Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 7 Desember 2019 16:35
Tunaikan Aspirasi, Anggota DPRD Bengkalis Ini Haru Serahkan Ambulance di Desa Palkun

Sabtu, 7 Desember 2019 14:56
‎PT SPR Langgak Salurkan Bantuan Beasiswa ke Mahasiswa Berprestasi di Kabupaten Rohul

Sabtu, 7 Desember 2019 14:16
Balita 3 Tahun di Rohul yang Tenggelam di Sungai Rokan Ditemukan‎ Meninggal Tersangkut

Sabtu, 7 Desember 2019 13:46
Dua Korban Tanah Longsor di Desa Rokan Koto Ruang Ditemukan Meninggal Tertimbun

Sabtu, 7 Desember 2019 13:24
Temui Bupati Mursini, Ibu-ibu IKKS dari Sejumlah Provinsi Pulang Kampung

Sabtu, 7 Desember 2019 11:27
Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana

Sabtu, 7 Desember 2019 10:28
Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah

Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Jum’at, 6 Desember 2019 17:30
Dikerjakan Swakelola Bersama PT BOS, PSR Desa Bencah Kesuma Dinilai Berhasil oleh Dirjenbun dan DPR RI

Jum’at, 6 Desember 2019 17:20
Libur Natal dan Tahun Baru 2020,
Telkomsel Pastikan Perkuat Layanan Jaringan Untuk Semua Masyarakat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 19 Juli 2019 14:42
Capai Satu Kilometer Lebih, Abrasi di Bengkalis jadi Perhatian Menko Kemaritiman

Menko Kemaritiman akan lebih memperhatikan penanganan abrasi di Desa Meskom, Bengkalis, yang telah mencapai lebih dari 1 kilometer.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau H Syamsuar pimpin rapat tindaklanjut abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Dari pertemuan yang digelar di ruang melati Kantor Gubernur Riau ini disampaikan, abrasi terparah ada di Desa Meskom yang berada di Pulau Bengkalis.

"Ini tentu jadi perhatian kita. Makanya dalam rapat ini kita libatkan juga dari Kementerian Kemaritiman RI yang sebelumnya juga sudah turun langsung ke lapangan melakukan kajian," kata Gubri, pada rapat tindaklanjut penanganan abrasi di Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Jumat (19/7/19).

Dua pejabat dari Kemenko Kemaritiman yang hadir dalam pertemuan ini diantaranya Deputy Kebencanaan, Sahat. Diharapkan langkah penanganan abrasi yang terjadi di Bengkalis dan Meranti tersebut segera diatasi.

Sementara Dr Sigit Sutikno, salah seorang peneliti dari pusat studi bencana LPM Universitas Riau (UR) memaparkan dua pulau yang langsung berbatasan dengan Selat Melaka tersebut terbilang parah. Terutama di Desa Meskom yang ada di Pulau Bengkalis yang abrasinya mencapai 1,1 kilometer dalam kurun waktu 30 tahun sejak 1989-2019.

Menurut Sigit, parahnya abrasi yang berada di teluk pulau Bengkalis tersebut diantaranya dikarenakan kondisi tanah yang bergambut. Kondisi tanah bergambut menyebabkan labil terbawa arus akibat terjangan gelombang.

"Seharusnya ini cepat dilakukan langkah-langkah penanggulangan. Jangan sampai abrasi terus mengikis daratan. Seperti di Desa Meskipun misalnya abrasi susah mencapai 1,1 kilometer," papar Sigit.

Selain itu, titik abrasi terparah juga terjadi Tanjung Medang yang terletak di Pulau Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti, yakni mencapai 450 meter juga dihitung dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Kemudian abrasi di Pulau Rangsang Meranti ini juga terdapat di Sungai Gayugg kiri mencapai 300 meter. Desa Bunggur abrasi 80 meter, Desa Tanah Merah 145 meter serta di Desa Bantar 339 meter.

Disampaikan juga abrasi juga terjadi di wilayah Rupat Utara. Disampaikan abrasi di pulau berbatasan dengan Selat Melaka ini mencapai 163 meter.

"Solusinya buat segera break water atau pemecah ombak. Kemudian Jetty untuk penampubg lumpur yabg berguna untuk keberlangsungan tanaman maggrove, sebagai pencegah abrasi.*(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah
- Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar
- Kader HMI 25 Daerah Peduli Lingkungan di Bengkalis
- Eksplorasi Keindahan Mangrove Solop, Disparporabud dan ISSI Inhil Bersiap Taja JES 2019
- Selain Timbun Limbah, Status Lahan PT Bukara Diluar Kawasan PT Kawasan Industri Dumai
- Pengabdi dan Penyelamat Lingkungan, Dua Warga Bengkalis Raih Penghargaan Setia Lestari Bumi
- BBKSDA Riau Jalin Kerjasama Kemitraan Konservasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com