Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Kamis, 4 Juni 2020 18:44
Ada Mobile Tunai BNI di Era New Normal

Kamis, 4 Juni 2020 17:51
Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah

Kamis, 4 Juni 2020 17:08
Smartfren Hadirkan Kartu Perdana 1ON+ Dengan Bonus Kuota Melimpah

Kamis, 4 Juni 2020 16:35
Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP

Kamis, 4 Juni 2020 16:17
Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS

Kamis, 4 Juni 2020 14:45
Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif

Kamis, 4 Juni 2020 13:53
Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri

Kamis, 4 Juni 2020 13:47
Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla

Kamis, 4 Juni 2020 13:43
Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis

Kamis, 4 Juni 2020 13:37
Kabupaten Inhu Siap Menyongsong New Normal


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 1 Nopember 2019 13:08
KLHK RI Gelar Sinergi Peran Laboratorium Dukung Early Warning System Bencana Lingkungan

Digelar sinergi peran laboratorium dalan mendukung Early Warning System bencana lingkungan. Ditaja KLHK RI.

Riauterkini-PEKANBARU- Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggelar Kegiatan Sinergi Peran Laboratorium dalam Mendukung Early Warning System Bencana Lingkungan. Acara digelar di salah satu hotel berbintang di Pekanbaru Jumat (1/11/19).

Hadir dalam kesempatan itu, beberapa narasumber. Salah satu diantaranya adalah Anggota DPR RI Abdul Wahid sebagai narasumber utusan dari komisi VII.

Anggota DPR RI Abdul Wahid menjelaskan tentang peran legislatif dalam pengelolaan dan pengendalian lingkungan. Menurutnya ada 3 peran penting legislatif dalam mendukung pengelolaan lingkungan. Salah satunya adalan fungsi legislasi yang sudah melahirkan UU 23 2014, fungsi Budgeting sudah pula dianggarkan kegiatan pengadaan laboratorium yg dapat berfungsi menjaga ekosistem melalui kegiatan mengukur standar pencemeran tanah dan air," paparnya.

lebih lanjut Abdul Wahid menjelaskan bahwa ekosistem harus dijaga keseimbangan dan kelestariannya, sebab berhubungan erat dengan kelangsungan hidup seluruh makhluk. Keberadaan laboratorium ini sangat kita harapkan peranya, terutama untuk mengendalikan berkembangnya industri yang tidak memcemarkan lingkungan.

" Peran yang lebih penting tentu semua pihak terkait harus bersinergi untuk menjaga lingkungan. teruma dari kegiatan mendukung tumbuh kembangnya industri-industri. tidak hanya meloloskan AMDAL semata, tetapi lebih penting itu adalah mengontrol secara berkala. Ini berkenaan dengan keberlangsungan hidup kita, jika tanah dan air tercemar maka kita juga akan terdampak. oleh karenanya keberadaan laboratoriun ini sangat kita harapkan perannya," terangnya.

Ia menambahkan, untuk memaksimalkan perannya sebagai anggota DPR yang juga memiki fungsi pengawasan, akan turut memantau baik secara langsung maupun melalui pengaduan konstituen terhadap kegiatan industri yang selama ini sudah beroperasi terutama yang berada dekat bantaran sungai.

" Kami akan memaksimalkan fungsi pengawan baik secara langsung maupun melalui pengaduan masyarakat berkenaan kegiatan-kegiatan industri yang ada, khususnya di bantaran sungai yang sangat rawan limbahnya akan mencemari lingkungan. saya juga berharap pemerintah daerah memaksimalkan kontrol dan pengendalian kegiatan industri tersebut secara ketat dan berkala," lanjutnya.*(H-we)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis
- Tim BBKSDA Riau Evakuasi Beruang dari Bukit Timah, Dumai
- Beruang Keliaran di Bukit Timah Dumai
- Tenayan Tertinggi Kasus DBD di Pekanbaru
- Sinar Mas Prihatin Harimau Sumatra Mati Terjerat di Area Konsesi PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT Arara Abadi
- Ditemukan Harimau Sumatera Mati Terjerat di Area PT AA


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com