Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 20 Nopember 2019 16:53
Gerebek Sebuah Rumah di Tambusai Barat, Satres Narkoba Polres Rohul Berhasil Sita 17 Paket Sabu

Rabu, 20 Nopember 2019 16:19
Melalui FGD, Polres Rohul Mengajak Masyarakat Ikut Mengantisipasi Paham Radikalisme

Rabu, 20 Nopember 2019 14:37
572 Penderita TB, Bengkalis Dinilai Berhasil Lakukan Pengobatan Tertinggi di Riau 2018

Rabu, 20 Nopember 2019 10:45
Gubri Isyaratkan Pelantikan Jumat, Sekdaprov antara Yan Prana dan Said Syarifuddin

Rabu, 20 Nopember 2019 10:11
DPC PKB Kuansing Buka Penjaringan Bacalon Bupati 24 November

Rabu, 20 Nopember 2019 09:51
DPRD Terus Gesa Pembahasan RAPBD 2020

Rabu, 20 Nopember 2019 09:13
Bawaslu Rohul Tingkatkan SDM Lebih Profesional dan Hebat Menyongsong Pilkada 2020

Rabu, 20 Nopember 2019 08:54
Gubri Pastikan Jumat Ini Pelantikan Sekdaprov Definitif

Selasa, 19 Nopember 2019 23:06
Pemkab Buka Seleksi Calon Dirut dan Dewan Pengawas BPR Rohul, Berikut Persyaratannya

Selasa, 19 Nopember 2019 21:02
PKB dan PAN Bisa Jadi Koalisi,
Hafith Syukri dan Erizal Bersamaan Ambil Formulir Sebagai Balon Bupati di DPD PAN Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 7 Nopember 2019 16:02
DKPP Dumai Kurang Respon Keluhan Keberadaan RPH Babi Ilegal Dekat Musholla

Sejumlah warga mengeluhkan keberdaan rumah potong babi ilegal dekat musholla. Sayangnya DKPP Dumai terkesan mengabaikannya.

Riauterkini-DUMAI- Pemotongan babi di Jalan Siliwangi RT 022, Kelurahan Jayamukti, Kecamatan Dumai Timur, tidak memiliki izin. Selain itu, limbah dari saluran air pembuangan pemotongan babi disinyalir turut mencemari lingkungan.  

   Warga setempat, Bapak Nasution mengatakan tempat pemotongan ilegal untuk babi itu terletak tidak jauh dari rumah ibadah atau Musholla umat muslim.  

   Aktivitas pemotongan ada beberapa lokasi, proses pemotongan dilakukan dengan cara sederhana dan tidak memproses limbahnya sebelum dibuang ke saluran.  

   "Limbah pemotongan hewan liar ini langsung dibuang ke saluran air. Makanya, kami meminta (tempat) pemotongan enggak berizin itu ditutup karena dekat pemukiman warga dan Musholla," ujarnya.  

   Mengenai RPH babi tak berizin tersebut, Bapak Nasution mengaku telah meyurati pihak terkait tapi tidak ada tindakkan baik dari tingkat keluruhan, kecamatan, Satpol PP, Dinas Lingkungan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai.  

   "Sudah 6 bulan surat yang ditanda tangani warga sepakat untuk menutup aktifitas pemotongan babi tersebut diberikan ke pihak terkait. Semua aktifitas RPH ada tempatnya, bukan di tempat pemukiman warga dan rumah ibadah," tegasnya.  

   Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Dumai, Hadiyono dikonfirmasi mengatakan, sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Dinas DKPP tidak pernah memberikan izin tempat pemotongan babi di areal tersebut. Sudah kami kordinasi dengan camat dan pihak kelurahan," tulisnya melalui pesat WhatsApp telpon selulernya singkat.*(had)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Bangkai Gajah di HTI PT Arara Abadi Tanpa Gading
- Ditemukan, Gajah Sumatera Mati di HTI PT Arara Abadi
- Tanam 1000 Pohon, Bupati Mirsini Puji Anak Muda Kuansing
- PT Astra Agro Lestari Gelar Talk Show Gambut untuk Milenial
- Mirsal Gagas Kampung Biopori di Kelurahan Tangkerang Labuai
- Pengecoran Box Proyek Pemprov di Benai, Kuansing Tunggu Tanah Kering dan Kuat
- Kurang, Hanya 11 Persen Kawasan Lindung di Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com