Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 22
 
 
 
Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI – Tenun memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Melayu. Tidak hanya berfungsi sebagai kain, tenun juga sarat akan nilai, filosofi, dan makna yang diwariskan lintas generasi. Hingga kini, tenun tetap hidup sebagai bagian dari identitas budaya dan keseharian masyarakat Melayu.

Melalui Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung, upaya pelestarian tradisi tenun Melayu terus dijaga dan dikembangkan. Inisiatif ini mendapat dukungan dari Program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">(RAPP) sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya lokal.

Dukungan tersebut sejalan dengan komitmen keberlanjutan APRIL2030, khususnya pada pilar Kemajuan Inklusif, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui prakarsa transformatif. Melalui pendampingan, penguatan kapasitas, serta dukungan sarana produksi, program ini juga menjadi bagian dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Di balik kisah sukses Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung yang berdiri sejak tahun 2024, ada sosok Yulhendra yang akrab disapa Ira. Sebagai ketua kelompok, Ira berperan penting menggerakkan para perajin, menjaga kualitas tenun, sekaligus memastikan tradisi tenun Melayu tetap hidup di tengah tantangan zaman.

Sebelum fokus mengelola usaha Rumah Tenun Pulau Payung, Ira sempat berprofesi sebagai guru. Seiring berjalannya waktu, ia memilih untuk mendedikasikan seluruh perhatiannya dalam mengembangkan Rumah Tenun Pulau Payung agar berkembang, dengan dukungan penuh dari sang suami

“Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung ini berawal dari niatan saya untuk melestarikan warisan budaya tenun Melayu yang mulai jarang ditemui, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Bak gayung bersambut, niat tersebut disambut baik oleh tim CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP," ungkap Ira.

Pada tahap awal pembentukannya, dukungan dari tim CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP diwujudkan melalui pemberian dua unit Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) beserta sarana pendukung lainnya, seperti kursi dan lemari untuk kebutuhan pajangan produk. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat penyediaan fasilitas, tetapi juga diiringi dengan pendampingan berkelanjutan.

Pada Desember 2025, CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP kembali menambah satu unit ATBM. Dengan demikian, hingga saat ini Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung memiliki total lima unit ATBM, terdiri dari tiga unit bantuan CD PT a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP dan dua unit dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan.

CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP juga secara aktif menghadirkan teknisi untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan alat secara berkala, serta menyelenggarakan kelas pelatihan bagi anggota kelompok usaha. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, menjaga kualitas produksi, dan memastikan keberlanjutan usaha tenun yang dikelola masyarakat.

“Kami merintis usaha ini dari nol, beruntung kami mendapat dukungan penuh dari Program CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP, Awalnya kami diberikan pelatihan selama 3 minggu di Pekanbaru, selama masa tersebut kami banyak belajar mengenai teknik menenun. Lalu setelah itu baru kami menerima bantuan berupa ATBM dan pendampingan,” tutur Ira.

Pelatihan tersebut turut berkolaborasi dengan Rumah Tenun Wan Fitri sebagai pusat kerajinan tenun songket khas Melayu yang ikonik di Kota Pekanbaru yang telah berdiri sejak tahun 1993. Pada pelatihan tersebut Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung mendapat pelatihan mulai dari perkenalan alat dan motif hingga ke teknis pengerjaan.

Ira juga mengakui bahwa tidak mudah bagi kelompoknya untuk langsung mahir mengerjakan tenun. Pada tahap awal, masih banyak anggota yang belum memiliki keterampilan memadai. Namun, berkat tekad dan keinginan belajar yang tinggi dari seluruh anggota kelompok, kemampuan mereka terus berkembang. Kini, setiap anggota mampu menghasilkan hingga tujuh sampai delapan lembar kain tenun dalam satu bulan.

Produk tenun yang dihasilkan Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung saat ini terbagi ke dalam tiga jenis kain. Jenis pertama berupa kain untuk produk atasan, seperti blazer dan blouse, yang dirancang dengan motif lebih kecil. Jenis kedua adalah kain samping atau kain bawah dengan motif lebih penuh dan padat dan produk ketiga berupa selendang yang menjadi pelengkap busana.

“Terkadang pesanan datang dengan permintaan motif tertentu, seperti pucuk rebung atau tampuk manggis, sesuai keinginan pemesan. Namun, pada dasarnya kami memang lebih banyak memproduksi motif Melayu. Setiap motif Melayu itu memiliki ceritanya tersendiri,” jelas Ira.

Produk tenun Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung dipasarkan per lembar dengan ukuran 2,5 meter. Untuk kain produk busana atasan seperti blazer, harga dibanderol sekitar Rp750.000 per potong. Adapun kain bawah atau samping dipasarkan seharga Rp900.000 per lembar, sedangkan selendang ditawarkan dengan harga Rp300.000.

Head of CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP, Ferdinand Leohansen Simatupang, mengapresiasi konsistensi dan semangat Kelompok Usaha Rumah Tenun Pulau Payung. Menurutnya, yang paling penting dari perjalanan kelompok ini adalah komitmen anggota dalam menjaga kualitas produksi serta membangun jaringan pasar, sehingga usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

“Rumah Tenun Pulau Payung merupakan contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami berharap kelompok usaha ini tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas yang dapat diterima masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan serta kebanggaan budaya bagi masyarakat Pelalawan,” ujar Ferdinand.

