Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Januari 2020 23:35
Mubeslub Sempat Kisruh, Fajrul Akhirnya Terpilih Sebagai Ketua Ipmarohu Sumut 2020-2021

Ahad, 19 Januari 2020 22:18
Sebagai Kader, Murnis Mansyur Optimis Didukung Partai Golkar Maju Pilkada Rohul 2020

Ahad, 19 Januari 2020 21:43
MoU Bersama Gubri, Investor Singapura Kelola Stadion Utama

Ahad, 19 Januari 2020 21:35
Polres Rohul Pakai Aplikasi Lancang Kuning‎ dan Drone Mengantisipasi Karhutla

Ahad, 19 Januari 2020 21:05
Tinggalkan Ketua DPRD Riau,
Engah Eet Serius Maju Balon Bupati Bengkalis


Ahad, 19 Januari 2020 17:14
Cegah Karla, Polsek Bengkalis Lakukan Patroli ke Lahan-lahan Warga

Ahad, 19 Januari 2020 16:38
Tanpa Tersangka, Polres Inhu Dinginkan Lima Hektar Karhutla di Sekp Hilir

Sabtu, 18 Januari 2020 21:33
Dua Atlet Layar Bengkalis Ikuti Kejuaraan Internasional di Batam

Sabtu, 18 Januari 2020 20:41
The New Era of Gold,
Waktunya Beli Emas untuk Mereka yang Merencanakan Masa Depan


Sabtu, 18 Januari 2020 19:35
HUT ke-47, PDIP Bengkalis Gelar Istighosah Bersama


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 September 2019 09:34
Asap Kian Pekat, Jarak Pandang di Inhu Hanya 800 Meter

Kabut asap akibat kebakaran lahan kian pekat. Bahkan di Inhu jarak pandang hanya 800 meter.

Riauterkini-PEKANBARU- Kabut asap di Riau semakin pekat. Visibility atau jarak pandang di 3 kota di Riau kian terbatas.

Catatan BMKG Stamet Pekanbaru menyatakan Selasa pagi (10/9/19) jarak pamdang di Inhu hanya 800 meter, Pekanbaru hanya 1 Km, Pelelawan hanya 1,5 Km dan Dumai 3 Km.

Sementara, BMKG Stamet Pekanbaru juga mencatat ada 138 titik panas. 90 diantaranya diduga kuat sebagai titik api.

"90 titik dengan level confident berada di Bengkalis ada 2 titik, di Kampar ada 5 titik, di Pelalawan ada 18 titik, di Kuansing ada 3 titik, di Rokan Hilir ada 9 titik, di Indragiri Hilir ada 43 titik dan di Indragiri Hulu ada 10 titik," terang Kasi Data dan Informasi BMKG Stamet Pekanbaru, Marzuki.

Menurutnya, potensi curah hujan sangat minim. Tapi berpotensi jarak pandang yang menurun diakibatkan oleh kekaburan udara akibat partikel kering seperti asap dan haze.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polres Rohul Pakai Aplikasi Lancang Kuning‎ dan Drone Mengantisipasi Karhutla
- Tanpa Tersangka, Polres Inhu Dinginkan Lima Hektar Karhutla di Sekp Hilir
- Longsor, Pemukiman Warga Kampung Baru Timur, Kuansing Terancam Runtuh
- Tim Karlahut Padamkan Lahan Terbakar di GSK
- Upika Singingi, Kuansing Gotong-royong Bersihkan Fasum
- Eksekusi Lahan Gagal, PT Peputra Supra Jaya Kangkangi Keputusan MA
- Eksekusi Lahan PT PSJ Gagal, Ini Kata Penggiat Lingkungan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com