Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 Pebruari 2020 15:56
Sekdaprov Nyaris Celaka Saat Mengecek Ruangan Stadion Bola Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 15:19
Dikukuhkan, Gubri Minta Panitia Besar Purprov Riau X Kuansing Benahi Venue Olahraga

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:52
Gubri Tebar 200 Ribu Bibit Ikan Nilam di Danau Kebun Nopi Kuansing

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:51
Prihatin dengan Kondisi Bocah Penderita TBC di Tualang, DPP-LBLK Berikan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:23
Ringankan Korban Kebakaran di Tualang, DPD LHMR-RMB Siak Salurkan Bantuan

Ahad, 23 Pebruari 2020 10:19
Peringati HPN 2020, PWI Siak Siap Gelar Berbagai Kegiatan

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:38
Bengkalis Layak Jadi Kampung Zapin Melayu

Sabtu, 22 Pebruari 2020 22:29
M Sahril Topan Nakhodai DPP IKA UIR

Sabtu, 22 Pebruari 2020 19:27
Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis Warga Inggris dan Thailand

Sabtu, 22 Pebruari 2020 18:55
Kapal Pesiar Angkut Lima Warga Asing Terdampar di Pulau Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 12 September 2019 18:21
Indikator ISPU, Kualitas Udara Lima Daerah di Riau Berbahaya

P3E Sumatera laporkan ISPU lima daerah di Riau mencatat status udara sudah berbahaya. Yakni Siak, Kampar, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis.

Riauterkini - PEKANBARU - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di lima daerah di Riau dinyatakan berbahaya, kecuali Pekanbaru yang masih dalam kondisi tidak sehat.

Kelima daerah di Riau yang dinyatakan berbahaya tersebut yakni, Siak, Kampar, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis. Kelima daerah ini diberi warna hitam dengan Polutan Standar Indeks (PSI) di atas 300.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera, Amral Fery, saat jumpa pers yang juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger serta Kadiskes Riau Mimi Yuliani Nazir, di Kantor Gubernur Riau.

"Dari pemantauan ISPU sore ini pada pukul 15.00 WIB menunjukkan bahwa kualitas udara ambien Riau, terutama di lima daerah dalam kondisi berbahaya, kecuali Pekanbaru dalam kondisi tidak sehat," kata Amral, Kamis (12/9/19).

Kota Pekanbaru menurut Amral dinyatakan dalam kondisi tidak sehat, karena masih dibawah 200 PSI atau tepatnya 188 PSI. Nilai ini digolongkan kewarna kuning, sebelum masuk dalam warna merah atau sangat tidak sehat.

Meski begitu, Amral menyebutkan kusus pemantauan ISPU di Rumbai dinyatakan berbahaya. "Kalau di Pekanbaru Ada tiga alat pemantau ISPU, yakni milik KLHK dan DLHK Pekanbaru terpantau tidak sehat. Kalau ISPU di Rumbai masuk kategori berbahaya," jelas Amral.

Dengan kondisi ini tentunya menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan dalam mengeluarkan kebijakan sebagai tolak ukur. Amral bahkan, merekomendasikan ditetapkan status darurat pencemaran udara. ***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Polres Bengkalis Tanam 1.500 Batang Mangrove di Pesisir Pantai Pambang
- Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Pemukiman di Kuansing Kebanjiran
- RPK PT Sari Lembah Subur Sukses Padamkan Karhutla di Tanjung Kuyo, Kerumutan
- Ditemukan Warga, Kucing Hutan Dirawat di Klinik Satwa BBKSDA
- LHP Bengkalis Minta Pemerintah Ada Skema Kelola Ekosistem Mangrove yang Libatkan Masyarakat
- Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Duri, Bengkalis Dikepung Banjir
- Kapolri Apresiasi Inovasi Polda Riau dan Forkopimda Riau Dalam Cegah dan Atasi Karhutla


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com