Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 25 Oktober 2021 11:28
Ujian AKM di SDN 140 Pekanbaru Digelar dalam Genangan Banjir

Senin, 25 Oktober 2021 10:29
Amblas, Jalan Lobak Pekanbaru Terancam Putus

Senin, 25 Oktober 2021 10:02
Jajakan Togel dan KIM, Pria Paruh Baya di Suriname, Bengkalis Ditangkap

Senin, 25 Oktober 2021 09:58
IDI Kuansing Bagikan 140 Paket Sembako dan Al-Quran 

Ahad, 24 Oktober 2021 21:15
Usai Lantik Pengurus, Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Jajal Lapangan Tenis Indoor DPRD Riau

Ahad, 24 Oktober 2021 20:48
Dirut BRK Diminta Gerak Cepat Lengkapi Syarat Konversi ke Syariah

Ahad, 24 Oktober 2021 18:43
Ketua KBB Riau: Peringati Maulid, Jadikan Pemersatu Bubuhan Banjar

Ahad, 24 Oktober 2021 17:29
Ketum PAN Ogah Bahas Irwan Nasir, Tapi Siap Dukung Syamsuar Walau Sudah di Golkar

Ahad, 24 Oktober 2021 15:54
Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap

Ahad, 24 Oktober 2021 15:47
Ketum PAN Lantik Pengurus DPW/DPD PAN Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 September 2021 16:27
Evakuasi Anak-Anak Ditengah Konflik, Begini Penjelasan TNI AU

Kapentak Lanud Roesmin Nurjadin jelaskan alassan evakuasi terhadap anak-anak ditengah Konflik di Kampar. Dimana dikhawatirkan anak-anak yang ada di tengah konflik mengalami trauma.

Riauterkini - PEKANBARU - Selasa (14/09/21) terjadi bentrokan antara mantan pekerja dan pihak PT Padasa Enam Utama Di wilayah Kampar. Sementara akhir pekan lalu dua truk TNI Angkatan Udara (AU) bersama dengan Komnas Perlindungan Anak (PA) melakukan evakuasi terhadap anak-anak mantan karyawan PT Padasa Enam Utama di wilayah IIIX Koto Kampar tersebut.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Zukri menerangkan evakuasi itu merupakan panggilan jiwa. Dimana dikhawatirkan anak-anak yang ada di tengah konflik mengalami trauma.

"Kita TNI AU hanya menyelamatkan anak-anak. Komnas PA minta bantuan ya kita bantu, kita evakuasi diantar ke panti sosial, sampai, selesai," terangnya Rabu (22/09/21).

Katanya menggunakan 2 truk operasional TNI AU itu, pihaknya berhasil mengevakuasi ratusan anak. Meski begitu, belum semua anak-anak para mantan pekerja di PT Padasa itu berhasil di evakuasi.

"Nanti kita kunjungan ke sana biar tidak terganggu psikisnya karena trauma yang dialami akibat konfilk berkepanjangan itu," bebernya.

Sementara, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Provinsi Riau Dewi Arisanty menjelaskan evakuasi itu dilakukan setelah pihaknya menerima laporan mantan pekerja. Mereka mengaku rumah yang dihuni mereka dihancurkan. Bahkan ada juga karyawan yang dianiaya oleh pihak ketiga.

"Yang membantai, menghancuri rumah mereka di sana itu bukan satpam. Tetapi orang luar yang disewa PT Padasa," ungkapnya.

Melihat peristiwa dan adanya laporan itu, Dewi mengaku tidak mungkin membiarkan anak-anak tetap tinggal di lokasi. Sebab, di sana mereka tinggal di emperan jalan dan sangat mengkhawatirkan.

"Tidak mungkin saya biarkan anak-anak di jalanan, kita takut terjadi sesuatu," imbuhnya.

Sebagai pengingat, bentrokan itu terjadi pada Senin (13/09/21) di wilayah kerja PT Padasa Enam Utama pukul 10.00 WIB. Awalnya, puluhan pihak keamanan datang dan minta pekerja meninggalkan rumah karyawan yang diakui milik PT Padasa itu.

Seluruhnya ada 618 pekerja dikenai PHK oleh perusahaan sebelumnya. Dalam PHK itu, pekerja dijanjikan mendapat pesangon hingga uang pindah rumah. Namun, janji pihak perusahaan tidak pernah terealisasi. Pekerja kemudian mengajukan gugatan ke Pengadilan Hubungan Industrial di Kota Pekanbaru untuk minta keadilan.

Sementara, pasca bentrokan ada tujuh mantan pekerja terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kampar.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Jajakan Togel dan KIM, Pria Paruh Baya di Suriname, Bengkalis Ditangkap
- Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap
- Heboh Status FB Bupati Kuansing, KPK Geledah Tahanan dan Pastikan Hoaks
- Rizki Poliang: Gugur Praperadilan Tidak Diukur dari Dilimpahkannya Perkara
- OTT Bupati Kuansing, Tiga Lokasi di Pekanbaru Digeledah KPK
- Pungli Surat Tanah, Seorang Kades dan Stafnya Ditangkap Polres Rohul
- 50 Tersangka, Polres Bengkalis Gasak Judi Togel Online
- Patuhi Putusan Sidang, Pemilik ODOL di Kuansing Bayar Denda
- Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis
- Suap Pengesahan APBD, KPK Panggil Sejumlah Saksi untuk Tersangka Annas Makmun
- Legalitas Tanah Timbun di Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Dipertanyakan
- Pemerintah Imbau Korban Pinjol Illegal tak Usah Bayar
- Polres Bengkalis Sita 150 Kilogram Sabu
- Usai Jalani Pemeriksaan di Polda Riau, Bupati Kuansing Andi Putra Diboyong KPK ke Jakarta
- Korupsi Proyek Multiyear Bengkalis,
Pasutri Pemilik PT ANN Dihukum 4 Tahun dan 2 Tahun Penjara

- KPK Segel Ruang Kerja Bupati dan Tata Ruang di Dinas PUPR Kuansing
- Tersangka Korupsi, Mantan Kades dan bendahara Desa Ditahan Polres Meranti
- Termasuk Bupati Kuansing, KPK OTT 8 Orang Terkait Izin Perkebunan
- 10 Bulan, PN Bengkalis Tangani 719 Perkara Pidana
- Berita dan Video,
Tim KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Kuansing



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com