Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 11 Juli 2020 14:19
Gubri Syamsuar Launching jualBuy.com, Startup Asli Lokal Riau

Sabtu, 11 Juli 2020 09:03
Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis

Sabtu, 11 Juli 2020 09:03
Penipu Modus BIN Gadungan Ditangkap Polda Riau

Jum’at, 10 Juli 2020 20:57
Jelang Pilkada, Tim Bawaslu RI Bahas Tangani Sengketa di Bawaslu Bengkalis

Jum’at, 10 Juli 2020 20:13
Peduli Covid - 19, PDAM TD Duri Bagikan Puluhan Westafel Darurat ke Rumah Ibadah

Jum’at, 10 Juli 2020 18:24
Polresta Pekanbaru Ringkus Duet Pengedar Narkoba Bersenjata Api

Jum’at, 10 Juli 2020 18:21
Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri

Jum’at, 10 Juli 2020 18:17
Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri

Jum’at, 10 Juli 2020 16:38
Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus

Jum’at, 10 Juli 2020 16:15
MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 September 2019 17:21
Ini Alasan Pemkab Rohul Belum Tetapkan Status Darurat Karlahut Sampai Saat Ini

Hingga saat ini Pemkab Rohul masih belum menetapkan status darurat karlahut. Padahal secara kasat mata kabut asap telah terlihat pekat.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Kondisi asap dampak Karlahut di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), secara kasat mata terkadang terlihat tipis dan pekat. Dan kondisi hari ini, Senin (16/9/2019), kabut asap kembali terlihat tipis.

Sebelumnya, Bupati Rokan Hulu H. Sukiman mengatakan di Kabupaten Rokan Hulu tidak lagi ditemukan titik api dalam beberapa hari terakhir. Ia memastikan, paparan asap di daerahnya merupakan kiriman dari daerah lain.

Sukiman berterima kasih kepada masyarakat. Ia menilai masyarakat Rokan Hulu sudah sadar, sehingga tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan atau membersihkan lahan, serta aksi pembakaran lain.

"Ini bukti, tetapi kita kedatangan asap kiriman dari daerah lain," jelas Sukiman, usai Paripurna di DPRD Rokan Hulu, Jumat (13/9/2019), dan mengaku Karlahut di Kabupaten Rokan Hulu masih status siaga.

Bupati Sukiman atasnama Pemkab Rokan Hulu mengimbau masyarakat, khususnya kepada anak-anak agar tidak bermain di luar rumah sementara waktu. Mengurangi penyakit dampak asap Karlahut, Pemkab bersama Kepolisian sendiri telah membagikan masker.

‎"Tentunya harapan kita harus terus dijaga tentang asap ini. Ini yang salah daerah lain," kata Bupati Sukiman, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu H. Abdul Haris S.Sos, M.Si.

Sementara, Sekdakab Rokan Hulu, Abdul Haris, mengatakan sampai saat ini Pemkab Rokan Hulu baru menetapkan status siaga Karlahut. Sesuai surat keputusan, status siaga dimulai Januari 2019 sampai Oktober 2019.

Hasil rapat penetapan status bersama instansi terkait, Jumat pekan lalu (13/9/2019), jelas Sekda, Pemkab Rokan Hulu tetap menunggu alat ukur pemantauan Kualitas Udara ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) dari provinsi, sebelum menetapkan status.

"Karena kita menetapkan status itu kan ada prosedurnya, jadi nanti setelah prosedurnya dilewati baru nanti pak Bupati menetapkan status," pungkas Sekdakab Rokan Hulu, dan mengaku‎ untuk status darurat tingkatan proses sedang dijalankan.‎***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis
- Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Kapolres Pelalawan Ajak Bersatu Menjaga Kampung
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Riau Luncurkan Program Gerakan Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK
- Satu Keluarga di Kuansing Positif Corona


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com