Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 April 2019 14:58
Manfaatkan Lahan Marginal, Warga Kualu Nenas Panen Raya Semangka 30 Ton

Memanfaatkan lahan tidur guna meningkatkan perekonomian masyarakat, Pertamina MOR I bekerjasama dengan Forum Layanan Iptek Bagi Masyarakat (FlipMas) Batobo, fasilitasi masyarakat Desa Kualu Nenas, Kampar bercocok tanam hingga mampu panen semangka sebanyak 30 ton.

Riauterkini - PEKANBARU - Melihat sektor pertanian menjadi jawara pertumbuhan ekonomi Riau pada 2018 dengan menyumbang sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,11 persen menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kampar, PT Pertamina MOR I dan FlipMas Batobo rangkul warga desa Kualu Nenas, Kampar manfaatkan lahan marginal. Program pemanfaatan lahan bertajuk Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM).

Unit Manager Communication & CSR MOR I, Roby Hervindo kepada riauterkini.com, Kamis (11/04/19) mengatakan KEM yang memanfaatkan lahan tidur ini bertujuan meningkatkan hasil tanam yang juga akan berpengaruh dalam penumbuhkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik.

"di Kualu Nenas ini ada sekitar 3,5 hektar lahan marginal yang masyarakat manfaatkan menjadi kebun Semangka. Bahkan saat ini sudah mulai dipanen," katanya.

Lanjutnya, lahan di Desa Kualu Nenas pun dinilai cocok untuk ditanami semangka. Ini terbukti panen perdana mencapai total 30 ton.

"Melalui KEM, warga Desa Kualu Nenas juga mendapat bimbingan dan motivasi dari tim FlipMas. Bimbingan cara bercocok tanam, mengatasi hama, memilih jenis tanaman yang cocok dengan lahan, serta menyesuaikan waktu tanam dengan panen terhadap kebutuhan pasar," paparnya.

Untuk diketahui pada program KEM Kualu Nenas, Pertamina memberikan total bantuan sebesar Rp 295 juta. Pesertanya terdiri dari 27 kepala keluarga. Program dimulai sejak Desember 2018 yang saat ini telah dapat dipetik hasilnya.

Bukan hanya semangka, terdapat juga beberapa komuditi yang turut ditanam dalam lahan tersebut. Seperti Melon, Cabai, dan Jagung. "Melalui sinergi bersama FlipMas, Pemda dan masyarakat, program KEM diharapkan dapat mewujudkan peran Pertamina dalam membangun negeri. Sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang mandiri," paparnya.

Sementara Bupati Kampar, Catur Sugeng yang diwakili oleh Suhermi ST sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM serta ditemani Kadis Pertanian Kampar Hendri Dunan sangat mengapresiasi program KEM di Desa Kualu Nenas ini. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat sebab dihadirkan bimbingan dan pelatihan-pelatihan dalam memanfaatkan lahan marginal. Sehingga meningkatkan pendapatan warga.

"Kita turut bangga dan apresiasi dengan adanya program Pertamina dan FlipMas Batobo ini. Mudah-mudahan ini dapat menjadi salah satu tonggak bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dalam memenuhi kebutuhan hidupnya," paparnya.

Ditambahkan, Rozali salah satu petani yang tergabung dalam Flibmas Batobo Kualu Nenas ini mengatakan, Ia bersama petani yang lain sangat terbantu dengan adanya program KEM dari pertamina ini. Sebab, selain diberi bantuan Ia juga diberi bimbingan, pelatihan bahkan juga hingga teknik managemen pemasaran hingga pengelolaan hasil panen.

"Tapi, memang saat ini kita masih membutuhkan alat untuk memperluas lahan yang kita miliki. Seperti mesin singkal, dan rotari. Mudah-mudahan pemerintah kampar mau mengulurkan bantuan untuk pengadaan alat tersebut. Memang kita saat ini miliki satu unit, namun statusnya masih minjam," singkatnya.***(rul)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan
- Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis
- Tim BBKSDA Riau Evakuasi Beruang dari Bukit Timah, Dumai
- Beruang Keliaran di Bukit Timah Dumai
- Tenayan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com