Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 8 Mei 2019 16:55
BKP Serahkan 172 Gigi Beruang Madu ilegal ke BBKSDA Riau

Balai Karantina Pertanian (BKP) menyerahkan 172 gigi beruang madu ke BBKSDA Riau. Gigi ilegal adalah tangkapan avsec bandara SSK II.

Riauterkini-PEKANBARU-Balai Karantina Pertanian Pekanbaru menyerahkan 156 dari 172 gigi taring beruang madu ilegal hasil penahanan Avsec SSK II Pekanbaru kepada BBKSDA Riau Rabu (8/5/19). Penyerahan dilakukan di kantor Balai Karantina Pekanbaru dan disaksikan GM SSK II Pekanbaru, Jaya Tahona Sirait.

Kepala Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, Rina Delfi mengatakan 172 gigi taring beruang tersebut merupakan hasil penahanan pada 24 Januari 2019 di cargo Bandara SSK II Pekanbaru kerjasama AVSEC dan Karantina Pertanian Pekanbaru.

Penahanan bermula dari kecurigaan petugas AVSEC bandara SSK II Pekanbaru saat pemeriksaan x-ray terhadap paket yang bertuliskan berisi makanan. Selanjutnya petugas AVSEC menyerahkan paket tersebut kepada petugas Karantina Pertanian Pekanbaru.

Menurut Rina, paket berisikan 172 gigi beruang madu itu dikemas dalam kardus berukuran 26 x 20 x 14 cm. Paket kerdus itu rencananya dikirim dari Pekanbaru tujuan Jakarta Barat melalui jasa ekspedisi.

"Paket berisikan 172 gigi taring hewan yang masing-masing dikemas dalam plastik kecil berisikan 4 buah gigi," terang Rina.

Pengiriman gigi taring beruang madu tanpa sertifikat kesehatan dari karantina ini menurut Rina melanggar Undang-Undang RI No.16/1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan serta PP No.82/2000 tentang Karantina Hewan.

Karantina Pertanian Pekanbaru menyerahkan gigi taring beruang madu sebanyak 156 buah dari total keseluruhan sebanyak 172 buah dengan sisanya digunakan untuk pengujian di LIPI dan sebagai sampel arsip.*( H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT AA
- Infeksi Saluran Pencernaan Kronis Tewaskan Gajah Kadang Kulim
- Kapal Sembako Tenggelam, Ribuan Bungkus Mie Instan Mengapung di Sungai Siak
- 2020, Pemkab Kuansing Usulkan Pembangunan 5 Jembatan Gantung ke Pusat
- Kawanan Gajah Santroni Rumah Janda di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com