Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

BMKG mengkonfirmasi memburuknya jarak pandang akibat kepekatan kabut asap. Meski demikian jadwal penerbangan belum terganggu.

Riauterkini-PEKANBARU-Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Bibin Sulistio Senin (26/8/19) memastikan kabut asap di Pekanbaru kian pekat. Kondisi tersebut sempat membuat jarak pandang di Pekanbaru hanya sejauh 1 kilometer.

"Selepas subuh hingga sekitar pukul 07.00 WIB, di Pekanbaru diselimuti kabut asap. Hal itu menyebabkan jarak pandang hanya sekitar satu kilometer," katanya.

Namun, tambahnya, kendati jarak pandang meningkat dan saat ini mencapai 1,5 Km, tetapi kabut yang saat ini masih nampak tebal adalah asap. Tingkat partikulatnya mencapai PM 10.

"Berpotensi terjadinya penurunan jarak pandang yang disebabkan oleh partikel kering seperti haze (udara kabur) dan asap," tambahnya.

Tentang jumlah tittik api, Bibin mengatakan bahwa dari 41 titik panas yang teroantau satelite terra qua BMKG, 27 diantaranya diduga kuat sebagai titik api. Titik titik api tersebuy adal di Bengkalis 12 titik, Pelalawan 5 titik dan Inhil 10.

Tentang potensi hujan, Bibin menjelaskan bahwa di beberapa daerah memang diperkirakan memiliki potensi hujan. Namun intensitasnya hanya ringan.

Sementara itu, meskipun jarak pandang sempat memburuk, hanya berkisar satu kilometer, namun hal itu tak berlangsung lama. Berangsung membaik, sehingga tak sampai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.***(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan
- Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis
- Tim BBKSDA Riau Evakuasi Beruang dari Bukit Timah, Dumai
- Beruang Keliaran di Bukit Timah Dumai
- Tenayan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com