Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 27 Pebruari 2020 19:40
BUMDes Jangkang Sejahtera, Bantan Serahkan PAD ke Kas Desa Rp68,3 Juta

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:07
62,48 Persen Peserta Tes SKD CPNS Rohil Tidak Memenuhi Passing Grade

Kamis, 27 Pebruari 2020 18:03
Minat Kuliah Tamatan SMK di Rohil Tinggi, Namun Terkendala Biaya

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:51
Grand Launching, SIPEKA Dapat Dimanfaatkan Warga Inhu Saat Darurat

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:11
Acara Basolang Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Kuala Semuadam

Kamis, 27 Pebruari 2020 17:06
BI-Polda Riau Tandatangani Pedoman Kerja

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:29
Antisipasi Narkoba, Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:24
Mitsubishi Motors Kembali Pajang Mobil Unggulan di Living World Pekanbaru

Kamis, 27 Pebruari 2020 16:20
Warga Curhat Soal Parkir dan Sikap Petugas RSUD Mandau di Medsos

Kamis, 27 Pebruari 2020 15:48
Kirim Utusan, Syamsuar Orang Pertama Daftar Calon Ketua DPD Golkar Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 September 2019 11:23
Kekeringan Warga Pangean Kuansing Kesulitan Air Bersih

Kemarau panjang melanda Kuansing membuat sejumlah sumur kering. Warga mulai kesulitan air bersih.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kemarau panjang melanda Kuansing membuat sejumlah sumur kering. Warga mulai kesulitan air bersih.

Keadaan ini sudah dialami warga sejak beberapa bulan lalu, kekeringan ini juga diperparah tanpa hujan, sehingga stok air di dasar sumur habis terkuras karena hampir dipergunakan setiap saat.

Kondisi ini pun dirasakan Doris Maihadi, warga Desa Tanah Bekali Kecamatan Pangean, Kuansing, sumur di rumahnya saat ini sudah kering, terpaksa ia mengambil stok air bersih ke tempat lain.

"Sekarang kami meminjam mesin robin milik desa dan patungan membeli minyaknya secara bersama-sama agar bisa mendapatkan air di tempat lain," ujar Doris Sabtu (21/9/2019) pagi kepada wartawan.

Untuk memenuhi kebutahan air bersih ini menurut Doris ia mesti melansir dengan mobil untuk membawa galon dan jiregen yang sudah diisi air. Ini terpaksa ia lakukan supaya kebutuhan air bisa tercukupi untuk beberapa hari ke depan.

Sebab kalau tidak demikian, ia tidak sanggup setiap hari, karena ia juga harus menjalankan aktivitas lain terutama mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hari-hari.

"Kalau tiap hari tak mungkin, maka untuk memenuhi kebutuhan hari-hari saya meluangkan waktu untuk melansir air. Sehingga diwaktu lain saya bisa memanfaatkan untuk pekerjaan lain," ungkapnya.

Menurutnya, air bersih ini khsusus untuk pemenuhan minum, sedangkan mandi ia masih bisa ke sungai Kuantan, sebab air sungai masih bisa dimanfaatkan untuk mandi kalau untuk minum ia ragu sudah tercemar.

"Untuk mandi masih bisa, kalau untuk kebutuhan minum ya agak ragu, sebab sungai Kuantan sudah tercemar oleh aktivitas dompeng, terutama sebaran zak kimia air raksa yang berbahaya," kata Doris.

Doris berharap kondisi ini agar secepat mungkin berakhir, karena masyarakat saat ini sudah sangat kesulitan mendapatkan air berisih.

"Ya kita berharap kemarau ini bisa berakhir, agar masyarakat tidak lagi kesulitan air bersih, belum lagi penyakit yang akan dapat menyerang karena kondisi saat ini," tukas Doris.* (Jok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Temuan Tim BBKSDA Riau di Pangkalankuras, Bukan Jejak Harimau tapi Kucing Hutan
- Ada Harimau Melintas, BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Tol Muara Fajar
- Cek Kemunculan Dua Harimau, BBKSDA Riau Kirim Tim ke Kebun Sawit PT Bratasena
- Dua Harimau Muncul di Kebun Sawit, Warga Pangkalan Kuras Dihimbau Waspada
- Sorot Polusi, Demo Sesaat Empat Mahasiswa di Pangkalankerinci
- Bupati Kuansing Dampingi Gubri Tebar 2000 Bibit Ikan di Danau Kebun Nopi
- Polres Bengkalis Tanam 1.500 Batang Mangrove di Pesisir Pantai Pambang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com