Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Januari 2020 19:54
Diparkir Bertahun-tahun, Mobil Milik Petani di Pekanbaru ini Tiba-tiba Terbakar

Jum’at, 24 Januari 2020 19:21
Jelang Pilkada Serentak, Ketua Bawaslu Beri Motovasi Panwascam Kuansing

Jum’at, 24 Januari 2020 19:12
LAM Riau Ajak IPK Bersinergi Jaga dan Bangun Daerah

Jum’at, 24 Januari 2020 18:09
Menpora Tinjau Stadion Utama Riau

Jum’at, 24 Januari 2020 18:03
Polda Riau Periksa 10 Korban Kapal Tenggelam di Dumai

Jum’at, 24 Januari 2020 16:58
Sabu 19 Kg Disita, Polres dan BC Bengkalis Ringkus Tiga Kurir Antar Provinsi

Jum’at, 24 Januari 2020 16:23
Januari 2020 Hampir Berakhir, Dinas PUPR dan Perkim Riau Belum Ajukan Dokumen Lelang Kegiatan di ULP

Jum’at, 24 Januari 2020 15:09
Target Naik 100 Persen, Baznas Apresiasi Bupati Bengkalis

Jum’at, 24 Januari 2020 10:49
Tunggu DPA OPD Siap, APBD Kuansing 2020 Bisa Digunakan

Jum’at, 24 Januari 2020 10:09
Musrenbang Perdana Kelurahan di Mandau, Air Bersih dan Insfrastruktur Jadi Usulan Prioritas


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 September 2019 18:21
Indikator ISPU, Kualitas Udara Lima Daerah di Riau Berbahaya

P3E Sumatera laporkan ISPU lima daerah di Riau mencatat status udara sudah berbahaya. Yakni Siak, Kampar, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.

Riauterkini - PEKANBARU - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di lima daerah di Riau dinyatakan berbahaya, kecuali Pekanbaru yang masih dalam kondisi tidak sehat.

Kelima daerah di Riau yang dinyatakan berbahaya tersebut yakni, Siak, Kampar, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis. Kelima daerah ini diberi warna hitam dengan Polutan Standar Indeks (PSI) di atas 300.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, Amral Fery, saat jumpa pers yang juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger serta Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir, di Kantor Gubernur Riau.

"Dari pemantauan ISPU sore ini pada pukul 15.00 WIB menunjukkan bahwa kualitas udara ambien Riau, terutama di lima daerah dalam kondisi berbahaya, kecuali Pekanbaru dalam kondisi tidak sehat," kata Amral, Kamis (12/9/19).

Kota Pekanbaru menurut Amral dinyatakan dalam kondisi tidak sehat, karena masih dibawah 200 PSI atau tepatnya 188 PSI. Nilai ini digolongkan kewarna kuning, sebelum masuk dalam warna merah atau sangat tidak sehat.

Meski begitu, Amral menyebutkan kusus pemantauan ISPU di Rumbai dinyatakan berbahaya. "Kalau di Pekanbaru Ada tiga alat pemantau ISPU, yakni milik KLHK dan DLHK Pekanbaru terpantau tidak sehat. Kalau ISPU di Rumbai masuk kategori berbahaya," jelas Amral.

Dengan kondisi ini tentunya menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan dalam mengeluarkan kebijakan sebagai tolak ukur. Amral bahkan, merekomendasikan ditetapkan status darurat pencemaran udara. ***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jalan Amblas di Jalir Prkanbaru-Lipat Kain, Polres Kampar Terapkan Buka-tutup
- Gajah TWA Buluh China Hamil
- Kembali Muncul Jejak Harimau di Tapung, BBKSDA Bentuk GPKS
- Beruang Madu Berkeliaran di Dumai, BBKSDA Riau Pasang Perangkap
- Kembali Dilanda Banjir, Petani Padi Kuansing Khawatir Gagal Panen lagi
- EoF: Peputra Supra Jaya Turut Hancurkan Hutan Riau
- Kapolda Riau Copot Kapolsek Teluk Meranti Diduga Akibat Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com