Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 3 Juli 2020 21:08
Ketua Syuro PKB Riau Doakan Hafit Syukri - Erizal Menang di Pilkada Rohul

Jum’at, 3 Juli 2020 19:29
6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembu

Jum’at, 3 Juli 2020 18:05
Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona

Jum’at, 3 Juli 2020 18:02
Gajah TWA Buluh China Melahirkan

Jum’at, 3 Juli 2020 17:35
Seorang Karyawan di Mal Pekanbaru Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 17:03
Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 16:59
Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan

Jum’at, 3 Juli 2020 16:54
Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau

Jum’at, 3 Juli 2020 16:52
CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis

Jum’at, 3 Juli 2020 15:49
Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Agustus 2019 14:15
Ketua F-PAN Pelalawan Minta Presiden Cabut Izin HTI/HGU di Lahan Gambut

Ketua Fraksi PAN DPRD Pelalawan meminta Presiden RI mencabut izin HTI dan HGU di lahan gamubut, termasuk di Pelalawan. Pasalnya, bila terjadi kebakaran, akan sangat merugikan banyak pihak.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Ketua Fraksi PAN Pelalawan Nazzarudin Arnazh, S.Ip meminta Presiden Republik Indonesia (RI) untuk mencabut izin Hutan Tamanan Industri dan Hak Guna Usaha (HGU) di lahan gambut, yang beroperasi di Riau, termasuk di kabupaten Pelalawan.

Hal ini kata dia, mengingat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah menjadi musibah rutin dan tahunan, dampaknya pula dari tahun sudah sangat luar biasa. "Barangkali jika dihitung mudharat dan mamfaatnya, bagi kehidupan di negara ini sudah tidak seimbang," terang Nazzarudin Arnazh, Jumat (23/8/19).

Alasan  agar izin HTI/HGU dilahan gambut dicabut kata dia cukup sederhana. Dimana potensi Karhutla dilahan gambut cukup tinggi. Selain itu pula, jika terjadi kebakaran, dilahan gambut merupakan salah satu penyumbang kabut asap terbesar.

Selain itu, sebutnya, untuk memadam api dilahan gambut ini, memiliki kesulitan yang cukup tinggi. Sementara penghasilan pajak gambut yang diekploitasi tidaklah sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk memadamkan Karhutla.

"Jika kondisi ini, terus menerus dibiarkan dan dilestarikan akan berbahaya terhadap keuangan negara," tegasnya.

Hal yang lebih menyedihkan, kata dia, akibat alih fungsi lahan gambut menjadi lahan perkebunan berdampak pula alih fungsi aparat TNI dan Polri. "Bapak-bapak TNI dan Polri kita, saat ini telah beralih fungsi menjadi tenaga pemadam kebakaran," tandasnya.*(feb)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona
- Gajah TWA Buluh China Melahirkan
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi
- Lahan PT Arara Abadi di Pelalawan Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com