Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 18 Januari 2020 17:31
Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rupat, Bengkalis Kembali Terbakar

Sabtu, 18 Januari 2020 17:01
Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh

Sabtu, 18 Januari 2020 16:25
Wagubri Harap IDI Riau dan Pekanbaru Tingkatkan Ilmu dan Pelayanan Masyarakat

Sabtu, 18 Januari 2020 15:10
Kado HUT ke-39, Bupati Rohul Janji Pemkab Bangun Jalan Poros Desa Pasir Jaya

Sabtu, 18 Januari 2020 14:57
Ketua DPC Askonas Rohul‎ Berharap Kegiatan Pembangunan Perhatikan Aspek Lingkungan

Sabtu, 18 Januari 2020 14:23
Audensi Bersama Kadiskes Riau, AMKR Bisa Jadi Garda Perubahan Hidup Sehat

Sabtu, 18 Januari 2020 12:12
Masyarakat Sungai Paku Doakan Andi Putra-Suhardiman Amby Menang Pilkada Kuansing

Sabtu, 18 Januari 2020 10:12
Merun Merambat Kebun Orang Lain, Buruh Tani di Bengkalis Ditangkap Polisi

Sabtu, 18 Januari 2020 09:57
Truk Tangki CPO Seruduk Rumah Warga Duri

Jum’at, 17 Januari 2020 20:05
Nama Yan Prana dan Indra Dikirm ke OJK Sebagai Calon Komut


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 10:21
Kemarau Keringkan Sumur, Banyak Warga Kuansing Kembali Mandi dan Cuci di Sungai

Sebagian masyarakat Kuansing kembali mandi dan cuci di Sungai. Mereka kesulitan air karena sumur kering akibat kemarau.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kemarau melanda Kuansing sejak beberapa bulan lalu membuat masyarakat kesulitan untuk mendpatkan air terutama untuk keperluan mandi dan mencuci. Kini masyarakat kembali memanfaatkan Sungai Kuantan.

Kemarau ini tidak hanya dirasakan warga yang jauh dari sumber air, bahkan warga di seputaran pinggiran sungai juga merasakan hal serupa sehingga terpaksa memanfaatkan air Sungai Kuantan untuk keperluan sehari-hari.

Seperti diungkapkan Ita, salah seorang warga Pangean yang rumahnya berada di pinggiran Sungai, ia pun merasakan kesulitan air, sebab sumur miliknya hanya sumur biasa, bukan sumur bor.

"Warga di pinggiran Sungai juga kesulitan apalagi yang berada jauh dari sumber air maupun dataran tinggi," ungkapnya kepada riauterkini.com Rabu (14/8/2019).

Diceritakan Ita, ia memanfaatkan air Sungai Kuantan untuk keperluan sehari-hari hanya untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk air minum ia suplay melalu depot pengisian ulang.

Sungai Kuantan menurutnya, saat ini tidak hanya dimanfaatkan warga seputaran pinggiran Sungai, tapi juga warga yang berada jauh dari Sungai Kuantan.

"Kalau sore hari ramai masyarakat yang mandi. Tidak hanya warga sekitar Sungai tapi juga warga tetangga yang berada jauh dari Sungai," jelasnya.

Tidak hanya Ita, mengeluhkan kesulitan air, warga Telukkuantan juga merasakan hal serupa, seperti di akui Sri, meski sumurnya adalah sumur bor tapi untuk penyedotan pertama air baru bisa naik harus dipancing dulu.

"Kalau tanpa dipancing tak mau naik, saking dangkalnya air. Meskipun sumur merupakan sumur bor," akunya.

Dikatakanya, di Kuansing sendiri sudah hampir 1 bulan lebih hujan tidak turun, kondisi ini menurutnya membuat keadaan tanah dan sejumlah tanaman mulai gersang karena tidak adanya serapan air.

"Semoga kesulitan air ini segera berakhir begitu juga dengan kemarau, supaya masyarakat tidak disulitkan situasi ini," harapnya.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh
- Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK
- Upika Singingi, Kuansing Gotong-royong Bersihkan Fasum
- Eksekusi Lahan Gagal, PT Peputra Supra Jaya Kangkangi Keputusan MA
- Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, Ini Kata Penggiat Lingkungan
- Diduga Tercemar Limbah PKS,
Warga Rohul Ramai-ramai Tangkap Ikan Mati di Sungai Batang Kumu Tambusai

- Proyek Tuntas, Jalan Kebanggaan Masyarakat Duri Belum Aman Dilalui


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com