Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Nopember 2019 10:47
Dewan juga Sesalkan Bank Salah Input Data Gaji Guru PNS Pemkab Pelalawan

Rabu, 13 Nopember 2019 10:42
SK Sekdaprov Belum Jelas, Ahmad Syah Bakal Diperpanjang Jadi Plh

Rabu, 13 Nopember 2019 10:16
Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450

Rabu, 13 Nopember 2019 10:12
Bupati Harris dan Forkompinda Pelalawan Hadiri Rakornas di Jakarta 

Rabu, 13 Nopember 2019 09:24
Tunaikan Janji, Anggota Dewan Bengkalis Ini Serahkan Material Bangunan ke Surau

Rabu, 13 Nopember 2019 08:23
Maksimalkan Layanan Mudah dan Cepat,
Dukcapil Bengkalis Gesa Terapkan TTE ke Seluruh Petugas UPT Kecamatan


Rabu, 13 Nopember 2019 07:20
Kemenkes RI Beri Penghargaan GP2SP kepada PT RAPP

Selasa, 12 Nopember 2019 22:11
Pasca Jalan Siak Amblas, Nagaline dan Meranti Ekspres Percepat Jadwal Keberangkatan Menuju Pekanbaru

Selasa, 12 Nopember 2019 21:20
Bupati Mursini Lepas Kontingen Batminton Kuansing ke Kejurprov di Inhu

Selasa, 12 Nopember 2019 19:53
KPA Pekanbaru dan PT. Angkasa Pura II Gelar Sosialisasi Bahaya HIV/Aids


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Juni 2019 18:24
Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing

Lima kawanan gajah berkeliaran di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kuansing. Hewan dilindungi ini sempat merusak kebun warga.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Lima kawanan Gajah tengah berkeliaran di Kecamatan Cerenti, tepatnya di Desa pesikaian. Sebelumnya kawanan Gajah juga sempat menyasar di Desa Sikakak.

Info yang diterima kawanan Gajah ini dikabarkan sempat merusak perkebunan milik warga sekitar seperti karet dan sawit. Meskipun tidak ada menimbulkan korban jiwa, namun masyarakat dibuat cukup cemas.

Kasubag Humas Polres Kuansing AKP Kadarusmansyah, juga membenarkan adanya kawanan Gajah ini. Menurutnya, jumlah Gajah ini ada lima ekor.

"Ada lima ekor yang terlihat, tapi masyarakat dan aparat di sana tak bisa mendekat karena dapat membahayakan, sebab Gajah liar," ujar Kadarusmansyah, Selasa (25/6/2019) kepada wartawan.

Menurutnya, pengrusakan kebun milik warga oleh kawanan Gajah ini, terjadi Rabu (19/6/2019) lalu, di Desa Pesikaian Kecamatan Cerenti.

"Kebun karet ada sekitar 20 pohon yang di rusak sedangkan sawit ada sekitar 30 batang," jelas Kadarus.

Diperkirakan lima kawanan Gajah liar ini, berasal dari Hutan Lindung Teso Nilo, Kabupaten Pelalawan.

Saat ini menurutnya lima kawanan Gajah ini masih berada di sekitar kebun warga dan tak jauh dari pemukiman masyarakat.

"Hingga kini masyarakat masih berjaga-jaga dan mengusir Gajah dengan peralatan seadanya," kata Kadarus.

Sejauh ini menurutnya, langkah yang dilakukan koordinasi dengan bagian rehab Dinas Kehutanan Kuansing dan pihak BKSDA Desa Petai Kecamatan Singingi Hilir.

"Kemudian kepada masyarakat dihimbau supaya tidak meracuni dan membunuh Gajah tersebut, dan berjaga-jaga agar tidak masuk pemukiman warga," terangnya.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PT Astra Agro Lestari Gelar Talk Show Gambut untuk Milenial
- Mirsal Gagas Kampung Biopori di Kelurahan Tangkerang Labuai
- Pengecoran Box Proyek Pemprov di Benai, Kuansing Tunggu Tanah Kering dan Kuat
- Kurang, Hanya 11 Persen Kawasan Lindung di Riau
- DKPP Dumai Kurang Respon Keluhan Keberadaan RPH Babi Ilegal Dekat Musholla
- Diduga Tergerus Air, Jalan Lintas Siak-Buton Putus
- KLHK RI Gelar Sinergi Peran Laboratorium Dukung Early Warning System Bencana Lingkungan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com