Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Kurangi Risiko Penyakit Zoonosis Prioritas, WHO Apresiasi Kepemimpinan Indonesia dalam Aksi One Health



Riauterkin-JAKARTA – Pada Hari Kesehatan Sedunia, World Health Organization (WHO) menyoroti kemajuan Indonesia dalam mengurangi risiko kesehatan dari penyakit zoonosis melalui penguatan pendekatan One Health. One Health mengakui kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terkait erat dan harus ditangani bersama.

Dipimpin Pemerintah Indonesia dan didukung oleh WHO dan para mitra, negara ini telah memperluas upaya pencegahan, surveilans, dan respons bersama di berbagai sektor.

“Indonesia menunjukkan cara aksi multisektoral yang terkoordinasi dapat mengurangi risiko kita dari penyakit zoonosis,” kata Dr. N. Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia. “Dengan kerja sama sektor kesehatan, pertanian, kedokteran hewan, dan lingkungan, Indonesia memperkuat deteksi dini, meningkatkan respons, dan melindungi masyarakat dengan risiko tertinggi.”

Penyakit zoonosis adalah infeksi yang dapat menyebar antara hewan dan manusia, seringkali melalui kontak dekat atau lingkungan yang terkontaminasi. Secara global, lebih dari 60 persen penyakit menular yang diketahui dan hingga 75 persen penyakit baru berasal dari hewan. Penyakit zoonosis memengaruhi lebih dari 2 miliar orang dan merenggut lebih dari 2 juta nyawa setiap tahunnya. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menghadapi peningkatan risiko zoonosis yang terkait dengan bencana terkait iklim, perubahan lingkungan, serta interaksi erat antara manusia, hewan, dan alam.

Upaya One Health Indonesia berfokus pada penyakit zoonosis prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Pada tahun 2025, WHO mendukung uji coba surveilans terpadu flu burung berbasis pendekatan One Health di lima provinsi prioritas, dengan pasar unggas tradisional sebagai lokasi peringatan dini yang penting. Untuk leptospirosis, peningkatan surveilans terintegrasi, penilaian risiko bersama, deteksi dini, pengobatan yang cepat, serta kesadaran masyarakat telah membantu kolaborasi multisektoral, memperkuat kesiapan sistem kesehatan, dan mengurangi kematian di daerah rawan banjir.

Untuk mengurangi dampak antraks, WHO mendukung pelatihan petugas kesehatan garda terdepan dan pemantauan kejadian akut. Sementara itu, untuk rabies, WHO terus mendukung surveilans, manajemen kasus, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Pengalaman Indonesia mencerminkan perhatian regional dan global yang lebih tinggi terhadap One Health, karena negara-negara menghadapi makin tingginya dampak kesehatan akibat perubahan iklim, gangguan lingkungan, dan penyakit menular baru. Tantangan bersama ini menyoroti perlunya kolaborasi berbasis sains yang menghubungkan tindakan lokal dengan solusi regional dan global.

Pemerintah Indonesia terus memimpin dalam memajukan One Health di ASEAN dan sekitarnya. Komitmen ini akan disoroti pada One Health Summit, yang akan mempertemukan para kepala negara dan menteri untuk mendorong dukungan politik tingkat tinggi dan menerjemahkan komitmen menjadi tindakan terkoordinasi untuk melindungi kesehatan bagi semua.

Setelah pertemuan tersebut, dilaksanakan pula Global Forum of WHO Collaborating Centres yang menekankan pentingnya investasi dan kemitraan berkelanjutan pada sains dan kedokteran secara keseluruhan. Forum ini merayakan jaringan global WHO yang terdiri dari lebih dari 800 Pusat Kolaborasi, termasuk dua di Indonesia untuk keperawatan dan kebidanan serta pencegahan ketulian dan gangguan pendengaran. Lembaga-lembaga ini melakukan penelitian dan kegiatan penting yang membantu menghasilkan penemuan ilmiah penyelamat nyawa, mendukung negara-negara untuk mendeteksi wabah penyakit lebih awal, memperkuat sistem laboratorium, meningkatkan keamanan pangan, serta membangun tenaga kerja kesehatan yang lebih siap.***(rl)

keterangan foto: Upaya One Health di Indonesia berfokus pada penyakit zoonosis prioritas seperti flu burung, leptospirosis, antraks, dan rabies. Dalam foto ini, tim gabungan Kementerian Kesehatan RI–WHO melakukan surveilans di pasar unggas di Surabaya sebagai bagian dari program percontohan di lima provinsi pada tahun 2025. Kredit: WHO/Fieni Aprilia

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 10 September 2026

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School

Capella Honda Riau Apresiasi 26 SMK Mitra Binaan Program AHASS Goes to School.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Minggu, 06 September 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026

Capella Honda Apresiasi Konsumen Loyal di Momen Hari Pelanggan Nasional 2026.

Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Berita Lainnya

Selasa, 08 September 2026

Latma Manyar Indopura 2026 Resmi Dibuka di Lanud Roesmin Nurjadin, Perkuat Sinergi TNI AU dan RSAF


Selasa, 08 September 2026

Dorong Percepatan Dekarbonisasi, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Raih Juara 1 AEBT 2026


Selasa, 08 September 2026

Pasca Kasus MBG Basi, Diskes Inhu Imbau SPPG Patuhi SOP


Selasa, 08 September 2026

Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing


Selasa, 08 September 2026

Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW, Murid Muhammadiyah Harus Jadi Pelanjut Persyarikatan


Selasa, 08 September 2026

Karhutla Meluas di 14 Kecamatan dan Siak Dikepung Asap, Siswa Terpaksa Belajar Daring


Selasa, 08 September 2026

Maulid Nabi di Panipahan, Polres Rohil Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Kamtibmas


Selasa, 08 September 2026

Polda Riau Kerahkan Drone Pemadam Api Karhutla di Siak


Selasa, 08 September 2026

Lewat Pengeras Suara, Polsek Tanah Putih Ajak Warga Bersama Cegah Karhutla


Selasa, 08 September 2026

Jalan Transmigrasi Giri Sako Segera Diaspal, Plt Bupati Kuansing Sebut Sudah Diajukan ke Kementerian Transmigrasi


Senin, 07 September 2026

Nyaris Timbulkan Keracunan, Korcam di Inhu Tegur SPPG Sajikan MBG Basi


Senin, 07 September 2026

Danamon Raih Penghargaan Pembiayaan Otomotif Terbaik di Indonesia


Senin, 07 September 2026

RSUD Indrasari Rengat Inhu Segera Buka Kembali Ruang Perawatan VIP


Senin, 07 September 2026

Karhutla di Sungai Beringin Kembali Menyala, Luasan Terbakar Capai 15 Hektar


Senin, 07 September 2026

Gunakan Pengeras Suara, Polisi Imbau Jaga Kamtibmas dan Peduli Lingkungan


Senin, 07 September 2026

Harpelnas, PLN UP3 Rengat Resmikan SPKLU Bank Mandiri Kota Rengat Inhu


Senin, 07 September 2026

Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Batang Tuaka Ikuti Sholat Istisqa


Senin, 07 September 2026

Pemprov Riau Minta Solusi Adil Terkait Pembatasan Truk CPO Tol Pekanbaru-Dumai


Senin, 07 September 2026

Riau Melangkah Maju Terapkan Standar Pasar Karbon Hutan Berintegritas Tinggi Pertama di Indonesia


Senin, 07 September 2026

Penerbang Tempur F-16 Lanud Rsn Laksanakan Misi Ganda Latihan dan Pemantauan Karhutla