Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 1 Desember 2021 14:10
Syamsuar tak Menampik Bakal Ada Pejabat Demosi dan Non Job Sore Ini

Rabu, 1 Desember 2021 13:19
Fajar Restu Tegaskan Karyawan BRK Langgar Aturan Ada Konsekuensi

Rabu, 1 Desember 2021 12:44
Kampung Adat Kenegerian Sentajo Juara II API Award 2021 

Rabu, 1 Desember 2021 11:33
Gauli Putri Majikan Berumur 13 Tahun, Buruh Dodos Sawit di Inhu Ditangkap Polisi

Rabu, 1 Desember 2021 11:21
Kasus Pelecehan Seksual Syafri Harto Dilimpahkan ke Kejaksaan

Rabu, 1 Desember 2021 11:11
Diikuti 40 Universitas dan 14 Negara, Mahasiswa Arsitektur Unilak Juara Internasional

Rabu, 1 Desember 2021 11:00
Lewati Batas Akhir, Penerima BPUM di Duri, Bengkalis Gigit Jari

Rabu, 1 Desember 2021 10:37
Fraksi PKS DPRD Kuansing, Berikan Bantuan 7 Mahasiswa Kuliah ke Mesir

Rabu, 1 Desember 2021 10:11
Juarai API 2021, Bupati M Adil Berterima Kasih pada Masyarakat Meranti

Rabu, 1 Desember 2021 10:07
Harumkan Nama Riau, Unilak Bawa Dua Gelar Juara di UNJ Tournament 2021


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 24 Oktober 2021 15:54
Kisruh Pengelolaan Kebun, Petani Kopsa-M Nyatakan Sikap

Puluhan anggota Kopsa-M lakukan tandatangan dan cab jempol nyatakan pernyataan sikap. Sebagai langkah meluruskan isu kisruh dalam pengelolaan kebun.

Riauterkini - PEKANBARU - Kisruh permasalahan di dalam Koperasi Sawit Makmur (Kopsa-M) yang beroperasi di Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar belum menemui titik terang. Bertujuan agar permasalahan tak terus berlanjut, petani yang juga anggota Kopsa-M melakukan pernyataan sikap yang juga bertujuan untuk meluruskan isu-isu yang berkembang hingga saat ini.

Mewakili para petani, Nusirwan membenarkan ada pernyataan sikap dari para petani. " Ini untuk meluruskan isu-isu yang diciptakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Tentu juga agar permasalahan yang ada cepat diselesaikan," ujarnya, Minggu (24/10/21)

Dalam pernyataan sikap yang dilampirkan tanda tangan serta cap jempol puluhan petani Kopsa-K dan ditandatangani oleh Kepala Desa Pangkalan Baru, Ninik Mamak 4 Batu dan Ketua BPD pangkalan baru tersebut memaparkan;

1. Bahwa Kopsa-M dibentuk oleh 25 orang warga kami pada tanggal 31 Juli 2001 dengan badan hukum nomor. 319/BH/KDK.4/I/VIII/2001 tanggal 16 Agustus 2001 dengan maksud/tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Pangkalan Baru.

2. Bahwa anggota KKPA Kopsa-M yang sah adalah sebanyak 825 KK tidak lebih dan tidak kurang dan itu, adapun areal KKPA yang kerjasama dengan Bapak angkat PTPN V adalah seluas 1 650 Ha sesuai jumlah anggota KKPA dan tidak ada anggota KKPA Kopsa-M yang tidak mendapatkan kaplingan areal.

3. Bahwa Kopsa-M telah melakukan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) pada tanggal 04 Juli 2021 di Desa Pangkalan Baru dan telah memberhentikan kepengurusan Sdr. Anthony Hamzah (periode 2016-2021) dengan menolak RAT tertulis tahun buku 2019 dan 2020.

4. Bahwa kami menolak seluruh tindakan-tindakan dari Sdr Anthony Hamzah yang membawa-bawa dan mengatasnamakan petani Kopsa-M untuk membuat laporan-laporan yang tidak benar dan kegaduhan di kampung kami untuk mengintervensi aparat hukum dalam memproses persoalan hukum yang melilit dirinya dan dugaan penyimpangan keuangan petani Kopsa-M.

5. Bahwa kami menyatakan tidak ada petani Kopsa-M yang dikriminalisasi aparat penegak hukum di Polres Kampar, yang ada adalah kami para petani asli telah menangkap dan Menyerahkan langsung kepada Polres Kampar untuk diproses secara hukum antek-antek dan oknum pengurus Kopsa-M yang telah diberhentikan dalam RALB karena menjual TBS petani kepada pihak asing dengan tidak memakai nota pengantar barang (PB) dan Kopsa-M/ Mempergunakan PB orang lain bahkan menjual ke PKS lain di luar PTPN V (menggelapkan uang TBS petani Kopsa-M).

6. Bahwa kami menyayangkan sikap Anthony Hamzah yang diduga memanipulasi data anggota dan keuangan Kopsa-M dengan dugaan keterlibatannya/penggunaan uang penjualan TBS Petani Kopsa-M untuk menyewa Hendra Sakti (Terdakwa perusakan dan penjarahan di Pangkalan Baru) sebesar Rp700.000.000 -(tujuh ratus juta rupiah) sesuai bunyi dakwaan jaksa penuntut umum Bangkinang.

