Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 15 Juli 2020 18:29
PKS Pelalawan Dukung Ridi - Habibi di Pilkada Pelalawan

Rabu, 15 Juli 2020 18:12
Satu Pasien Sembuh Hari Ini Berasal dari Klaster Palembang

Rabu, 15 Juli 2020 17:39
Nihil Kasus Poisitif, Satu Pasien Covid-19 Dinyatakan Sehat

Rabu, 15 Juli 2020 17:29
Aspekari Riau Kunjungi Poktan Ternak Desa Lahang Baru Inhil

Rabu, 15 Juli 2020 17:27
Diduga Terlibat Karhutla, Jikalahari Laporkan PT Arara Abadi ke Polda

Rabu, 15 Juli 2020 16:42
HUT Adhyaksa ke 60 dan HUT IAD XX 2020, Kajari Pelalawan Taja Baksos

Rabu, 15 Juli 2020 16:36
Sidang Perdana Karhutla PT Adei, Jaksa Bacakan Dakwaan

Rabu, 15 Juli 2020 15:33
64 Kepala SMPN Mundur, Dewan Minta Lapor Jika Mereka Ditekan

Rabu, 15 Juli 2020 15:27
Bertepuk Sebelah Tangan Dengan PKS,
Demokrat Bengkalis Tidak Akan Tinggal Diam


Rabu, 15 Juli 2020 15:08
Nilai Investasi Terbesar di Riau Terbanyak di Dumai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 13:52
IKPS Minta Lurah dan Camat Undang Tokoh Masyarakat Bahas Ancaman terhadap Sungai Hulubandar

Sungai Hulubandar yang memiliki nilai sejarah, kini keberadaannya mulai memprihatinkan. Ikatan Keluarga Pelalawan di Pekanbaru mengimbau lurah dan camat setempat untuk mengundang tokoh masyarakat membahasnya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Sekretaris Ikatan Keluarga Pelalawan di Pekanbaru, Azwar Rahman meminta kepada lurah, dan camat Kecamatan Pelalawan untuk secepatnya mengundang para tokoh Pelalawan baik yang ada di kabupaten maupun Provinsi untuk melakukan musyawarah terkait dengan nasib sungai Hulubandar yang kondisinya memprihatinkan.

"Kita minta lurah dan camat berinisiatif undang para tokoh untuk membahas lebih jauh permasalahan yang ada," terang Azwar Rahman saat diminta pendapat terkait kondisi Sungai Hulubandar yang terancam, Rabu (14/8/19).

      Azwar mengakui bahwa banyak orang lupa bahwa Sungai Hulubandar memiliki nilai sejarah begitu penting bagi Pelalawan, sehingga keadaannya dan kelestarian sungai yang juga disebut Sungai Rasau itu terabaikan.

       Ditambahkan bahwa Sungai Hulubandar sempat menjadi pusat kekuasaan bahkan permukiman puluhan ribu masyarakat kerajaan Pelalawan. "Sungai ini diyakini menyimpan begitu banyak peninggalan sejarah yang belum tergali. jika sungai ini hancur maka sama dengan kehancuran sejarah," ujarnya.

       Pada konteks lain Hulubandar merupakan juga sumber kehidupan dan salah satu sumber air bersih, karena itu hendaknya semua pihak harus menyadari persoalan yang ada.

        Karena itu menurut, ketua partai berkarya Kabupaten Pelalawan itu, semua pihak termasuk Perusahaan harus memperhatikan, jangan usaha mereka sampai menciderai pihak lain.

        Menurut Azwar masalah yang terjadi pada Sungai Hulubandar bukankah masalah sepele dan di selesaikan begitu saja, tetapi harus dilakukan penyelesaian yang menyeluruh, "ini Sungai benar benar aset penting bukan saja bagi lurah Pelalawan, tetapi juga aset penting bagi Daerah bahkan nasional, Sebab jejak sejarah di kawasan Kerajaan Pelalawan pusatnya di Sungai Hulubandar.

       Atas pertimbangan itu ia,  meminta agar semua pihak, baik masyarakat, pemerintah lurah kecamatan bahkan kabupaten, provinsi bahkan nasional untuk dapat memperhatikan masalah ini, intimnya memang mau atau tidak mau Sungai Hulubandar harus dilestarikan dan harus tetap terjaga.*(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PT Sari Lembah Subur Gelar Apel Siaga Antisipasi Karhutla
- Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah
- Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis
- Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Kapolres Pelalawan Ajak Bersatu Menjaga Kampung
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Riau Luncurkan Program Gerakan Jaga Kampung


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com