Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 September 2021 13:48
Kasus Melandai, Masyarakat Bengkalis Diingatkan Jangan Lengah

Sabtu, 25 September 2021 09:37
Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai

Sabtu, 25 September 2021 09:31
Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua

Sabtu, 25 September 2021 08:57
Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1

Sabtu, 25 September 2021 08:51
Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru

Sabtu, 25 September 2021 08:48
Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang

Sabtu, 25 September 2021 07:37
Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako

Sabtu, 25 September 2021 07:31
Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu

Sabtu, 25 September 2021 07:24
Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat

Jum’at, 24 September 2021 20:46
Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 29 Juni 2019 17:17
Warga Rohul Diserang Beruang Saat Menyadap Karet

Seorang petani di Rohul lolos dari maut. Kakinya luka parah akibat diserang beruang saat menyadap karet.

Riauterkini-PEKANBARU-Kembali terjadi konflik satwa dengan manusia di Riau. Warga Desa Sungai Salak, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diserang beruang saat menyandap getah pohon karet, Kamis (27/6/19). Beruntung korban bernama Lubis berhasil lolos dari maut, meskipun menderita luka parah di bagian kaki.

"Korban diserang beruang saat berada di kebun karet, yang berjarak sekitar satu kilometer dari perumahan penduduk," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III BBKSDA Riau, Bintang Hutajulu, kepada wartaean di Pekanbaru, Sabtu (29/6/19).

Dijelaskan Bintang, serangan beruang bermula saat korban pergi ke kebun untuk menyadap karet. Tanpa diduga, seekor beruang datang dan menyerang korban. Secara naluri, korban berusaha melawan dan berusah lari. Beruntung beruang tidak melanjutkan serangan dan meninggalkan korban.

Terkait kejadian itu, tim BBKSDA Riau sudah diturunkan ke lokasi. "Tim kami sudah berada di sana. Saat ini tim bersama perangkat desa setempat memasang perangkap untuk mengevakuasi beruang tersebut," kata Bintang.

Setelah memasang perangkap, tim langsung menjenguk korban yang sedang dirawat di rumah sakit terdekat.

"Tim kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menyampaikan bahwa beruang adalah satwa dilindungi. Selain itu kami mengimbau masyarakat hati-hati saat beraktivitas di kebun," demikian penjelasan Bintang.***(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dilarikan Buaya, Nelayan di Rohil Dalam Pencarian Tim SAR
- PimpinHUT Agraria 2021, Bupati Kuansing Minta Pelayanan Agraria Ditingkatkan
- Tim BBKSDA Riau Lepas Liarkan Python Reticulatus ke Habitatnya
- Jelang Akhir Tahun, Kapolres Minta 70 Persen Masyarakat Kuansing Sudah Divaksin
- Mengecat Gapura, Pekerja Bangunan di Pekanbaru Kesetrum
- Setahun Rusak Ditabrak Tongkang, Dermaga Ransang, Pelalawan Belum Diperbaiki
- Harimau Penyerang Pekerja PT Uniseraya Tertangkap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com