Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 2 Maret 2021 21:24
PT. EDI Menyalurkan CSR Berupa Mesin Potong Rumput Ke Pemuda dan Karang Taruna Kota Lama

Selasa, 2 Maret 2021 20:42
HMI Badko Riau Kepri Pencabutan Perpres Investasi Miras

Selasa, 2 Maret 2021 20:24
Ditemani Bupati Siak, Andi Rachman Sosialisasi RUU ASN

Selasa, 2 Maret 2021 20:06
Wagubri Hadiri Pelantikan ADPM

Selasa, 2 Maret 2021 19:53
Test Penulisan Makalah, Dua Peserta Assessment Gugur

Selasa, 2 Maret 2021 18:24
APINDO Riau Sambut Baik Pencabutan Perpres Investasi Miras

Selasa, 2 Maret 2021 18:21
Tewas Saat Kontak Senjata dengan Terduga Teroris di Poso, Prajurit TNI Dimakamkan di Pekanbaru

Selasa, 2 Maret 2021 18:17
TMMD ke-110 TA 2021 Resmi Dibuka, Sekda Rohul Ajak Masyarakat Ikut Berpartisipasi

Selasa, 2 Maret 2021 18:14
BI Terbitkan Ketentuan Pelonggaran LTV/FTV dan Uang Muka

Selasa, 2 Maret 2021 18:11
Tunggakan Tagihah Listrik Berbuntut Pemadaman Lampu Jalan, Ketua DPRD Pelalawan Siap Pasang Badan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 16 Juli 2016 10:04
Kabut Tebal Paksa Pesawat Citilink Alihkan Pendaratan ke Batam

Satu penerbangan dari Jakarta tujuan Bandara SSK II Pekanbaru tak berjalan mulus. Kabut tebal menyebabkan pendaratan dialihkan ke Batam.

Riauterkini-PEKANBARU- Sekitar pukul 7.20 WIB, Sabtu (16/7/16) kabut tebal sempat menyelimudi Kota Pekanbaru dan sekitarnya. Akibatnya, jarak pandang menjadi terbatas dan kondisi tersebut menjadi ancaman bagi keselamatan penerbangan.

Dampaknya, penerbangan Pesawat Citilink dari Jakarta tujuan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang sediakan mendarat pukul 7.20 WIB harus dialihkan ke Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

“Tadi, sekitar pukul 7.20 WIB mendadak muncul kabut yang cukup tebal, sehingga otoritas penerbangan meminta pendaratan pesawat dihentikan sementara, sehingga Pesawat Citilink dari Jakarta harus dialihkan pendaratannya ke Batam,” ujar Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru Bambang menjawab riauterkinicom.

Untungnya cuaca tak bersahabat tersebut hanya sebentar. Tak berlangsung lama. Kabut tebal berlahan menghilang dan akhirnya jarak pandang kembali normal.

“Pada pukul 7.40 WIB cauca normal dan Pesawat Garuda dari Jakarta mendarat sesuai jadwal. Sampai sekarang kondisinya tetap normal,” demikian penjelasannya.***(mad)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Puluhan Hektar Terbakar, Karhutla di Bengkalis Masih Terjadi
- Pemkab Inhu Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
- Chevron Bersihkan 99 Persen Tumpahan Minyak di Dermaga 4 Pelabuhan Dumai
- Mantan Waka DPRD Kuansing Sindir Penertiban PETI 
- Latih Personel Atasi Karhutla, Polda Riau Gandeng PT RAPP
- Ilog di Hutan Lindung Bukit Batabuah Bikin Obyek Wisata di Kuansing Hilang Pesona
- Hutan Lindung Bukit Batabuah Porak Poranda Dijarah Pembalak Liar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com