Logo RTC
 
 
Puncak Hari Perkebunan, Selain MoU Kemitraan Ada Juga Bazar Produk Perkebunan

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar membuka acara puncak Hari Perkebunan Nasional ke-64 tingkat Provinsi Riau Tahun 2021. Acara digelar di Balai Serindit Gedung Daerah Provinsi Riau Jalan Diponegoro, Selasa (14/12/21)

Diantara kegiatan puncak Hari Perkebunan Nasional itu, orang nomor satu di Riau tersebut turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Yakni kemitraan swadaya usaha pengolahan, pemasaran TBS antara perusahaan perkebunan mitra dengan kelembagaan pekebunan mitra swadayaberlokasi pada 3 kabupaten, yaitu Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu dan Kampar.

Kegiatan yang disebut pertama di Indonesia itu, juga diserahkan menyerahkan secara simbolis Sertifikat ISPO, RSPO dan, bazar produk perkebunan.

"MoU Kemitraan Swadaya usaha pengolahan dan pemasaran TBS dilaksanakan antara perusahaan perkebunan mitra dengan kelembagaan pekebun mitra swadaya yang berlokasi pada 3 kabupaten yaitu Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu dan Kampar," kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Zulfadli melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran, Disbun Provinsi Riau, Defris Hatmaja.

Kemitraan swadaya ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020, dimana diatur tentang kemitraan plasma atau seperti dilaksanakan selama ini dan kemitraan swadaya yang mengatur penetapan harga TBS untuk pekebun swadaya, berdasarkan harga penetapan oleh pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

"Penetapan harga pembelian TBS bagi kelembagaan pekebun swadaya di Provinsi Riau, merupakan momentum sejarah bagi perkelapasawitan karena baru pertama kali diterapkan di Indonesia," jelasnya.

"Semoga kebijakan ini bisa membantu pekebun kelapa sawit pola swadaya dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya secara bertahap. Selanjutnya dapat diimplementasikan pada seluruh kabupaten/kota lainnya, yang memiliki potensi komoditi kelapa sawit di Provinsi Riau," ungkap Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar.

Berdasarkan ketentuan tentang ISPO dan RSPO, beberapa kelembagaan pekebun kelapa sawit telah dibina dan didampingi oleh perusahaan perkebunan atau instansi dan lembaga terkait, serta telah melakukan serangkaian kegiatan dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh pengakuan berupa Sertifikat ISPO dan RSPO.

"Dengan memiliki Sertifikat ISPO dan RSPO tersebut, maka kelembagaan pekebun dapat mengelola usaha kelapa sawit, dan memasarkannya secara berkelanjutan, serta diakui oleh pasar internasional," kata Gubri.

Selanjutnya pada bazar produk perkebunan sebanyak 5 perusahaan perkebunan sebagai produsen benih kelapa sawit di Provinsi Riau, menampilkan produk benih kelapa sawit unggul bermutu seperti: DxP Topaz (PT. Tunggal Yunus Estate), DxP Dami Mas (PT. Dami Mas Sejahtera), SAIN (PT. Sarana Inti Pratama), Reproduksi Varietas Simalungun (PT. Palma Inti Lestari), dan DxP FR-1 (PT. Panca Surya Garden).

Disamping itu, untuk produk hilir komoditi perkebunan juga ditampilkan industri hilir karet berupa vulkanisir ban sepeda motor, vulkanisir ban truk, dan aneka produk untuk sparepart sepeda motor dan peralatan rumah tangga. Industri hilir karet ini akan dikembangkan oleh Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (APKARKUSI).

Untuk produk kelapa ditampilkan aneka produk olahan berbasis kelapa yang sudah banyak dipasarkan secara luas dan diproduksi oleh PT Pulau Sambu. Demikian juga dengan aneka produk olahan berbasis kelapa sawit, aneka turunan CPO dapat ditemui di pasaran secara luas dan diproduksi oleh PT Musim Mas Group.

Untuk produk kopi liberika dari Kabupaten Kepulauan Meranti, juga diikuti oleh kelembagaan pekebun yang telah mengembangkan produk kopi berupa bubuk kopi dan siap untuk dinikmati sebagai minuman yang berkelas. Dan untuk komoditi sagu, juga telah dikembangkan oleh usaha UMKM berupa aneka produk makanan ringan dan makanan berbasis sagu.

Jadi dari 5 komoditi unggulan perkebunan di Provinsi Riau, seluruhnya memiliki prospek yang cerah untuk dikelola dalam bentuk pengembangan industri hilir sehingga memiliki nilai tambah dan meningkatkan pendapatan di tingkat pekebun.

Turut hadir juga pada kegiatan ini, sejumlah lembaga kemitraan perkebunan seperti GAPKI, APKASINDO, ASPEKPIR, GAPKINDO, APKARKUSI, perusahaan perkebunan.***(mok)

BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 06 Desember 2021

Kota Pekanbaru Terima WTP 5 Kali Berturut-turut dari Kemenkeu

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Prestasi ini diperoleh karenakan tata kelola dan pengelolaan keuangan Pemko Pekanbaru yang transparan dan akuntabel selama lima tahun terakhir.

Advertorial
Jumat, 06 Nopember 2021

Bupati Pelalawan Panen Raya di Desa Kuala Panduk

Riauterkini-PELALAWAN- Bupati Pelalawan H Zukri Misran menghadiri kegiatan panen raya padi di desa Kuala Panduk Kecamatan Teluk Meranti Pelalawan.Jumat (05/11/21).

Galeri