Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Memelihara Kesakralan Budaya Pacu Jalur Bukan Berarti Menolak Pembaharuan

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Budaya Pacu Jalur, bukan hanya sekedar perlombaan untuk mencapai kemenangan, namun, yang lebih terpenting adalah memelihara nilai kesakralan budaya sebagai identitas dan jati diri daerah.

Demikian dikatakan Datuak Sirajo Dinardin, Ketua harian Lembaga Adat Nagori (LAN) Kuantan Singingi, saat menjawab riauterkini.com terkait pro dan kontra terbitnya Perbup nomor 26 tahun 2025 tentang penyebutan sponsor Pacu Jalur oleh Kementator saat laga berlangsung.

Dikatakan Datuak Sirajo, menjaga kesakralan budaya sangat penting untuk melestarikan identitas dan warisan budaya suatu masyarakat, sebab dalam budaya Pacu Jalur, mengandung filosopi tinggi yang tidak mudah disusupi pembaharuan datang belakangan.

"Bukan berarti kita menolak suatu pembaharuan. Namun, ada kesakralan yang mesti dijaga, ini mesti difahami generasi sekarang," ujar Datuak Sirajo, Dinardin, Ahad (13/7/2025) dalam keterangannya.

Terbitnya Perbup nomor 26 tahun 2025, kata Datuak Dinardin, ini menandakan kepedulian Pemkab dalam memelihara kesakralan budaya, langkah ini menurutnya perlu disuport, tanpa dijadikan komoditas politik, sebab akan berbenturan di tengah-tengah masyarakat.

"Budaya jangan sampai diseret-seret ke ranah politik, untuk kepentingan sesaat, sebab akan menimbulkan pro dan kontra, dan mengorbankan budaya sebagai alat untuk menyudutkan," katanya.

Karena Pacu Jalur, kata Datuak Dinardin, saat ini sudah menjadi konsumsi dunia, setiap tahunnya orang luar datang ke Kuansing, maka keasliannya wajib dijaga, seperti penyebutan asli nama Jalur, yang diambil dari nama-nama yang memiliki sejarah suatu daerah, pemberiannya pun melalui rapat bersama dan didoakan saat pelayuran Jalur.

"Sehingga dengan menjaga keaslian ini, orang akan menilai, bahwa budaya ini, benar-benar milik orang rantau kuantan, tanpa diklaim pihak lain, ini yang mesti menjadi faham mendasar bagi anak jati diri Kuansing," katanya mengingatkan.

Terkait, sponsor, Pemkab katanya tidak melarang penulisan di badan jalur, pendayung maupun atribut, dengan arti kata pemerintah daerah terbuka dengan pembaharuan, tanpa melupakan kesakralan budaya. Ia pun mensuport peran sponsor dalam budaya pacu jalur, tanpa mencederai kesaksaralannya.

Kepada generasi muda, dirinya berpesan agar mengenal dan memahami nilai-nilai tradisi budaya dan ritual budaya yang sakral. Menghormati dengan mengikuti tradisi yang telah ada sejak lama, serta tidak melakukan perubahan yang dapat merusak kesakralan budaya itu sendiri.

"Nilai-nilai budaya mesti diketahui generasi muda, sehingga mereka dapat memahami dan menghargai kesakralannya," sebut Datuak Dinardin.

Dengan menjaga kesakralan budaya, maka generasi muda akan dapat melestarikan identitas budaya. Menghargai warisan leluhur dan menghormati tradisi yang telah berusia ratusan tahun, hingga saat ini sudah memasuki perhelatan ke 120 tahun.

"Menjaga kesakralan budaya memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga-lembaga terkait," sebutnya.

Lebih lanjut Datuak Dinardin, menjelaskan, tradisi dan budaya yang selama ini melekat di jalur harus dipertahankan keasliannya, seperti tukang onjai (penari buritan) tukang timbo ruang (komando tengah) togak luan (tukang tari haluan) harus berpakaian adat (melayu).

"Tukang timbo ruang, pakai upiah pinang (pelepah pinang) dan memberikan semangat ke anak pacuan, togak luan, di tangannya pakai arai pinang (bunga pinang), haluan jalur di selimuti dengan kain warni warni itu ciri budaya di jalur," pintanya.

