Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 28 Oktober 2021 21:51
Cegah Penyebaran Covid-19, 100 Warga Binaan Baru Rutan Lakukan Swab Ulang

Kamis, 28 Oktober 2021 19:23
Wujud Syukur, Alumni SIP ke-50 Polda Riau Sambangi Sekolah Islam dan Panti Jompo

Kamis, 28 Oktober 2021 19:07
Ditinjau Syamsuar, Bazar Murah Golkar Riau Diserbu Warga

Kamis, 28 Oktober 2021 18:52
Isu Keanggotaan Nusirwan di Kopsa-M, Kepala Desa Pangkalan Baru Angkat Bicara

Kamis, 28 Oktober 2021 18:45
PN Bangkinang Vonis Bebas Hermayalis Dalam Kasus KDRT

Kamis, 28 Oktober 2021 18:33
Ide Kreatif Helmibaked House Pasutri di Rumbai, Dari Hobi Bisa Menghasilkan Rupiah

Kamis, 28 Oktober 2021 17:56
Eka Hospital Raih Penghargaan “The Most Innovative Hospital 2021”

Kamis, 28 Oktober 2021 17:49
MoU Bank Riau Kepri dan Pemkab Kepulauan Anambas Ditandatangani Pada Hari Sumpah Pemuda

Kamis, 28 Oktober 2021 17:46
Angkat Perekonomian Masyarakat Desa, Asian Agri Bantu Peternak Desa Bagan Limau

Kamis, 28 Oktober 2021 17:32
Muscab PPP Pekanbaru Dibuka, Syamsurizal Minta Walikota Pekanbaru yang Pukul Gong


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 16 September 2021 21:32
Pembunuh Balita 7 Bulan di Rohul Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Pelaku YL yang membunuh Balita berusia 7 bulan pakai kapak di Kecamatan Kepenuhan, Rohul, terancam hukuman 15 tahun penjara.

Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Pelaku penganiayaan hingga menyebabkan Balita berusia 7 bulan meninggal dunia di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, terancam hukuman 15 tahun penjara.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, pada keterangan pers, Kamis 16 September 2021, mengatakan pembunuhan menggemparkan ini terjadi di lingkungan di Lingkungan PT SJI Nusa Coy Desa Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu pada Rabu pagi 15 September 2021.

Berdasarkan pengakuan pelaku YL (37), ungkap AKBP Eko, sebelum kejadian ibu si Balita laki-laki inisial DHH (7 bulan) bernama Herni Juwita Lase (35) meminta air minum ke anak pelaku yang tinggal satu barak.

Pelaku yang juga berada di dalam baraknaya bertanya ke Herni apa mereka tidak punya air minum di rumah, dan dijawab ibu si Balita bahwa air di rumahnya baru selesai dimasak sehingga masih panas.

Pelaku juga menanyakan hal serupa ke suami Herni bernama Nodieli Hia di depan rumahnya, dan dijawab ayah si Balita air mereka masih panas.

"Saat itu pelaku mengambil kapak di sepeda motornya dan langsung mengayunkan ke arah ayah korban. Karena ketakutan, ayah korban kabur ke belakang rumah," jelas AKBP Eko di Mapolres Rokan Hulu.

Merasa belum puas, pelaku YL yang masih membawa kapak masuk ke rumah korban dan menghampiri Herni.

"Ibu korban juga ketakutan dan langsung melarikan diri ke belakang rumah. Sedangkan pelaku segera mengambil si Balita yang saat itu tertidur beserta ayunan," kata Kapolres.

Saat kejadian, tambah AKBP Eko, warga setempat sempat mencegah dan mencoba mengambil korban dari tangan pelaku, namun tidak berhasil. Pelaku yang tampak kalap juga sempat membakar dua sepeda motor milik Nodieli.

Tak berselang lama, sekira pukul 10.00 WIB, pelaku meletakkan korban yang masih dalam ayunan ke tanah dan pelaku lantas dua kali mengayunkan kapak ke bagian perut si Balita, hingga menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.

Pasca menghabisi nyawa si Balita, pelaku YL kabur ke arah belakang barak. Melihat kejadian itu, warga beramai-ramai langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya.

"Pelaku terdesak di hutan dan sungai yang akhirnya pelaku ditangkap warga," terang AKBP Eko.

Pelaku yang ditangkap warga sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga personel Polsek Kepenuhan tiba di TKP dan langsung mengamankan pelaku ke Mapolsek.

Saat diinterogasi, pelaku ke Polisi ia menghabisi nyawa si Balita karena sakit hati dengan orang tua korban yang sering minta air minum ke baraknya.

Pelaku mengaku awalnya akan melampiaskan sakit hatinya ke orang tua korban, karena tidak kesampaian ia dengan tega menghabisi nyawa si Balita.

Atas perbuatannya, pelaku YL diancam Pasal 76 C dengan ketentuan Pidana Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

AKBP Eko mengaku untuk mengetahui lebih jelas, Kepolisian masih menggali dan mendalami motif lain, termasuk kejiwaan pelaku.

"Sekira dua pekan ke depan kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Pasirpengaraian guna diproses hukum lebih lanjut," tandas Kapolres Rokan Hulu,AKBP Eko.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- PN Bangkinang Vonis Bebas Hermayalis Dalam Kasus KDRT
- Setahun Buron, Bandar Narkoba Uncle Jay Diringkus Polres Bengkalis
- Suap Pengesahan APBD Riau, KPK Periksa 6 Saksii untuk Tersangka Annas Maamun
- Lawan Kejari Kuansing, Gugatan Prapid Indra Agus Dikabulkan Hakim
- Dituduh Merambah HPK Bengkalis, Operator Alat Berat dan Pengawas Ini Merasa Dizolimi
- Kasus Dugaan Pengeroyokan, Warga Jalan Irkab Tolak Usukan Damai Ida
- Diduga Menghina di Medsos, Warga Bengkalis Ini akan Adili
- Petani Kopsa-M Kampar Membantah Dikriminalisasi Polisi
- Dua Pegawai Imigrasi Pelaku Pungli Dihukum 1,5 Tahun Penjara
- Pos SPKT Polresta Pekanbaru Terbakar
- Penjual Togel Diringkus Polsek Pinggir
- Jajakan Togel dan KIM, Pria Paruh Baya di Suriname, Bengkalis Ditangkap
- Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap
- Heboh Status FB Bupati Kuansing, KPK Geledah Tahanan dan Pastikan Hoaks
- Rizki Poliang: Gugur Praperadilan Tidak Diukur dari Dilimpahkannya Perkara
- OTT Bupati Kuansing, Tiga Lokasi di Pekanbaru Digeledah KPK
- Pungli Surat Tanah, Seorang Kades dan Stafnya Ditangkap Polres Rohul
- 50 Tersangka, Polres Bengkalis Gasak Judi Togel Online
- Patuhi Putusan Sidang, Pemilik ODOL di Kuansing Bayar Denda
- Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com