Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 20 Pebruari 2020 21:42
Cegah Stunting Sejak Dini, Himpaudi dan Disdikbud Siak Gelar Sosialisasi

Kamis, 20 Pebruari 2020 21:35
Presiden Jokowi Dapat Paparan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Riau

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:57
Pemkab Siak Bersama KPP Pratama Pangkalan Kerinci Gelar Pekan Panutan Pajak

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:25
Bendahara PWI Bengkalis Mazwin Tutup Usia, Alfisnardo : "Kami Sangat Kehilangan"

Kamis, 20 Pebruari 2020 20:10
Gubri Hadiri Rakornas Investas 2020 di Jakarta

Kamis, 20 Pebruari 2020 18:25
Menteri Basuki Semangati Karyawan HKI di Proyek Tol Pekanbaru-Dumai

Kamis, 20 Pebruari 2020 18:01
Tiga Jari Nenek Putus, Tabrakan Avanza VS Superband di Lintas Timur Pangkalan Kuras

Kamis, 20 Pebruari 2020 17:53
Disambut Gubri, Presiden Jokowi Tiba di Pekanbaru

Kamis, 20 Pebruari 2020 16:54
DPRD Bengkalis Desak Pemkab Usulkan Perda RTRW Kabupaten

Kamis, 20 Pebruari 2020 16:24
Tim Safari Politik Husni Thamrin Lantik Puluhan Relawan di Ukui


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 26 Agustus 2019 08:22
Jadwal Penerbangan Normal, BMKG Pastikan Kabut Asap Kian Pekat

BMKG mengkonfirmasi memburuknya jarak pandang akibat kepekatan kabut asap. Meski demikian jadwal penerbangan belum terganggu.

Riauterkini-PEKANBARU-Forechaster BMKG Stamet Pekanbaru, Bibin Sulistio Senin (26/8/19) memastikan kabut asap di Pekanbaru kian pekat. Kondisi tersebut sempat membuat jarak pandang di Pekanbaru hanya sejauh 1 kilometer.

"Selepas subuh hingga sekitar pukul 07.00 WIB, di Pekanbaru diselimuti kabut asap. Hal itu menyebabkan jarak pandang hanya sekitar satu kilometer," katanya.

Namun, tambahnya, kendati jarak pandang meningkat dan saat ini mencapai 1,5 Km, tetapi kabut yang saat ini masih nampak tebal adalah asap. Tingkat partikulatnya mencapai PM 10.

"Berpotensi terjadinya penurunan jarak pandang yang disebabkan oleh partikel kering seperti haze (udara kabur) dan asap," tambahnya.

Tentang jumlah tittik api, Bibin mengatakan bahwa dari 41 titik panas yang teroantau satelite terra qua BMKG, 27 diantaranya diduga kuat sebagai titik api. Titik titik api tersebuy adal di Bengkalis 12 titik, Pelalawan 5 titik dan Inhil 10.

Tentang potensi hujan, Bibin menjelaskan bahwa di beberapa daerah memang diperkirakan memiliki potensi hujan. Namun intensitasnya hanya ringan.

Sementara itu, meskipun jarak pandang sempat memburuk, hanya berkisar satu kilometer, namun hal itu tak berlangsung lama. Berangsung membaik, sehingga tak sampai mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.***(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman di Kuansing Kebanjiran
- RPK PT Sari Lembah Subur Sukses Padamkan Karhutla di Tanjung Kuyo, Kerumutan
- Ditemukan Warga, Kucing Hutan Dirawat di Klinik Satwa BBKSDA
- LHP Bengkalis Minta Pemerintah Ada Skema Kelola Ekosistem Mangrove yang Libatkan Masyarakat
- Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Duri, Bengkalis Dikepung Banjir
- Kapolri Apresiasi Inovasi Polda Riau dan Forkopimda Riau Dalam Cegah dan Atasi Karhutla
- Dikeluhkan Masyarakat, Pengangkutan Material Jalan Tol Sebabkan Rawan Lakalantas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com