Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 2 Juli 2020 19:45
Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD

Kamis, 2 Juli 2020 18:20
Tambah Pos Chek Point Covid-19, Dishub Riau Sebut Perbatasan Masih Dijaga Ketat

Kamis, 2 Juli 2020 17:47
Amuk Riau Minta KPK Usut Dugaan Kasus Korupsi yang Menyeret Ketua DPRD Riau

Kamis, 2 Juli 2020 17:19
Pulang dari Makasar, Hasil Swab Warga Dumai Ternyata Positif

Kamis, 2 Juli 2020 15:48
Ketua DPRD Riau Disebut Terima Uang Ketok Palu

Kamis, 2 Juli 2020 15:39
Diprotes Terkait Transparansi UKT, Rektor UIn Suska Ajak Dialog Mahasiswa

Kamis, 2 Juli 2020 15:33
Anggaran Dialihkan Penanggulangan Covid-19, Tahun Ini Pelalawan Expo Ditiadakan

Kamis, 2 Juli 2020 15:24
SKK Migas-PT CPI Gelar WFD

Kamis, 2 Juli 2020 15:19
Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Pelalawan

Kamis, 2 Juli 2020 14:59
10 RS Ini Masih Rawat Pasien Covid-19


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 18 Juni 2019 20:09
Polisi Investigasi Dugaan Perambahan Hutan Kerumutan Oleh PT RIA

Jajaran Polres Inhil pastikan lakukan investigasi dugaan perambahan hutan oleh PT RIA di areal Suaka Margasatwa Kerumutan. Pasca tewasnya pekerja perusahaan yang diterkam harimau.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Pihak kepolisian akan melakukan investigasi (penyelidikan, red) dugaan terjadinya tindak pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam kegiatan operasional PT Riau Indo Agropalma (PT RIA) di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, atas perambahan kawasan hutan lindung Suaka Margasatwa Kerumutan.

Penegasan ini disampaikan Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH melaluI Kasat Reskrim AKP Indra Lamhot Sihombing SIK ketika dikonfirmasi riauterkinicom, Selasa (18/6/19).

"Ada pak, kita akan lakukan investigasi, " jawab Indra ketika menjawab pertanyaan riauterkinicom, apakah ada upaya polisi untuk menyelidiki dugaan terjadinya tindak pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam operasional PT RIA di areal Suaka Margasatwa Kerumutan. Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengatakan jika lokasi kejadian merupakan kantong harimau sumatera di lahan konsesi.

Sebelumnya, pasca tewasnya seorang pekerja PT RIA akibat diterkam harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae), Kamis (24/5/19) lalu, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menegaskan bahwa lokasi kejadian merupakan kantong harimau Sumatera di lahan konsesi.

Bahkan, BBKSDA Riau saat itu langsung meminta PT RIA menghentikan aktifitasnya di lokasi kejadian, guna menghindari terjadinya serangan harimau tersebut terhadap para pekerja perusahaan HTI ini.

Kepala BBKSDA Riau Haryono menambahkan, harimau yang menyerang pekerja PT RIA itu berasal dari gugusan kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan. Itu memang habitatnya atau lokasi wilayah jelajah harimau Sumatera.

Sehingga mereka belum akan melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut, karena lokasi penyerangan merupakan habitatnya.

"Kawasan itu kan merupakan habitat harimau Sumatera, mau di evakuasi kemana lagi, kan daerah itu kawasan hutan," ujar Haryono, Selasa (28/5/19) di Pekanbaru.

Tim BBKSDA Riau yang turun ke lapangan hanya melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak dilakukan perburuan terhadap harimau.

Untuk diketahui, kawasan Suaka Margasawatwa Kerumutan ditetapkan sebagai kawasan lindung berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 350/Kpts/II/6/1979. Saat ditunjuk, luasnya sekitar 120.000.

Sedangkan Humas PT RIA, Mansyur membantah bahwa perusahaan mereka melakukan aktifitas di kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan yang merupakan kawasan hutan lindung.***(mar).

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi
- Lahan PT Arara Abadi di Pelalawan Terbakar
- Berselang Sehari, Positif Covid-19 di Inhil Bertambah 9 Kasus
- Dokter Positif Corona, Puskesmas Rumpes Tutup Sementara


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com