Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 14 Desember 2019 07:22
Sanjayo Art Pertunjukan Pembuka Festival Teater Islam Dunia

Jum’at, 13 Desember 2019 20:40
Hadapi Pilkada, Bappeda Bengkalis Percepat Perencanaan TA 2021

Jum’at, 13 Desember 2019 20:29
173 Calon Panwascam Pilkada Bengkalis 2020 Ikuti Tes CAT dan Wawancara

Jum’at, 13 Desember 2019 20:16
Target Pertanian Bengkalis Maju, Mandiri dan Modern 2020

Jum’at, 13 Desember 2019 20:04
Diduga Bawa Narkoba Pelanggar Lulintas Mengaku Intel Polres Bengkalis, Diamankan Anggota Ditlantas Polda Riau

Jum’at, 13 Desember 2019 18:29
Dibawah Pimpinan Bupati Yopi Kunjungan Wisatawan ke Inhu Meningkat

Jum’at, 13 Desember 2019 18:21
Cerekas Gelar Uji Kompetensi dan Sertifikasi UMKM

Jum’at, 13 Desember 2019 18:20
Kasus Fidusia di Riau, Debetur Menang dari Leasing

Jum’at, 13 Desember 2019 15:58
Menangi DSSC 2019 di Jakarta, Gubri Terima Tim Hang Tuah SMKN I Pekanbaru

Jum’at, 13 Desember 2019 14:31
Rumah Warga Rupat, Bengkalis Ludes Terbakar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Nopember 2019 11:29
Mirsal Gagas Kampung Biopori di Kelurahan Tangkerang Labuai

Kesadaran menciptakan lingkungan sehat mendorong Mirsal. Warga Pekanbaru ini menggagas Kampung Biopoti di Tangkerang Labuai.

Riauterkini - PEKANBARU - Persoalan tumpukan sampah di Kota Pekanbaru masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga Kota Pekanbaru. Selain mengeluarkan bau yang menyengat tumpukan sampah juga menjadi penyebab utama banjir di Kota ini.

Melihat kondisi yang nyaris berlari-larut melanda Kota Pekanbaru, Mirsal salah seorang Kader Penggerak Kampung Berseri Asra Indah Madani Pekanbaru bersama warga Tangkerang Labuai mewujudkan Kampung Biopori untuk mengurai dan menanfaatkan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami bersama perangkat Kecamatan Bukit Raya Optimis bisa membuat sejuta lubang Biopori di Tangkerang Labuai. Dengan begitu persoalan sampah, genangan air (banjir) bisa teratasi," ungkap Pria yang akrab dipanggil Aceng ini kepada Riauterkini.com Selasa (12/11/2019).

Dijelaskannya, Kampung Biopori itu adalah kawasan yang masyarakat telah sadar dengan manfaat dari sampah, mereka secara bersama membuat lubang - lubang kecil dihalaman rumah untuk tempat pembuangan sampah organiknya. Sementara sampah plastik dipisahkan untuk ditabung di bank sampah.

"Sampah rumah tangga seperti sisa nasi, tulang ikan, sayur mayur dan sebagainya akan dimasukkan kesetiap lubang Biopori yang telah dibuat dan ini akan didaur ulang oleh alam. Setelah 40 hari ini akan menjadi kompos yang berfungsi untuk pupuk tanaman," papar Aceng lagi.

Saat ini, pihaknya telah membuat 300 lubang Biopori di RW 5 keluahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukitraya.

" InsyaAllah, tahun 2020 sejuta lubang Biopori sudah ada di seluruh wilayah Tangkerang Labuai, " singkatnya. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Jejak Harimau Kian Banyak Muncul di Ujung Jalan Riau
- Berencana ke Siak, Waspadai Kerusakan Jalan Provinsi di Sejumlah Titik
- Karyawan PT RAPP dan Warga Kelola Lahan Kosong Jadi Kebun
- BBKSDA Riau Benarkan Ada Jejak Harimau di Tambang
- Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah
- Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar
- Kader HMI 25 Daerah Peduli Lingkungan di Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com