka tertelungkup.

Lalu saksi memberitahukan kepada suaminya ST, setelah melihat ke sumur ST juga memberitahukan orang tuanya SN. Kemudian saksi bersama - sama mengangkat bayi dari dalam sumur menggunakan pipa paralon diberi kait.

Sampai di atas ternyata ditemukan mayat bayi laki-laki lengkap dengan ari-ari, kemudian saksi melaporkan kepada pihak berwajib.

Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto S.I.K MM, melalui Kapolsek Singingi IPTU Koko F.Sinuraya, SH. MH, juga membenarkan peristiwa pembuangan jabang bayi ini.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan interogasi dari para saksi, hingga diamankan 2 orang pelaku diduga erat hubungannya dengan tindak pidana aborsi.

"Pelaku adalah NY (20) ibu bayi berstatus Mahasiswi, dan DR (26) ayah bayi juga Mahasiswa, alamat sama - sama Desa Sungai Kuning," kata Kapolsek.

Selanjutnya, dilakukan interogasi kepada pelaku, keduanya mengaku sudah berpacaran dari awal 2020. Semenjak bulan Oktober 2020 mereka sering melakukan hubungan badan.

Dan di bulan Februari 2021, pelaku NY memberitahukan kepada DR bahwa dirinya telah hamil, DR menyuruh NY supaya menggugurkan kandungan tersebut dengan cara minum obat, namun tidak berhasil.

Karena tidak ada reaksi maka pada bulan April 2021 DR kembali menyarankan NY minum obat sampai selama 1 minggu namun tetap tidak ada reaksi.

Dan dipenghujung Juli tepatnya hari Kamis, tanggal 29 tahun 2021, DR dan NY dinikahkan di Desa Sungai Kuning dan tinggal di rumah orang tua NY yakni ST.

Diketahui sebelumnya NY sempat minum minuman kalang kreting daeng. Ahad (1/8/2021) sekira jam 00.30 WIB, pelaku NY merasakan perutnya mules kemudian pelaku pergi kekamar mandi di belakang rumah, setibanya di kamar mandi, janin bayi langsung keluar dari kandungan.

"Karena pelaku NY ini takut ketahuan, kemudian ia membuang janin tersebut kedalam sumur yang berada di belakang rumah," terang Kapolsek.

Saat ini kedua pelaku menurutnya beserta barang bukti sudah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kedua pelaku dijerat dengan pasal 194 jo pasal 75  UU Nomor 36 thn 2009 tentang Kesehatan atau pasal 77 A jo pasal 45a UU Nomor 35 thn 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 thn 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 55 ayat 1 sub 1e KUHP.* (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua
- Petugas Rutan Kelas I Pekanbaru Gagalkan WB Percobaan yang Coba Melarikan Diri
- Tertabrak Avanza, Seorang Pemotor di Kuansing Tewas
- Berhasil Tekan Pencurian Minyak, SKK Migas-PHR Apresiasi Polda Riau dan Korem 031/ Wirabima
- Polresta Pekanbaru Grebek 3 Rumah di Jalan Pangeran Hidayat
- Diduga Palsukan Data Anggota Kopsa-M, Oknum Dosen UNRI Dipolisikan
- Tersangka Penganiayaan, Bos Travel Umroh RWH Ditahan
- Diduga Korlseting Kelistrikan, Mobil Tangki CPO Ludes Dilalap Api
- Sengketa Lahan, PN Bengkalis Tolak Permohonan Buyung Nahar Gugat Presiden
- Pelaku Pencuri Kabel di RSUD Puri Husada Tembilahan Berhasil Diringkus Polisi
- Bentrok Eks Karyawan PT Padasa, Ini Penjelasan Polres Kampar
- Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU
- Curi Rp1.2 Miliar Uang Nasabah, Teler BRI Dumai Ditahan Polda Riau
- Gugatan Tanah di GS 8 Ditolak, Tergugat Minta Warga Duri Hormati Putusan Sidang
- Tersebab Utang Mahar, Buruh Toko Bangunan di Duri Tewas Mengenaskan
- Polres Inhil Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Lancang Kuning 2021
- Perampok Tusuk Petani di Bengkalis Diringkus Polisi
- Polres Meranti Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning, Ini Sasarannya
- Terkuak, Kadiskes Meranti Tahan 3.000 Rapid Tes Antigen
- Ingin Aman Saat Pembayaran, Atlet PON Riau Diedukasi Tentang Penggunaan QRIS Bank Riau Kepri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com