Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 27 Nopember 2021 17:14
Terpilih Aklamasi, Mastur Nahkodai APINDO Inhu

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:38
Gelar Rakerwil 2021, AMSI Riau Bahas Program Kerja 2022

Sabtu, 27 Nopember 2021 15:34
Gubernur Riau Promosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau

Sabtu, 27 Nopember 2021 14:48
Monitor dan Evaluasi, Pembimbing Residensi Mahasiswa STIKes HTP Datangi Dinkes Bengkalis

Sabtu, 27 Nopember 2021 13:10
Diwarnai Kue Ultah dan Tembang Armada,
Festival Lagu Daerah Piala Camat Mandau 2021 Resmi Dibuka


Sabtu, 27 Nopember 2021 12:03
TAPD Pekanbaru Gelar Rapat Pembahasan APBD Tahun 2022 dengan Banggar DPRD

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:17
Tanam Perdana Sawit Rakyat, Erick Thohir Apresiasi PTPN V Sediakan Bibit Unggul ke Petani

Sabtu, 27 Nopember 2021 10:13
Proyek Terus Digesa, Inilah Masalah Pengerjaan IPAL Pekanbaru

Sabtu, 27 Nopember 2021 09:10
Pramuka Enam Kali Berturut-turut, MTs Riyadhatul Jannah Sialang Panjang Kembali Juara Umum Perkemahan Pramuka

Sabtu, 27 Nopember 2021 08:12
Buka Kenduri Riau, Erick Tohir Siap Fasilitasi Pelaku Ekonomi Kreatif


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 23 Oktober 2021 16:19
Rizki Poliang: Gugur Praperadilan Tidak Diukur dari Dilimpahkannya Perkara

Penasehat hukum terdakwa kasus Bimtek tahun 2013 - 2014 Indra Agus sebut pelimpahan perkara terkesan terburu-buru. Dilimpahkanya perkara juga bukan berarti menggugurkan praperadilan.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Pengacara kondang Kuansing, Rizki Poliang, menyatakan setiap perkara yang dilimpahkan ke Pengadilan, bukan berarti menggugurkan praperadilan.

Menurut Rizki, jika merujuk pada pasal 82 ayat (1) KUHAP yang dipertegas oleh MK melalui putusan nomor 102/PUU-XIII/2015 permintaan praperadilan dinyatakan gugur apabila telah dimulainya sidang pertama terhadap pokok perkara yang dimohonkan.

"Artinya apabila telah dibacakannya dakwaan terhadap terdakwa. Itu baru bisa menggugurkan praperadilan," jelasnya.

Syarat gugurnya prapid, kata Rizki, bukan diukur dari telah dilimpahkannya perkara ke PN Tipikor Pekanbaru.

Pernyataan ini disampaikan Rizki, terkait perkara yang sedang ditanganinya yang menjerat Indra Agus, selaku Kadis ESDM Kuansing, pada waktu itu dalam kasus Bimtek tahun 2013 - 2014.

Dimana perkara yang menjerat Indra Agus ini, sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, sedangkan sidang pertama belum dimulai, sehingga menurutnya belum membatalkan praperadilan.

Sebelumnya, Rizki Poliang, selaku Penasehat Hukum, Indra Agus, telah mengajukan praperadilan, dan sidang praperadilan pertama telah dimulai Senin (18/10/2021) lalu.

Namun, saat digelarnya sidang praperadilan di Pengadilan Telukkuantan, pihak Kejari tidak hadir dengan alasan belum siapnya jawaban atas permohonan.

Tau - taunya, kasus yang diajukan ke Pengadilan Telukkuantan, untuk praperadilan, nyatanya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru, dan telah disiarkan melalui pemberitaan media online.

Terkait hal ini, Rizki Poliang, menilai tindakan Kejari Kuansing yang telah melimpahkan berkas perkara Indra Agus, ke PN Tipikor Pekanbaru, dalam waktu yang sangat cepat ini terkesan sangat terburu - buru.

Bahkan menurutnya, terkesan tidak ada iktikad baik untuk menghargai dan mengdapi proses praperadilan yang tengah berlangsung di PN Telukkuantan.

Sementara kasus yang menjerat Indra Agus ini sidang perdana akan dimulai Kamis (28/10/2021) di Pengadilan Tipikor, Pekanbaru, atas dugaan bimtek SPJ fiktif dengan kerugian negara sebesar Rp. 500.176.250 berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Riau.* (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tabrak Pohon Tumbang, Pemuda di Bengkalis Meninggal Dunia di Tempat
- Kasus Pencabulan, Syafri Harto Peragakan 36 Adegan Dalam Rekonstruksi
- Sering Demo, Kadis Kesbangpol Pekanbaru Anggap Imigran tak Hargai Pemerintah
- Korban Luapan Limbah PKS di Duri Berharap Polda Riau Tindak PT SIPP
- Tak Bayar Tagihan Kencan, Pria Hidung Belang di Pekanbaru Babak Belur
- Lurah Tirta Siak Pekanbaru Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi
- Perambah Kawasan TNTN Disidangkan, Tim PH Bagus Ajukan Eksepsi
- 10 Jam Diperiksa, Syafri Harto Dibrondong 70 Pertanyaan
- Tersangka Asusila, Dekan FISIP Unri 10 Jam Diperiksa Penyidik
- Kasus Penipuan Investasi, Empat Pemilik Perusahaan Diadili
- Polda Riau Periksa Syafri Harto Sebagai Tersangka
- Cuci Kaki Jatuh ke Kanal, Anak 7 Tahun di Bengkalis Meninggal Dunia
- Cabuli Anak di Bawah Umur, Wanita Penular Lesbian di Rohil Ditangkap Polisi
- 5 Pelaku Komplotan Perambahan Hutan Diringkus Polda Riau
- Berlobang dan Membahayakan, Jembatan Lubuk Jambi di Kuansing Ditutup
- Edar Sabu 40 Kg dan 50 Ribu Ekstasi,
PN Bengkalis Ganjar Seorang Pelaku Pidana Mati dan Empat Seumur Hidup

- Turun Lapangan, Kapolres Inhu Temukan Puluhan Kubik Kayu Ilegal
- Eksepsi Diterima, Kadis ESDM Riau Nonaktif Dibebaskan Hakim Tipikor
- Polda Riau Tetapkan Dekan Fisipol Unri Tersangka Pelecahan Seksual
- Komplotan Mafia Kayu Mat Ali alias Anak Jenderal Dibekuk Polda Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com