Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 23 September 2019 10:50
Riau Darurat Asap, Pemko dan Pemkab Serta Perusahaan Diminta Bikin Posko Evakuasi

Gubri telah mengumumkan status Riau Darurat Asal. Selain Pemko dan Pemkab, perusahaan juga dihimbau dirikan Posko evakuasi.

Riauterkini - PEKANBARU - Surat Keputusan (SK) Penetapan Status Keadaan Darurat Pencemaran Udara hari ini segera dikirim ke pemerintah kabupaten kota, setelah ditandatangani Gubernur Riau H Syamsuar.

"Status Darurat pencemaran udara ini berlaku se Riau. Terhitung hari ini sampai 30 September. Selesai SK hari ini, langsung saya tandatangani, nanti segera disampaikan kepada bupati walikota," kata Gubri, di Media Center Karhutla, Jalan Gajah Mada, Senin (23/9/19).

Melalui SK tersebut, pemerintah kabupaten kota diminta membuat seperti yang dibuat Pemprov Riau. Seperti menyiapkan posko evakuasi.

"Nanti pemerintah daerah membuat seperti dibuat Pemprov Riau," jelas Gubri.

Penetapan status tersebut berlaku hingga 30 September mendatang. Jika keadaan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berbahaya, status akan diperpanjang.

"Status penetapan sampai 30 September, kalau masih berbahaya diperpanjang kembali,"

Selain itu, Pemprov Riau juga akan meminta bantuan kepada pihak perusahaan yang beroperasi di Riau. Perusahaan ini nantinya diminta menyiapkan tempat-tempat posko untuk mengevakuasi masyarakat akibat asap.

"Kita minta dukungan pihak perusahaan untuk membuat posko evakuasi, biasa perusahaan juga ada hall, tempat yang cukup untuk menampung masyatakat," ujar Gubri.***(mok)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan
- Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis
- Tim BBKSDA Riau Evakuasi Beruang dari Bukit Timah, Dumai
- Beruang Keliaran di Bukit Timah Dumai
- Tenayan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com