Dari segi promosi, CD a href="https://www.aprilasia.com" target="_blank">RAPP juga melakukan penguatan branding agar produk tenun Rumah Tenun Pulau Payung semakin dikenal masyarakat luas. Dukungan tersebut diwujudkan melalui fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai even internal dan pameran daerah. Pada helat Pelalawan 2025, Rumah Tenun Pulau Payung meraih penghargaan runner up stan UMKM terbaik dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Untuk diketahui, Rumah Tenun Pulau Payung juga aktif membagikan berbagai konten hasil karya tenun melalui media sosial. Bagi masyarakat yang berminat untuk mengetahui lebih lanjut maupun melihat koleksi produk, dapat mengunjungi akun Instagram @tenun_pulaupayung serta laman Facebook Rumah Tenun Pulau Payung.***(rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Rabu, 11 Pebruari 2026

Menumbuhkan Kehidupan Kembali: Langkah PHR Memulihkan Fungsi Tanah di Bumi Riau

PHR konsisten memulihkan fungsi tanah di Riau. Dalam rangka menumbuhkan kembali kehidupan.

Galeri
Rabu, 11 Pebruari 2026

Polisi Periksa 33 Saksi Kasus Pembunuhan Gajah di Ukui, Pelalawan

Pembunuhan gajah dan dugaan pencurian gadingnya diselidiki Polda Riau. 33 saksi telah diperiksa.

Advertorial
Selasa, 03 Pebruari 2026

Sinergi Bagi Negeri, Capella Group Kembali Gelar Donor Darah

Kepedulian dalam Sinergi Bagi Negeri kembali digelar. Berupa bakti sosial donor darah Capella Group.

Advertorial
Kamis, 22 Januari 2026

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat dan Potensi Lokal di Pelalawan

Rumah Tenun Pulau Payung Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Berbasis Pemberdayaan Potensi Lokal di Kabupaten Pelalawan.

Galeri
Jumat, 28 Nopember 2025

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Bupati Inhil Buka Secara Resmi Giat Publikasi Stunting Dan Advokasi Lintas Sektor

Advertorial
Senin, 19 Januari 2026

Touring Bersama New PCX 160, Betah dan Nyaman Tanpa Khawatir Merasa Lelah

Komunitas New PCX 160 Pekanbaru gelar touring bersama. Perjalanan panjang menjadi nyaman dan tanpa kelelahan.

Berita Lainnya

Minggu, 15 Pebruari 2026

Jaga Toleransi dan Keamanan, Polsek Ukui Rutin Patroli Rumah Ibadah


Minggu, 15 Pebruari 2026

Dua Pria Ditangkap karena Curi Tandan Sawit di Kebun Perusahaan di Langgam Pelalawan


Minggu, 15 Pebruari 2026

Satlantas Polres Pelalawan Tertibkan Knalpot Brong, 20 Pelanggar Ditilang


Minggu, 15 Pebruari 2026

Antisipasi Kebutuhan Ramadan, KDD RAPP Perkuat Stok Bank Darah di Riau


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Patroli Rutin, Polsek Tanah Putih Pastikan Pipa PHR Aman


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Pertama di Indonesia: Jakarta Luncurkan SDGs Corner di Museum Bahari


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Kesulitan Air, 10 Hektar Lahan Gambut di Rupat Terbakar


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Personil BPBD dan Damkar Riau dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Pelalawan


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Aang Ananda Pimpin IKA Faperta Unri 2026-2030


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Anggota DPR RI Komisi IX Sosialisasikan Program MBG di Sintong, Ratusan Warga Antusias Hadir


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Launching di Gramedia, Buku Musim yang Tak Sempat Kita Miliki Sapa Penggemar di Pekanbaru


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Kasus Perselingkuhan ASN, Dulu di Dispar Riau, Kini RSUD Arifin Achmad


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Jelang Ramadan, Polisi Ukui Imbau Warga Aktif Jaga Kamtibmas


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Olahraga Bersama, Polres Rokan Hilir Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Soliditas Jelang Ramadan


Sabtu, 14 Pebruari 2026

PGN Area Pekanbaru Apresiasi PAM Obvit Polda Perkuat Komitmen Green City


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Wisata Kuliner Kampung Durian Runtuh Siapkan Menu Spesial Ramadhan, Mulai Daging Salai Hingga Masak Kemak


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Lapas Telukkuantan Over Kapasitas, Pemkab Kuansing Perjuangkan Dana Pusat


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Jual Pil Perusak Otak di Kafe, Dua Pemuda di Pinggir Bengkalis Diringkus Polisi


Sabtu, 14 Pebruari 2026

Produksi PKO PTPN IV PalmCo di Kampar Tembus 115.000 Ton Sepanjang 2025


Jumat, 13 Pebruari 2026

Audiensi dengan Kementerian Transmigrasi, Wabup Kuansing Perjuangkan Ruas Jalan Kawasan Ekstrans