Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 27 Nopember 2021 17:14
Terpilih Aklamasi, Mastur Nahkodai APINDO Inhu

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:38
Gelar Rakerwil 2021, AMSI Riau Bahas Program Kerja 2022

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:34
Gubernur Riau Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Sabtu, 27 Nopember 2021 14:48
Monitor dan Evaluasi, Pembimbing Residensi Mahasiswa STIKes HTP Datangi Dinkes Bengkalis

Sabtu, 27 Nopember 2021 13:10
Diwarnai Kue Ultah dan Tembang Armada,
Festival Lagu Daerah Piala Camat Mandau 2021 Resmi Dibuka


Sabtu, 27 Nopember 2021 12:03
TAPD Pekanbaru Gelar Rapat Pembahasan APBD Tahun 2022 dengan Banggar DPRD

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:17
Tanam Perdana Sawit Rakyat, Erick Thohir Apresiasi PTPN V Sediakan Bibit Unggul ke Petani

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:13
Proyek Terus Digesa, Inilah Masalah Pengerjaan IPAL Pekanbaru

Sabtu, 27 Nopember 2021 09:10
Pramuka Enam Kali Berturut-turut, MTs Riyadhatul Jannah Sialang Panjang Kembali Juara Umum Perkemahan Pramuka

Sabtu, 27 Nopember 2021 08:12
Buka Kenduri Riau, Erick Tohir Siap Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Oktober 2021 14:55
Korupsi Proyek Multiyear Bengkalis,
Pasutri Pemilik PT ANN Dihukum 4 Tahun dan 2 Tahun Penjara


Pasutri pemilik PT ANN divonis hukuman 4 yahun dan 2 tahun penjara. Keduanya dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi Proyek Multiyears peningkatan jalan Bengkalis.

Riauterkini-PEKANBARU- Meski divonis dibawah tuntutan jaksa. Pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi proyek multiyears peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Bengkalis. Tetap dinyatakan hakim terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum.

Pasutri, Handoko Setiono dan Melia Boentaran yang juga selaku pemilik dan pimpinan PT Arta Niaga Nusantara.(ANN) selaku kontraktor pengerjaan proyek multiyear dihukum pidana penjara selama 4 tahun bagi Handoko dan 2 tahun bagi Melia.

Dalam amar putusan majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Lilin Herlina SH, pada sidang secara virtual Selasa (19/10/21). Kedua terdakwa terbukti secara melanggar Pasal 3 jo 18 UU tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

" Menghukum terdakwa Handoko Setiono dengan pidana penjara selama 4 tahun denda Rp 300 juta subsider 3 bulan. Dan menghukum terdakwa Melia Buntaran dengan pidana 2 tahun denda Rp 300 juta subsider 3 bulan," kata Lilin.

Selain itu, kedua terdakwa selaku pimpinan PT ANN diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 10,5 miliaar, dan apabila tidak dikembalikan, maka dapat diganti (subsider) pidana penjara selama 1 tahun," sambung hakim.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan pikir pikir.

Sebelumya, Tonny Frenki SH selaku jaksa penuntut KPK, menuntut kedua terdakwa masing masing dengan pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. Selain itu, kedua terdakwa juga diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 110 miliar subsider 2 tahun.

Seperti diketahui, kedua terdakwa Handoko Setiono dan Melia Boentaran diduga telah melakukan praktik suap terkait proyek multiyears peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, Bengkalis, tahun anggaran 2013 - 2015.

Kedua terdakwa melakukan upaya pemberian uang atau janji janji kepada sejumlah pejabat di Bengkalis untuk mendapatkan proyek peningkatan jalan.

Untuk dapat memenangkan proyek tersebut. Terdakwa Handoko berperan aktif memenangkan proyek jalan di Bengkalis untuk PT Arta Niaga Nusantara. Padahal, perusahaan miliknya itu telah dinyatakan gugur di tahap kualifikasi," ucap JPU.

Pertemuan Handoko dengan beberapa pihak di Dinas PUPR untik melakukan rekayasa seolah-olah PT Arta Niaga Nusantara memenangkan proyek serta pemberian sejumlah uang kepada para pejabat tersebut. Diatur oleh istri Handoko sendiri yaitu Melia Buntaran.

Atas perbuatan kedua terdakwa negara mengalami kerugian sekitar Rp114 miliar dari nilai total kontrak sebesar Rp265 miliar.**(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tabrak Pohon Tumbang, Pemuda di Bengkalis Meninggal Dunia di Tempat
- Kasus Pencabulan, Syafri Harto Peragakan 36 Adegan Dalam Rekonstruksi
- Sering Demo, Kadis Kesbangpol Pekanbaru Anggap Imigran tak Hargai Pemerintah
- Korban Luapan Limbah PKS di Duri Berharap Polda Riau Tindak PT SIPP
- Tak Bayar Tagihan Kencan, Pria Hidung Belang di Pekanbaru Babak Belur
- Lurah Tirta Siak Pekanbaru Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi
- Perambah Kawasan TNTN Disidangkan, Tim PH Bagus Ajukan Eksepsi
- 10 Jam Diperiksa, Syafri Harto Dibrondong 70 Pertanyaan
- Tersangka Asusila, Dekan FISIP Unri 10 Jam Diperiksa Penyidik
- Kasus Penipuan Investasi, Empat Pemilik Perusahaan Diadili
- Polda Riau Periksa Syafri Harto Sebagai Tersangka
- Cuci Kaki Jatuh ke Kanal, Anak 7 Tahun di Bengkalis Meninggal Dunia
- Cabuli Anak di Bawah Umur, Wanita Penular Lesbian di Rohil Ditangkap Polisi
- 5 Pelaku Komplotan Perambahan Hutan Diringkus Polda Riau
- Berlobang dan Membahayakan, Jembatan Lubuk Jambi di Kuansing Ditutup
- Edar Sabu 40 Kg dan 50 Ribu Ekstasi,
PN Bengkalis Ganjar Seorang Pelaku Pidana Mati dan Empat Seumur Hidup

- Turun Lapangan, Kapolres Inhu Temukan Puluhan Kubik Kayu Ilegal
- Eksepsi Diterima, Kadis ESDM Riau Nonaktif Dibebaskan Hakim Tipikor
- Polda Riau Tetapkan Dekan Fisipol Unri Tersangka Pelecahan Seksual
- Komplotan Mafia Kayu Mat Ali alias Anak Jenderal Dibekuk Polda Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com