Ia berharap tradisi ini bisa dipertahankan sampai ke anak cucu, dan lebih terpenting katanya harus saciok bak ayam (satu suara seperti anak ayam) sadonciang bak bosi (senada seperti lengkingan besi) tidak bertingkah, tujuannya untuk mempertahankan budaya dan adat istiadat.

"Karena budaya yang tinggi tak lapuak dek hujan (tak lapuk oleh hujan) tak lokang dek pane (tidak lekang karena panas) dengan harapan tupian indak dianjak urang mandi (tepian mandi tidak diganti orang lain) Nagori Indak di alia oleh urang lalu (Negeri tidak diubah orang datang)," jelasnya.

Selain orang adat Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Pekanbaru, juga mendukung Perbup nomor 26 tahun 2025 dengan tujuan menjaga kesakralan budaya Pacu Jalur.

"Kami mendukung Perbup yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Kuansing. sama-sama menjaga kesakralan tradisi pacu jalur ini dari asal daerah masing-masing jalur," ujar Ketua IKKS Drs. H. Raja Rusdianto.

Senada Pemuda Muhammadiyah, Kuansing, juga mendukung langkah Pemerintah menerbitkan Perbup nomor 26 tahun 2025.

"Aturan ini sudah jelas dan tidak memerlukan perdebatan panjang. Sponsor tidak dilarang. Yang diatur hanya larangan memasukkan nama sponsor ke dalam nama resmi jalur yang diumumkan atau didaftarkan ke panitia," ujar Safry Andi, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kuansing.

Dukungan serupa juga disampaikan anak jati diri Kuansing, di Jakarta, Eka Zulmansyah, ia pun mendukung langkah Pemkab, dalam menjaga kesakralan budaya.

"Jangan dicampur adukkan, kesakralannya harus tetap dijaga, sebab pacu jalur ini sudah mendarah daging bagi orang Kuantan," katanya.

Terkait polemik ini perihal penyebutan nama sponsor, tokoh mudah Kuansing, Rizki JP Poliang, SH. MH yang merupakan lawyer kondang menimpali, bahwa pada prinsipnya sponsor dan jalur jalur yang disponsori, tidak ada kaitannya dengan panitia/penyelenggara.

"Panitia/penyelenggara hanya bertugas mencatat dan menghimpun nama-nama jalur yang mendaftar," katanya.

Terkait Perbup no 26 tahun 2025 Rizki, berpendapat, langkah ini menurutnya bentuk kesadaran pemerintah dalam menjaga originalitas budaya pacu jalur, sangat perlu kiranya nilai filosofis yang terkandung dalam nama sebuah jalur itu tetap dipertahankan sebagaimana dahulunya budaya ini lahir.

"Meskipun sposorship di mungkinkan untuk di tuliskan di badan jalur, baju, maupun pendayung, sebaiknya jangan di satukan menjadi sebuah nama dari jalur tersebut, karena ini untuk menjaga kemurnian identitas budaya pacu jalur itu sendiri," katanya.

Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, mengatakan nama jalur itu diberi pada acara yang sangat sakral, yang disebut malam mandiang (melayur) jalur, semalam suntuk. "Itulah nama aslinya yang tak boleh di ubah/diumumkan dalam pergelaran Budaya yang biasanya ritual keagamaannya di doakan orang satu Nagori. (Lokal widom)," terangnya.

Perkara seponsor pemerintah menyambut baik dan berterima kasih atas bantuan dan sumabangan sukarela para donatur, akan tetapi mestinya menyumbang secara ikhlas, ( tidak harus di umumkan komentator di pengeras suara, karena ini acara pacu rayon / agenda resmi pemerintah setiap tahun).

"Donatur membantu harusnya dengan niat mendukung lestarinya Budaya pacu jalur, menyumbang atas dasar kesadaran cinta kelestarian budaya (tidak ria) silahkan pasang di dinding jalur, di pendayung, kostum anak jalur, baleho dan spanduk di kajang jalur," pungkasnya.*** (Jok)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Senin, 12 Januari 2026

Demi Kemajuan Pendidikan Vokasi di Riau, Tim Capella Honda Tempuh Lokasi Pelosok dan Terluar

Tim Capella Honda tempuh lokasi pelosok dan terluar. Kerja nyata majukan pendidikan vokasi di Riau.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Sabtu, 10 Januari 2026

Awali 2026, Capella Honda Hadirkan Program TRENDI dengan Beragam Keuntungan Menarik

Ayo dapatkan banyak keuntungan menarik dari Program TRENDI. Sambutan manis untuk tahun 2026 dari Capella Honda.

