Logo RTC
Logo AMSI
Logo HUT RTC Ke 23
 
 
Koperasi Pucuk Rebung Ekspor Produk UMKM Hingga Negeri Sakura



Riauterkini-PEKANBARU - Yuneli (49) tidak pernah membayangkan perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung bisa sejauh ini. Berawal dari kesederhanaan dapur-dapur rumah tangga di Pekanbaru, kini produk-produk olahan lokal mereka berhasil menembus pasar internasional. Merek yang dahulunya hanya dikenal di pasar lokal, kini melenggang dan hadir di rak-rak pusat jajanan Jepang, tentunya membawa harum nama bumi Lancang Kuning.

Tidak mudah bagi Yuneli bersama pelaku UMKM yang tergabung di Koperasi Pucuk Rebung sampai pada tahap ini. Butuh perjuangan dan keyakinan meski di tengah keterbatasan untuk menembus standar pasar internasional. Sebut saja, kapasitas produksi yang belum memenuhi standar ekspor, minimnya akses jaringan pasar dan buyer luar negeri, hingga belum terpenuhinya standar kemasan, keamanan pangan (food safety), dan dokumen ekspor yang disyaratkan negara tujuan menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus.

Yuneli mengenang, kondisi sulit ini sempat membuat banyak produk khas Melayu Riau sulit berkembang, meski memiliki potensi dan cita rasa unggulan, sulit keluar dari pasar lokal. Namun ratusan UMKM yang tergabung di Koperasi Pucuk Rebung tidak tinggal diam. Mereka terus berupaya meningkatkan kualitas produk hingga naik kelas. Usaha tidak menghianati hasil, kini produk-produk unggulan ‘terbang’ ke negeri Sakura, turut meramaikan aneka kuliner mancanegara.

Keberhasilan Koperasi UMKM Pucuk Rebung menembus pasar internasional, menurut Yuneli, tidak terlepas dari peran PHR yang secara konsisten mendampingi Pengembangan UMKM binaan. Melalui Program Pengembangan UMKM, Ekonomi, Pemuda, dan Perempuan, PHR tidak hanya memberikan pelatihan dan peningkatan kompetensi bagi para pelaku usaha, tetapi juga memperkuat kapasitas Kelembagaan koperasi, mendukung penyediaan sarana dan prasarana produksi, serta membuka akses promosi dan jejaring pasar yang lebih luas.

Berbagai pendampingan tersebut membantu UMKM memahami standar kualitas, keamanan pangan, pengemasan, hingga kebutuhan pasar ekspor yang menjadi syarat Utama untuk bersaing di Tingkat global. Selain dukungan dari PHR, pemerintah daerah dan instansi terkait turut mengambil peran penting melalui fasilitas berbagai persyaratan administrasi dan kelengapan dokumen ekspor, sehingga produk-produk UMKM binaan dapat menembus pasar internasional.

“Perjalanan bukanlah proses yang instan. Kami memulainya dengan memperkuat kualitas produk, aktif mengikuti berbagai pameran internasional, business matching, hingga memperkenalkan produk kepada calon buyer dari berbagai negara,” ujar Yuneli , selaku Ketua Koperasi Pucuk Rebung.

Sejumlah produk khas Melayu menjadi andalan Koperasi Pucuk Rebung dalam menembus pasar ekspor. Di antaranya: Ikan Salai Patin & Pisang Kipas Rajawali, Mi Sagu Bu Tuti & Nastar Sagu, Bandrek Lazuhardy & Emping Alpukat, Buah Naga, Madu Murni, Bakso Olahan, hingga Bumbu Rendang Khas. Seluruh produk disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi rasa, dan regulasi konsumen di masing-masing negara tujuan.

“Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi berbagai pihak. PHR memberikan pendampingan usaha, peningkatan kompetensi pelaku UMKM, penyediaan sarana dan prasarana produksi, hingga pembukaan akses promosi dan pasar. Dukungan tak kalah penting juga datang dari pemerintah daerah serta instansi terkait dalam fasilitasi kelengkapan dokumen ekspor,” tuturnya.

Jepang merupakan negara yang terkenal memiliki standar pengawasan kualitas dan keamanan pangan paling ketat di dunia. Koperasi ini harus melalui serangkaian tahapan yang tak mudah. Mulai dari komunikasi intensif dengan calon buyer, pengiriman sampel bertahap, penyesuaian desain dan fungsi kemasan, hingga pemenuhan administrasi ekspor. Perjuangan membuahkan hasil, ekspor perdana berhasil direalisasikan melalui pengiriman 400 pak Pisang Kipas Rajawali.

