Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 29 Oktober 2021 00:10
Walikota Pekanbaru Isyaratkan Berlabuh ke PPP

Kamis, 28 Oktober 2021 21:51
Cegah Penyebaran Covid-19, 100 Warga Binaan Baru Rutan Lakukan Swab Ulang

Kamis, 28 Oktober 2021 19:23
Wujud Syukur, Alumni SIP ke-50 Polda Riau Sambangi Sekolah Islam dan Panti Jompo

Kamis, 28 Oktober 2021 19:07
Ditinjau Syamsuar, Bazar Murah Golkar Riau Diserbu Warga

Kamis, 28 Oktober 2021 18:52
Isu Keanggotaan Nusirwan di Kopsa-M, Kepala Desa Pangkalan Baru Angkat Bicara

Kamis, 28 Oktober 2021 18:45
PN Bangkinang Vonis Bebas Hermayalis Dalam Kasus KDRT

Kamis, 28 Oktober 2021 18:33
Ide Kreatif Helmibaked House Pasutri di Rumbai, Dari Hobi Bisa Menghasilkan Rupiah

Kamis, 28 Oktober 2021 17:56
Eka Hospital Raih Penghargaan “The Most Innovative Hospital 2021”

Kamis, 28 Oktober 2021 17:49
MoU Bank Riau Kepri dan Pemkab Kepulauan Anambas Ditandatangani Pada Hari Sumpah Pemuda

Kamis, 28 Oktober 2021 17:46
Angkat Perekonomian Masyarakat Desa, Asian Agri Bantu Peternak Desa Bagan Limau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 18 September 2021 14:28
Dugaan Penganiayaan Anak Anggota DPRD Pekanbaru, Sejumlah Warga Ditetapkan sebagai Tersangka

Sejumlah warga diinformasikan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti.

Riauterkini - PEKANBARU - Sejumlah warga diinformasikan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus penganiayaan yang dilaporkan anggota DPRD Kota Pekanbaru, Ida Yulita Susanti.

Penetapan tersebut tercantum dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, dari penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta). Dimana SPDP itu diterima Kejari Pekanbaru sejak beberapa hari yang lalu.

"Sudah masuk SPDP-nya. Itu tanggal 10 (September) kemarin. Terlapor atas inisial RJJ dan kawan-kawan," ujar Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Teguh Wibowo, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Zulham Pardamean Pane.

Menurut Zulham, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 170 KUHP. Berdasarkan SPDP itu, Kejari Pekanbaru menerbitkan P-16 yakni penunjukan jaksa peneliti yang akan menelaah berkas tersangka.

Kejari Pekanbaru menunggu penyerahan berkas perkara atau tahap I dari penyidik. "Kita tunggu berkas perkara dari penyidik untuk selanjutnya ditelaah," tutur Zulham.

Sementara itu kuasa hukum warga, Suharmansyah, mengaku sudah mengetahui SPDP kasus yang menjerat kliennya tapi belum mengetahui adanya penetapan tersangka. "Cuma masyarakat itu statusnya saksi," ungkap Suhardiman.

Suharmansyah menambahkan, sejumlah nama yang disebut dalam SPDP itu sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

"Sudah memberikan keterangan, apa yang dialaminya, mereka mengakui tidak pernah melakukan pemukulan," ungkap Suharmansyah.

Suharmansyah menegaskan, pihaknya akan mempelajari peningkatan status perkara. Jika penetapan tersangka tidak sesuai prosedur, maka pihaknya meminta dilakukan gelar perkara eksternal.

"Jika penetapan tersangka tidak sesuai dengan aturan, kita akan coba dulu gelar perkara eksternal, kedua belah pihak dipanggil. Kalau perlu kita ajukan rekonstruksi perkara ini biar diketahui apa sebenarnya yang terjadi," tutur Suharmansyah.

Diberitakan sebelumnya, Ida Yulita Susanti melapor penganiayaan terjadi di Jalan Arifin Achmad, Rabu, 1 September 2021. Penyidik juga sudah meminta keterangan Ida, dan anaknya.

"Juga sudah diminta keterangan suami dan pembantu korban," ujar Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Juper Lumban Toruan, Kompol Juper, Jumat (3/9/2021).

Dalam peristiwa itu, polisi mengamankan mobil Ida sebagai barang bukti karena ada sejumlah kerusakan, seperti kaca pecah dan bagian kap yang terkena sabetan benda tajam. Juga hasil visum dari RS Bhayangkara Pekanabaru.

Berdasarkan hasil visum, ada luka benda tumpul dan bengkak di bagian tangan korban. Kemudian anaknya luka di leher karena benda tajam serta lebam di dada kiri.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- PN Bangkinang Vonis Bebas Hermayalis Dalam Kasus KDRT
- Setahun Buron, Bandar Narkoba Uncle Jay Diringkus Polres Bengkalis
- Suap Pengesahan APBD Riau, KPK Periksa 6 Saksii untuk Tersangka Annas Maamun
- Lawan Kejari Kuansing, Gugatan Prapid Indra Agus Dikabulkan Hakim
- Dituduh Merambah HPK Bengkalis, Operator Alat Berat dan Pengawas Ini Merasa Dizolimi
- Kasus Dugaan Pengeroyokan, Warga Jalan Irkab Tolak Usukan Damai Ida
- Diduga Menghina di Medsos, Warga Bengkalis Ini akan Adili
- Petani Kopsa-M Kampar Membantah Dikriminalisasi Polisi
- Dua Pegawai Imigrasi Pelaku Pungli Dihukum 1,5 Tahun Penjara
- Pos SPKT Polresta Pekanbaru Terbakar
- Penjual Togel Diringkus Polsek Pinggir
- Jajakan Togel dan KIM, Pria Paruh Baya di Suriname, Bengkalis Ditangkap
- Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap
- Heboh Status FB Bupati Kuansing, KPK Geledah Tahanan dan Pastikan Hoaks
- Rizki Poliang: Gugur Praperadilan Tidak Diukur dari Dilimpahkannya Perkara
- OTT Bupati Kuansing, Tiga Lokasi di Pekanbaru Digeledah KPK
- Pungli Surat Tanah, Seorang Kades dan Stafnya Ditangkap Polres Rohul
- 50 Tersangka, Polres Bengkalis Gasak Judi Togel Online
- Patuhi Putusan Sidang, Pemilik ODOL di Kuansing Bayar Denda
- Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com