Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Nopember 2019 22:24
Telah Melamar di 5 Parpol, Pasangan "BERSERI" Unjuk Keseriusan di Pilkada Meranti 2020

Senin, 11 Nopember 2019 21:25
Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis

Senin, 11 Nopember 2019 20:17
Pendaftaran CPNS Kuansing Dimulai 14 Nopember 2019

Senin, 11 Nopember 2019 19:56
Andalkan Gamma Knife, UKM Specialist Centre Jaring Warga Riau

Senin, 11 Nopember 2019 18:02
Sertijab 6 Pejabat Eselon II Sertijab, Sekda Rohul Pesankan Tingkatkan Kinerja

Senin, 11 Nopember 2019 16:42
Bupati Kuansing Pimpin Upacara Hari Pahlawan

Senin, 11 Nopember 2019 16:09
Bawaslu Buka Perekrutan Panwascam Pilkada Bengkalis 2020

Senin, 11 Nopember 2019 16:01
Bupati Sampaikan Estimasi RAPBD Kuansing 2020 Rp 1,2 Triliun

Senin, 11 Nopember 2019 15:55
Adi Sukemi Pulangkan Formulir Pendaftaran di Partai Demokrat

Senin, 11 Nopember 2019 15:45
Mendaftar ke Demokrat Rohul,
Arfizal Anwar Ingin Jadi Juru Kunci dan Bisa Berlayar Bersama Demokrat di Pilkada 2020



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 8 Pebruari 2019 08:33
Lewat Ceramah, Kepala BNPB Sarankan Kampanye Cegah Karlahut Secara Humanis

Sosialisasi cegah Karlahut harus terus dilakukan. Kepala BNPB sarankan dilakukan secara humanis. Bisa lewat ceramah agama.

Riauterkini - PEKANBARU - Langkah pencegahan Kebakaran Hutan Lahan (Karhutla) terbaik adalah pendekatan humanis kepada seluruh lapisan masyarakat.

Tindakan hukum tegas memang sangat diperlukan. Namun pendekatan emosional dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan agama untuk menanamkan perlunya kesadaran agar tak membakar lahan jauh lebih penting.

Demikian dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat memberikan wejangannya di Gedung Daerah terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla khususnya di Riau, Kamis (7/2/19) malam.

Karena itu, seluruh pihak berkepentingan di Riau diharapkan mampu memaksimalkan perannya baik dalam hal pencegahan mau pun pengendalian Karhutla. Baik itu penegak hukum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau manggala agni, instansi pemerintahan terkait lainnya, sampai unsur-unsur yang ada di tingkat bawah kelurahan dan desa sebagai ujung tombak.

Doni bahkan sempat meminta peran ulama agar diikut sertakan dalam melakukan pencegahan Karhutla melalui khotbah atau ceramah-ceramah di mesjid terkait Karhutla.

"Kita inikan terutama kita di Riau mayoritas muslim, mari kita libatkan ulama-ulama kita. Saat ceramah atau khotbah sisipkan soal Karhutla ini. Tidak lama paling dua sampai tiga menit. Kalau semua terlibat Karhutla bisa kita cegah," ujar Doni.

Diakui Kepala BNPB, persoalan Karhutla yang terjadi di Indonesia termasuk Riau dalam beberapa tahun lalu sempat menjadi perhatian. Apalagi asap pekat dari Karhutla b eberapa kali sampai ke negara tetangga Singapura.

"Indonesia memang dikenal dengan daerah rawan bencana. Kita tahu kita tinggal di daerah pertemuan lempeng, hamparan gunung juga tersebar yang mana semua itu berpotensi menimbulkan gempa dan tsunami. Nah Riau, memang aman dari hal ini, di sini juga punya spespikasi bencana yang tak kalah mengkhawatirkan jika dibiarkan, Karhutla termasuk beberapa daerah lainnya juga seperti Kalimantan. Kerugian akibat Karhutka pada 2015 lalu mencapai Rp250 triliun lebih. Berapa kerugian ini yang harus ditanggung," ungkap Doni.

"Karena itu, agar keseimbangan alam tetap terjaga. Hutan-hutan tetap berperan sesuai fungsinya, maka maka tidak ada pilihan kita harus menjaga alam, kemudian setelah itu alam yang akan menjaga kita," harap Doni.

Hadir pada kesempatan ini Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Sekdaprov Riau Ahmad Syah Harofie, Danrem 031/WB, Danlanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Bupati/walikota, Kepala BPBD Riau Edward Sanger serta berbagai undangan lainnya.***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pengecoran Box Proyek Pemprov di Benai, Kuansing Tunggu Tanah Kering dan Kuat
- Kurang, Hanya 11 Persen Kawasan Lindung di Riau
- DKPP Dumai Kurang Respon Keluhan Keberadaan RPH Babi Ilegal Dekat Musholla
- Diduga Tergerus Air, Jalan Lintas Siak-Buton Putus
- KLHK RI Gelar Sinergi Peran Laboratorium Dukung Early Warning System Bencana Lingkungan
- Bencana Asap Berlalu, Banjir pun Kini Merendam Sejumlah Kawasan di Rohil
- Keoala DLHK Sebut Kesadaran Warga Jadi Kunci Pekanbaru Raih Penghargaan Adipura


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com