Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 3 Juli 2020 21:08
Ketua Syuro PKB Riau Doakan Hafit Syukri - Erizal Menang di Pilkada Rohul

Jum’at, 3 Juli 2020 19:29
6 Pasien Positif Covid-19 Inhil Sembu

Jum’at, 3 Juli 2020 18:05
Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona

Jum’at, 3 Juli 2020 18:02
Gajah TWA Buluh China Melahirkan

Jum’at, 3 Juli 2020 17:35
Seorang Karyawan di Mal Pekanbaru Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 17:03
Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 16:59
Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan

Jum’at, 3 Juli 2020 16:54
Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau

Jum’at, 3 Juli 2020 16:52
CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis

Jum’at, 3 Juli 2020 15:49
Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 26 Agustus 2019 08:00
Udara tak Sehat, Sekolah di Pekanbaru Diizinkan Liburkan Murid

Kuakitas udara di Kota Pekanbaru tidak sehat akibat kabut asap. Situasi level waspada. Sekolah diizinkan liburkan murid.

Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengakui sudah mendapat informasi terkait kualitas udara yang sejak kemarin tidak sehat, dampak terus memburuknya kabit asap dari kebakaran lahan. Meaki demikian, situasi saat ini belum masuk level bahaya. Masih waspad.

"Kualitas udara memang sudah tidak sehat, tetapi secara SOP (standar operaional.rel), levelnya belum berbahaya. Masih level waspada. Karena itu, saat ini belum bisa kita mengumumkan libur menyeluruh untuk sekolah," ujar Abdul Jamal menjawab riautekini di Pekanbaru, Senin (26/8/19).

Meski demikian, Jamal menjelaskan bahwa sekolah dan orang tua mendapat kelonggaran untuk menentukan kebijakan terkait kegiatan belajar murid. Sekolah diizinkan meliburkan kegiatan belajar jika memang di kawasannya asapnya dianggap berpotensi mengganggu kesehatan.

"Demikian juga kepada orang tua, kota izinkan meliburkan anak kalau anaknya memang rentan terkena Ispa," tuturnya.

Jika sekolah tidak libur, pihak sekokah dihimbau sangat membatasi kegiatan di luar ruangan. Termasuk tidak perlu mengadakan kegiatan upacara dan olahraga.

Lebih lanjut Jamal mengatakan, pagi ini pihaknya akan menggelar rapat dengan seluruh instansi terkait membahas perkembangan kualitas udara yang terus memburuk. Hasil rapat akan dijadikan acuan mengambil keputusan terkait kegiatan sekolah.

"Tunggu hasil rapat koordinasi keputisannya,' pinta Abdul Jamal.***(dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona
- Gajah TWA Buluh China Melahirkan
- PT SRL dan Tim Gabungan, serta Masyarakat Berjibaku Padamkan Karhutla di Desa Pekantua
- Polda Riau Himbau PKS Tak Ambil TBS Sawit dari TNTN
- Kebakaran Lahan Ancam Pemukiman Warga Pinggiran Pekanbaru
- Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Konsesi PT Arara Abadi
- Lahan PT Arara Abadi di Pelalawan Terbakar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com