Sebelumnya, Koperasi UMKM Pucuk Rebung telah lebih dulu mengepakkan sayapnya ke negeri jiran Malaysia. Koperasi telah mencatatkan 4 kali pengiriman dengan nilai transaksi kumulatif mencapai puluhan juta rupiah.

“Pasar Jepang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi, oleh karena itu, kami menjadikan setiap proses evaluasi sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas. Kami percaya bahwa mutu merupakan kunci utama agar produk UMKM dapat bertahan dan berkembang di pasar internasional,” tambah Yuneli.

Koperasi UMKM Pucuk Rebung optimis keberhasilan ini dapat menjadi momentum penting dan menjadi inspirasi bagi banyak pelaku UMKM di Riau untuk berani memasuki rantai pasok global. Langkah yang berawal dari dapur-dapur sederhana ini bukan sekadar tentang angka penjualan ekspor, melainkan tentang meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga pelaku UMKM, memperluas kesempatan kerja lokal, serta memperkuat daya saing produk tanah melayu di kancah internasional.***(rls)

 
BERITA SEBELUMNYA :
Advertorial
Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru.

Galeri
Rabu, 19 Agustus 2026

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Dari Renungan Suci hingga Resepsi, Potret HUT ke-81 RI di Inhu

Advertorial
Senin, 27 Juli 2026

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Peringati HAN ke-42, Bupati Inhu Tegaskan Pemenuhan Hak Hak Anak

Advertorial
Kamis, 09 Juli 2026

100 Bikers Ramaikan Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru

Gelaran Vario Street Nation 2026 di Pekanbaru berlangsung meriah. Diikuti 100 pemotor alias bikers.

Galeri
Senin, 17 Agustus 2026

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Bacakan Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan ke-81 RI

Galeri, Ketua DPRD Inhil Iwan Taruna Mengikuti dan Baca Teks Proklamasi pada Upacara Hari HUT Kemerdekaan RI ke-81

Advertorial
Selasa, 23 Juni 2026

HUT ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

HUT Ke-242 Pekanbaru, Dari Green City Hingga Rekor Dunia Talam Ketan Durian

Berita Lainnya

Jumat, 04 September 2026

BRK Syariah dan Pemko Tanjungpinang Luncurkan Gurindam Pay, Inovasi Digital untuk Optimalkan PAD Secara Real Time


Kamis, 03 September 2026

Gencarkan Sosialisasi Ini ke Warga, Polisi Cegah Karhutla


Kamis, 03 September 2026

Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup


Kamis, 03 September 2026

Diduga Palsukan Surat Penjualan Tanah, Mantan Kades Buruk Bakul Bengkalis Ditahan Polisi


Kamis, 03 September 2026

Karhutla Kembali Berkobar, Helikopter Waterbombing Dikerahkan ke Inhu, Bengkalis dan Meranti


Kamis, 03 September 2026

Komisi III DPRD Riau Soroti Pengelolaan Kantin SMA 1 dan SMA 9 Pekanbaru


Kamis, 03 September 2026

Bawa 1.020 Tanda Tangan, Warga Rupat Desak Imigrasi Deportasi WN Malaysia Chua Cin Heng


Kamis, 03 September 2026

Sempat Padam, Karhutla Sungai Beringin Tembilahan Kembali Muncul


Kamis, 03 September 2026

PGN Siap Salurkan Gas Bumi ke 3 UMKM di Pelalawan


Kamis, 03 September 2026

31 Tahun Kopkar RAPP, Perkuat Usaha dan Kepercayaan Anggota


Kamis, 03 September 2026

Kupas Fenomena Haid Pada Wanita, dr Iddo Pastikan Sakit Saat Menstruasi Adalah Kondisi Tak Normal


Kamis, 03 September 2026

Goro Massal, Pemkab Kuansing Benahi Kebersihan dan Arsip Perkantoran


Kamis, 03 September 2026

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Lanjutkan Pendinginan Karhutla di Bengkalis dan Kepulauan Meranti


Kamis, 03 September 2026

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator LAN Aceh Studi Lapangan ke Kantor Imigrasi Medan


Kamis, 03 September 2026

UPTJJ Wilayah II PUPR Gerak Cepat Perbaiki Ruas Jalan di Rohil


Kamis, 03 September 2026

Dua Tersangka dan Puluhan Butir Ekstasi Diamankan Polisi di Kerumutan, Pelalawan


Kamis, 03 September 2026

New Vario Evo Night Ride Vol 2, Lebih dari 170 Bikers Terangi Malam Pekanbaru


Kamis, 03 September 2026

Ada Suara Letupan di Kilang Dumai, Begini Penjelasan pertamina


Kamis, 03 September 2026

Jaga Objek Vital Tetap Aman, Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Malam


Kamis, 03 September 2026

Program BSP Peduli, Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat