Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 13 Juli 2020 21:56
FKPMR Taja Webinar WK Migas Rokan

Senin, 13 Juli 2020 21:49
BNI Raih Bank Internasional Terbaik se-Asia Tenggara Tahun 2020

Senin, 13 Juli 2020 21:46
Pertanyakan Status Lahan KIT, Komisi II Gelar RDP Dengan PT SPP

Senin, 13 Juli 2020 21:43
Dinilai Lamban Tangani Dugaan SPPD Fiktif, Mahasiswa Demo Polres Inhu

Senin, 13 Juli 2020 21:40
Permintaan Audiensi Ditolak Kejati Riau, Mahasiswa Meranti Ancam Akan Kerahkan Massa

Senin, 13 Juli 2020 21:40
Baru 518 Desa Punya Perpustakaan

Senin, 13 Juli 2020 21:39
Bertambah Tiga Kasus, Diantaranya Nenek Berusia 80 Tahun Positif Covid-19

Senin, 13 Juli 2020 17:53
Bertambah Tiga Kasus, Diantaranya Nenek Berusia 80 Tahun Positif Covid-19

Senin, 13 Juli 2020 16:27
Ribuan Paket Pasar Murah Mulai Didistribusikan untuk Duri Timur dan Simpang Padang, Bengkalis

Senin, 13 Juli 2020 16:22
Bupati Kuansing Ajak IKKS Selalu Rajut Silaturahmi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 12 Juni 2019 18:09
BBKSDA Riau Giring Gajah Liar dari Peranap dan Kelayang

3 ekor gajah liar yang merusak sawit warga Peranap dan Kelayang digiring gajah latih2 ke TNTN.

Riauterkini-PEKANBARU- Konflik antara satwa dan manusia tidak henti hentinya terjadi di wilayah kerja Balai Besar KSDA Riau. Kali ini konflik Gajah dengan manusia terjadi di Kecamatan Peranap dan Kelayanh, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.

Empat ekor gajah liar (alephas maximus sumatrae) memakan sawit warga yang kebanyakan berumur 2 sampai 5 tahun. Gajah gajah tersebut sudah beberapa lama mendiami dua Kecamatan yaitu Kecamatan Peranap dan Kecamatan Kelayang.

Terkait hal itu, Balai Besar KSDA Riau bersinergi dengan WWF dan Yayasan TNTN melakukan penggiringan satwa dilindungi tersebut.

Menurut humas BBKSDA Riau, Dian Indriati, Rabu (12/6/19), pada 11 Juni 2019, tim telah melakukan rapat dan koordinasi bersama Wakil Bupati Indragiri Hulu, Kecamatan Peranap (4 desa dan 2 kelurahan), Kecamatan Kelayang, Polsek Peranap, Danramil Peranap, PT. RAPP, PT. RPI, PTPN V, PT. Bintang dan masyarakat yang berdampak.

Tim melakukan survey jalur untuk penggiringan dengan gajah latih. Saat survey, tim menemukan 3 gajah liar berada di belakang pasar baru Peranap tengah berendam.

"Malamnya dilakukan pembahasan kembali teknis penggiringan dengan gajah latih yang direncanakan akan dilakukan keesokan harinya, yaitu tanggal 12 Juni 2019 ke arah kantong gajah Tesso Nilo (15 km dari TKP)," kata Dian.

Untuk satwa Gajah latih sendiri, menurut Dian Tim Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan WWF mengirimkan bantuan 2 Gajah latih dari Lubuk Kembang Bungo. Yaitu gajah bernama Rahman berumur sekitar 35- 40 tahun dengan berat kurang lebih 4 ton dan gajah Indro berumur sekitar 30-35 tahun dengan berat 3,5 ton. Keduanya berjenis kelamin jantan. *(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah
- Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis
- Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Kapolres Pelalawan Ajak Bersatu Menjaga Kampung
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Riau Luncurkan Program Gerakan Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com