Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 13 Desember 2019 15:58
Menangi DSSC 2019 di Jakarta, Gubri Terima Tim Hang Tuah SMKN I Pekanbaru

Jum’at, 13 Desember 2019 14:31
Rumah Warga Rupat, Bengkalis Ludes Terbakar

Jum’at, 13 Desember 2019 14:22
Mantan Kadis Pariwisata Riau Dikabarkan Meninggal Dunia

Jum’at, 13 Desember 2019 11:46
BI Gelar Pertemuan Tahunan

Jum’at, 13 Desember 2019 10:04
Terbentuk di Meranti, HNSI Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Nelayan

Jum’at, 13 Desember 2019 10:00
Resmikan Kantor Baru, Target RFB 2019 On The Track

Kamis, 12 Desember 2019 21:32
14 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Bengkalis Ikuti Tes Kompetensi

Kamis, 12 Desember 2019 21:29
Empat Warga Medan Diduga Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

Kamis, 12 Desember 2019 21:27
PUPR, TP4D dan Inspektorat Tinjau Hasil Pekerjaan Proyek di Pulau Bengkalis

Kamis, 12 Desember 2019 21:20
10 Ekor Sapi Warga Pelalawan Digasak Kawanan Maling Bersenpi


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 16:02
DKPP Dumai Kurang Respon Keluhan Keberadaan RPH Babi Ilegal Dekat Musholla

Sejumlah warga mengeluhkan keberdaan rumah potong babi ilegal dekat musholla. Sayangnya DKPP Dumai terkesan mengabaikannya.

Riauterkini-DUMAI- Pemotongan babi di Jalan Siliwangi RT 022, Kelurahan Jayamukti, Kecamatan Dumai Timur, tidak memiliki izin. Selain itu, limbah dari saluran air pembuangan pemotongan babi disinyalir turut mencemari lingkungan.  

   Warga setempat, Bapak Nasution mengatakan tempat pemotongan ilegal untuk babi itu terletak tidak jauh dari rumah ibadah atau Musholla umat muslim.  

   Aktivitas pemotongan ada beberapa lokasi, proses pemotongan dilakukan dengan cara sederhana dan tidak memproses limbahnya sebelum dibuang ke saluran.  

   "Limbah pemotongan hewan liar ini langsung dibuang ke saluran air. Makanya, kami meminta (tempat) pemotongan enggak berizin itu ditutup karena dekat pemukiman warga dan Musholla," ujarnya.  

   Mengenai RPH babi tak berizin tersebut, Bapak Nasution mengaku telah meyurati pihak terkait tapi tidak ada tindakkan baik dari tingkat keluruhan, kecamatan, Satpol PP, Dinas Lingkungan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai.  

   "Sudah 6 bulan surat yang ditanda tangani warga sepakat untuk menutup aktifitas pemotongan babi tersebut diberikan ke pihak terkait. Semua aktifitas RPH ada tempatnya, bukan di tempat pemukiman warga dan rumah ibadah," tegasnya.  

   Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Hadiyono dikonfirmasi mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Dinas DKPP tidak pernah memberikan izin tempat pemotongan babi di areal tersebut. Sudah kami kordinasi dengan camat dan pihak kelurahan," tulisnya melalui pesat WhatsApp telpon selulernya singkat.*(had)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jejak Harimau Kian Banyak Muncul di Ujung Jalan Riau
- Berencana ke Siak, Waspadai Kerusakan Jalan Provinsi di Sejumlah Titik
- Karyawan PT RAPP dan Warga Kelola Lahan Kosong Jadi Kebun
- BBKSDA Riau Benarkan Ada Jejak Harimau di Tambang
- Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah
- Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar
- Kader HMI 25 Daerah Peduli Lingkungan di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com