Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 4 Juni 2020 18:44
Ada Mobile Tunai BNI di Era New Normal

Kamis, 4 Juni 2020 17:51
Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah

Kamis, 4 Juni 2020 17:08
Smartfren Hadirkan Kartu Perdana 1ON+ Dengan Bonus Kuota Melimpah

Kamis, 4 Juni 2020 16:35
Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP

Kamis, 4 Juni 2020 16:17
Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS

Kamis, 4 Juni 2020 14:45
Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif

Kamis, 4 Juni 2020 13:53
Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri

Kamis, 4 Juni 2020 13:47
Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla

Kamis, 4 Juni 2020 13:43
Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis

Kamis, 4 Juni 2020 13:37
Kabupaten Inhu Siap Menyongsong New Normal


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 16 Agustus 2019 09:22
Alhamdulillah,Kuansing dan Hampir Seluruh Wilayah Riau Diguyur Hujan Deras

Harapan dan doa masyarakat Riau dikabulkan Tuhan. Pagi ini hujan merata mengguyur, termasuk di Kuansing.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hampir dua bulan Kuansing dilanda kemarau tanpa hujan. Namun syukurlah pagi ini Kota Telukkuantan sempat diguyur hujan beberapa saat. Hujan juga dikabarkan mengguyur merata di hampir seluruh wilayah Pekanbaru.

Meski guyuran hujan ini tidak berlangsung cukup lama, namun curah hujan terbilang lebat membasahi Kota Telukkuantan.

Turunnya hujan ini disambut rasa syukur warga masyarakat Kuansing, terutama yang berdomisili di Kota Telukkuantan.

Seperti diungkapkan salah seorang Ibu Rumah Tangga, Ayu ia berharap hujan yang turun ini semoga menjadi awal berakhirnya kemarau yang melanda Kuansing.

Karena sejumlah tumbuh-tumbuhan menurutnya membutuhkan air, terutama tanaman sayur mayur milik petani. Tidak hanya itu, ia berharap juga hujan ini dapat membasahi lahan yang kering kerontang.

Sebab, lahan ini dapat menjadi petaka jika terjadi kebakaran seperti dampak asap yang mencemari udara dan dapat mengganggu kesehatan.

"Alhamdulillah, semoga menjadi berkah dengan turunya hujan ini dan kemarau bisa berakhir, karena hampir 2 bulan tanpa hujan," kata Ayu Jum'at (16/8/2019) pagi.

Sementara berdasarkan data BMKG yang tayang pada Kamis (15/8/2019) malam, untuk titik api di Kuansing terpantau satelit terra dan aqua terdapat satu titik hotspot dengan luasa 5 Ha lebih kurang.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis
- Tim BBKSDA Riau Evakuasi Beruang dari Bukit Timah, Dumai
- Beruang Keliaran di Bukit Timah Dumai
- Tenayan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT AA


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com