Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 12 Juli 2020 21:41
Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi

Ahad, 12 Juli 2020 20:49
Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata

Ahad, 12 Juli 2020 20:14
Golkar Dukung Adi Sukemi - M Rais Sah Maju Pilkada Pelalawan

Ahad, 12 Juli 2020 19:50
Pilkada Inhu, Golkar Rekomendasi Rezita Meylani-Junaidi Rahmat

Ahad, 12 Juli 2020 16:44
Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19

Ahad, 12 Juli 2020 14:23
Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin

Ahad, 12 Juli 2020 12:22
Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui Pelalawan Dimutasi

Sabtu, 11 Juli 2020 21:10
Belajar Pengelolaan Anggaran, DPRD Tanah Datar Sambangi DPRD Kota Pekanbaru

Sabtu, 11 Juli 2020 20:51
Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah

Sabtu, 11 Juli 2020 19:46
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses,
VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Agustus 2019 15:23
Rusak Ekosistem, Penambangan Emas Ilegal di Desa Petapahan Gunung Toar, Kuansing Terus Berlangsung

Para penambang emas liar di Gunung Toar, Kuansing, sepertinya tak pernah jera. Padahal aparat terkait tiap sebentar menggelar razia.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Tidak tanggung-tanggung Kuansing terus diporak porandakan oleh pelaku PETI. Seperti yang terdapat di Desa Petapahan Kecamatan Gunung Toar, sejumlah alat berat masih didapati beroperasi melakukan penambangan.

Alat berat ini diketahui masih beroperasi setelah Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes, SH turun ke lapangan meninjau lokasi penambangan, Rabu (14/8/2019) siang.

"Dari paninjauan kita ke lapangan memang sejumlah alat berat masih ada yang menambang di Sungai Desa Petapahan," ujar Nerdi.

Menurut Nerdi, pelaku PETI ini sudah beroperasi sejak 8 bulan lalu, hingga sampai sekarang. Para pelaku PETI ini kata dia masih tetap aman menjalankan aktifitasnya.

Ia minta pihak berwajib dan pihak terkait agar turun tangan menertipkan PETI yang merusak lingkungan ini. Sebab, beberapa kali Desa petahapan sudah terdampak bencana akibat kondisi ini.

"Belum lama ini kita melihat Desa Petapahan kan terkena dampaknya seperti banjir bandang yang sempat menghanyutkan rumah warga di seputaran alliran Sungai Desa setempat," sebutnya.

Itu menurutnya, akibat kondisi Sungai yang tak beraturan lagi sehingga aliran Sungai tak berada pada jalur yang tepat, bahkan kedudukan bendungan sempat membuat kecemasan bagi warga sekitar, karena perna jebol.

"Kalau melihat kondisi sekarang betapa hancurnya Negeri kita ini, akibat ulah manusia-manusia yang tidak punya kepedulian terhadap lingkungan," sesal Nerdi.

Terkait masalah PETI ini, ia akan membuat laporan ke Polres Kuansing, supaya dilakukan tindakan tegas oleh pihak berwajib agar aktifitas PETI ini benar-benar bersih dari lingkungan di Kuansing.

"Besok rencananya kita akan membuat laporan ke Polres Kuansing, agar pelaku PETI ini bisa ditindak tegas untuk tidak lagi beroperasi," jelas Nerdi.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah
- Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis
- Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Kapolres Pelalawan Ajak Bersatu Menjaga Kampung
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Riau Luncurkan Program Gerakan Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com