Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2020 23:32
Terharu Perjuangan Pengamen di Duri, Srikandi Masuri Pilih Anju Berbaju Lebaran

Selasa, 26 Mei 2020 21:14
Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh

Selasa, 26 Mei 2020 20:19
Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan

Selasa, 26 Mei 2020 20:05
Kembali Beraktifitas, Pemprov Riau Kembali Tegaskan Pentingnya Protokol Kesehatan

Selasa, 26 Mei 2020 19:43
Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia

Selasa, 26 Mei 2020 19:32
Dua Hari Terakhir Riau Nihil Tambahan Pasien Positif Covid-19

Selasa, 26 Mei 2020 17:24
Total Rp8,4 M, 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama

Selasa, 26 Mei 2020 16:58
Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan

Selasa, 26 Mei 2020 16:48
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Sapa Camat Se-Inhil Melalui Vidcon

Selasa, 26 Mei 2020 16:05
PSBB, Akses ke Pantai Indah Selatbaru, Bengkalis Ditutup Sementara


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 4 Oktober 2019 07:51
Minyak Kembali Tumpah, Pemko Dumai Harus Tegas pada PT IBP

Pemko Dumai didesak jatuhi sanki PT IBP. Kembali terjadi minyak perusahaan tersebut tumpah dan cemari perairan sekitar.

Riauterkini-DUMAI- Perusahaan pengolahan minyak mentah kelapa sawit, PT Inti Benua Perkasatama (IBP) di Kota Dumai mengalami kejadian tumpahan minyak.  

   Kejadian itu terjadi pada Kamis (3/9/19) pagi di kawasan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Dumai. Tumpahan minyak itu menutupi permukaan air di drainase dekat operasi PT IBP.  

   Humas PT Inti Benua Perkasatama, Sarmin tidak menampik adanya insiden tumpahan minyak tersebut. "Benar minyak tumpah 100 kg," jawabnya melalui pesan singkat whatsapp malam ini.  

   Dipertegas media ini terkait jumlah minyak yang tumpah, sebab sesuai informasi dilapangan jumlahnya cukup banyak, Sarmin mengatakan benar adanya. "Iya pak," jawabnya singkat.  

   Sementara pihak PT Pelindo Dumai Muhammad Syafei dikonfirmasi wartawan tidak mengetahui insiden tumpahan minyak dari perusahaan PT Inti Benua Perkasatama. "Sabar ya, saya cek dulu. Soalnya saya belum ada informasi," jawabnya.  

   Sedangkan pengamat lingkungan Tussofa berharap kepada pemerintah Kota Dumai melalui instansi terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang kerap mengalami insiden tumpahan minyak.  

   "Sanksi lingkungan harusnya dijalankan. Begitu juga dengan perusahaan yang menyewakan lahan. Jangan ambil untung saja, tapi dampak lingkungan juga harus diperhatikan," katanya terpisah.  

   Menurutnya, selama ini pemerintah daerah belum pernah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang lalai dalam menjalankan usahannya hingga mencemari lingkungan.  

   "Belum ada pemerintah daerah memberikan sanksi kepada perusahaan yang mengalami insiden tumpahan minyak. Coba sebutkan satu perusahaan yang mendapatkan sanksi tegas," tanya Tussofa. 

Sebagai data pendukung pasca tumpahan minyak terjadi, PT Inti Benua Perkasatama melakukan pembersihan dilokasi yang tercemar minyak tumpah dengan cara manual dan alat seadanya.*(had

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT AA
- Infeksi Saluran Pencernaan Kronis Tewaskan Gajah Kadang Kulim
- Kapal Sembako Tenggelam, Ribuan Bungkus Mie Instan Mengapung di Sungai Siak
- 2020, Pemkab Kuansing Usulkan Pembangunan 5 Jembatan Gantung ke Pusat
- Kawanan Gajah Santroni Rumah Janda di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com