7. Bahwa kami menolak keras keberadaan ataupun campur tangan pihak asing yang dibawa Anthony Hamzah baik setara/Hendardy/Disna di dalam urusan kampung kami dan persoalan Kopsa-M karena kami mampu menyeselesaikan sendiri, juga Anthony diduga telah menghamburkan uang Petani Kopsa-M sebesar 4 milyar yang penggunaannya tidak jelas pertanggung jawabannya dan tidak ada persetujuan dari para petani, padahal uang tersebut sangat bermanfaat dipergunakan untuk memupuk dan memperbaiki areal KKPA dan angsuran kredit KKPA bukan untuk membayar pengacara, LSM, dan oknum-oknum yang sengaja mengambil keuntungan di kampung kami.

8. Kami mendukung pihak Kepolisian RI dan Kejaksaan Ri untuk memproses secara hukum Seluruh dugaan penyelewengan (penggelapan & korupsi) penjualan TBS Petani Kopsa-M yang diduga dilakukan Anthoni Hamzah.

9. Bahwa kami mendukung dan memberikan amanah kepada pengurus Kopsa-M (periode 20212026) hasil RALB tanggal 04 Juli 2021 untuk melakukan perbaikan dan pembenahan Kopsa-M beserta kebun KKPA menjadi lebih baik.

"Kita berharap jika ada LSM, NGO, LBH atau apapun namanya jika ingin bukti, keterangan dan klarifikasi bisa menghubungi kami baik melalui pemerintah Desa Pangkalan Baru, ninik mamak, petani asli tempatan, dan kuasa hukum kami bapak Armilis Ramaini SH. Karena yang kami ketahui, Kopsa-M terlahir dari tangan putra putri Pangkalan Baru, dimana lahan kebun berasal dari tanah ulayat yang diperuntukkan untuk anak kemenakan Pangkalan Baru," tegasnya.

Nusirwan dengan tegas mengatakan tidak ingin Desa Pangkalan Baru dinodai dengan politik kotor yg didasari kepentingan untuk melepaskan diri dari jeratan hukum yang melilit Anthony Hamzah.

"Sportif lah, tunjukkan kredibilitas sebagai seorang akademisi yang bergelar doktor," imbuhnya.

Terangnya, masalah Kopsa-M adalah masalah koperasi yang di dalamnya ada pembina, penasehat, pengawas dan anggota.

"Seharusnya pengurus 2016-2021 jangan cengeng begitu, mestinya bertanggung jawab, adakan RAT secara terbuka, terima aspirasi anggota, sajikan LPJ secara terang benderang, jangan kucing kucingan, lapor sana sini. apa belum cukup 4 milyar uang petani terbuang tanpa hasil?, sudahi semua lelucon yang tidak masuk akal ini, perhatikan anggota petani dan masyarakat yang saat ini hanya bisa menonton pertunjukan dengan dibebani karcis milyaran rupiah tanpa kejelasan akhir kisah," tandasnya.*(arl)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gauli Putri Majikan Berumur 13 Tahun, Buruh Dodos Sawit di Inhu Ditangkap Polisi
- Kasus Pelecehan Seksual Syafri Harto Dilimpahkan ke Kejaksaan
- Gasak Ratusan Juta, Jaksa Gadungan di Rupat, Bengkalis Diringkus Kejari dan Polisi
- Oknum Kejaksaan Negeri Dumai Diduga Jual Barang Rampasan Kapal untuk Dimusnahkan
- Tujuh Orang Diduga Pelaku Penyerangan Rumdis Waka DPRD Riau Diamankan
- Sakit Hati Sering Dimaki, Warga Pekanbaru Bunuh Paman dengan Palu
- Rumah Dinas Wakil Ketua DPRD Riau Agung Nugroho Didatangi Sejumlah OTK
- Dishub Kuansing Bakal Tertibkan Agen dan PO Bus Langgar Aturan
- Suarakan Kepastian Hukum dan Keadilan di Bengkalis, Ini Harapan Elidanetti
- Tabrak Pohon Tumbang, Pemuda di Bengkalis Meninggal Dunia di Tempat
- Kasus Pencabulan, Syafri Harto Peragakan 36 Adegan Dalam Rekonstruksi
- Sering Demo, Kadis Kesbangpol Pekanbaru Anggap Imigran tak Hargai Pemerintah
- Korban Luapan Limbah PKS di Duri Berharap Polda Riau Tindak PT SIPP
- Tak Bayar Tagihan Kencan, Pria Hidung Belang di Pekanbaru Babak Belur
- Lurah Tirta Siak Pekanbaru Mengaku Jadi Korban Pemerasan Oknum Polisi
- Perambah Kawasan TNTN Disidangkan, Tim PH Bagus Ajukan Eksepsi
- 10 Jam Diperiksa, Syafri Harto Dibrondong 70 Pertanyaan
- Tersangka Asusila, Dekan FISIP Unri 10 Jam Diperiksa Penyidik
- Kasus Penipuan Investasi, Empat Pemilik Perusahaan Diadili
- Polda Riau Periksa Syafri Harto Sebagai Tersangka


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com