Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 13 Mei 2021 19:56
Bertambah 513, Total Kasus Positif Covid-19 di Riau Capai 51.046

Kamis, 13 Mei 2021 18:53
Bupati Zukri Imam dan Khatib Sholat Id Keluarga di Depan Rumdis

Kamis, 13 Mei 2021 17:50
Warga Bengkalis Meninggal Dunia Positif Covid-19 Kembali Bertambah

Kamis, 13 Mei 2021 17:00
Beredar Surat Kadin Bengkalis Minta Minuman Kaleng Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 16:25
849 Warga Binaan Rutan Pekanbaru Dapatkan Remisi Khusus Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 16:05
Pelaksanaan Sholat Ied di Pangkalan Kuras Dapat Pengamanan Kepolisian

Kamis, 13 Mei 2021 15:34
Libatkan Tokoh Agama, Polsek Bunut Apresiasi Pelaksanaan Sholat Ied Sesuai Prokes

Kamis, 13 Mei 2021 14:50
Polsek Pangkalan Lesung Pantau Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Kamis, 13 Mei 2021 14:44
Kapolsek Ukui Imbau Jemaah Soal Prokes

Kamis, 13 Mei 2021 14:39
Kapolsek Bandar Sei Kijang Pantau Masyarakat di Pos Penyekatan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 3 Agustus 2018 07:47
Dua Pekan Petugas Berjibaku, Kebakaran Lahan di Inhu tak Kunjung Padam

Kebakaran lahan masih terjadi di Inhu. Padahal sudah dua pekan petugas berjibaku memadamkannya.

Riauterkini-RENGAT-Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tak kunjung padam, 13 hari sudah upaya pemadaman dilakukan Satgas Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu, dengan melibatkan satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.

Tak kunjung padamnya kebakaran lahan di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gansal, Inhu walau sudah dilakukan upaya pemadaman selama 13 hari dengan melibatkan helikopter milik BPBD Riau untuk melakukan water bombing. Disampaikan Kepala KPBD Inhu, Widodo kepada awak media Kamis (2/8/18).

"Kalau dihitung hingga hari Kamis ini sudah 13 hari kita melakukan pemadaman api di Desa Penyaguhan," ujarnya.

Diungkapkanya, pihaknya tidak bisa memperkirakan luasan lahan yang terbakar. Kondisi lahan di Desa Penyaguhan merupakan lahan gambut. Selain itu kedalaman gambut di Desa Penyaguhan tersebut diperkirakan lebih dari satu meter. Sehingga api sulit dipadamkan.

"Kondisi lahan gambut, jadi kita sulit memadamkan. Namun karena hujan pada Rabu (1/8/18) malam cukup membantu pemadaman," ungkapnya.

Selain menurunkan petugasnya, KPBD Inhu juga dibantu satu unit helikopter dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau. Dimana ada tiga orang petugas yang ditempatkan di lokasi untuk memandu helikopter dalam melakukan water bombing. Tambahnya.

Selama bulan Juli 2018 kemarin, KPBD Inhu juga mencatat sejumlah titik api yang muncul di beberapa lokasi, diantaranya Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku dan Kecamatan Batang Peranap, Inhu.

"Di Desa Alim memang sempat terdeteksi ada hotspot, namun petugas langsung sigap dan melakukan pemadaman dan tuntas dilakukan satu hari," tegasnya.

KPBD Inhu juga membuka posko siaga Karlahut yang dipusatkan di Kantor KPBD Inhu, hingga Kamis (2/8/18) kemarin diketahui bahwa di Provinsi Riau, hanya Kabupaten Inhu yang masih terdapat titik api dan masih melakukan pemadaman. Jelasnya. *** (guh)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Angin Kencang Terjang Kuansing, Mobil Boks Hancur Tertimpa Pohon
- Tenggelam di Obyek Wisata Pukau Cinta, Dua Bocah Terus Dicari
- Warga Kuansing Diimbau Menjaga Pohon Hias Kota
- Demi Lingkungan, Warga Kuansing Dihimbau Batasi Gunakan Kantong Plastik
- Warga Dievakuasi, Banjir di 6 Wilayah Pekanbaru Meningkat
- 2021, Kasus DBD di Kuansing Cenderung Menurun
- Pemkab Bengkalis Janji Perbaiki Kerusakan Jalan Gajah Mada Duri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com