Advertorial
Rabu, 31 Desember 2025

PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas Lewat Pelatihan Laundry Sepatu

PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Kelompok Disabilitas Lewat Pelatihan Laundry Sepatu.

Galeri
Kamis, 27 Nopember 2025

Galeri, Pelantikan Pengurus LAMR 2025–2030, Bupati Inhil Terima Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah

Galeri, Pelantikan Pengurus LAMR 2025–2030, Bupati Inhil Terima Gelar Adat Datuk Seri Setia Amanah

Advertorial
Senin, 29 Desember 2025

Cetak Teknisi AC Terampil, PHR Wujudkan SDM Siak Berdaya Saing

PHR Cetak Teknisi AC Terampil, Wujudkan SDM Siak Berdaya Saing

Berita Lainnya

Jumat, 16 Januari 2026

MBG Sorek I Pelalawan Luncurkan Program Jumat Berkah Bersama Mitra


Jumat, 16 Januari 2026

Hadiah Utama Umroh, 650 Peserta Memdaftar Mancing Mania di Kuansing


Jumat, 16 Januari 2026

Polsek Tanah Putih Hadiri Musrenbang Kepenghuluan Putat Tahun Anggaran 2026


Jumat, 16 Januari 2026

Bupati Kuansing Ucapkan Terima Kasih Atas Dedikasi Kapolres AKBP R. Ricky


Jumat, 16 Januari 2026

SPPG Dapur MBG Luter Food Manfaatkan Waktu Libur dengan Senam Pagi dan Sarapan Bersama


Jumat, 16 Januari 2026

Empat Terdakwa Korupsi Pembangunan Penyeberangan Sagu di Meranti Dihukum 4 Hingga 7 Tahun Penjara


Kamis, 15 Januari 2026

PHR Konfirmasi Discovery Play Stratigrafik Sumur Mustang Hitam-001 di Rokan


Kamis, 15 Januari 2026

Oknum ASN Jarang Masuk Kantor, Pemkab Inhu Terapkan Sanksi Disiplin


Kamis, 15 Januari 2026

Puluhan Penutup Drainase di Bengkalis Raib Digondol Maling


Kamis, 15 Januari 2026

Pemkab Kuansing Gelar Rakor Bersama Dandim Inhu - Kuansing, Bahas TMMD


Kamis, 15 Januari 2026

Satgas Nataru 2025/2026 Berakhir, Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sukses Pastikan Energi Tetap Mengalir


Kamis, 15 Januari 2026

Ikan Patin Hingga Kangkung, Lapas Bengkalis Panen Raya Ketahanan Pangan


Kamis, 15 Januari 2026

Event Basket Terbesar di Kota Bertuah, 924 Atlet Semarakkan Kejurkot V Perbasi Pekanbaru


Kamis, 15 Januari 2026

Laporan Mendalam Riauterkini.com di Teras.id,
Gagasan DIR; Antara Idealisme, Konstitusional, dan Keadilan


Kamis, 15 Januari 2026

Demi Kenyamanan Ibadah, ASN Pelalawan Gotong Royong Bersihkan Masjid Agung Ulul Azmi


Kamis, 15 Januari 2026

Patroli Perbankan, Polsek Ukui Pastikan Lingkungan Aman dan Kondusif


Kamis, 15 Januari 2026

Lapas Kelas IIA Tembilahan Ikut Panen Raya Serentak, Bukti Nyata Transformasi Kemandirian Warga Binaan


Kamis, 15 Januari 2026

Kapolda Riau Tegaskan Masa Depan Lingkungan di Tangan Generasi Muda


Kamis, 15 Januari 2026

Hampir Dua Bulan Tiada Kejelasan, Orang Tua Korban Bullying Kembali Datangi Polresta Pekanbaru


Kamis, 15 Januari 2026

BUMD Riau Pangan Bertuah Datangkan Cabai dan Bawang dari Jawa