Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 12 Juli 2020 21:41
Polres Bengkalis Ringkus Kurir Sabu di Pangkalan Jambi

Ahad, 12 Juli 2020 20:49
Amdal Masih Diproses, Investor Singapura Bakal Sulap Pantai Rupat Utara Jadi Kawasan Resort Wisata

Ahad, 12 Juli 2020 20:14
Golkar Dukung Adi Sukemi - M Rais Sah Maju Pilkada Pelalawan

Ahad, 12 Juli 2020 19:50
Pilkada Inhu, Golkar Rekomendasi Rezita Meylani-Junaidi Rahmat

Ahad, 12 Juli 2020 16:44
Hendak ke Banjarmasin, Saat Tes PCR Warga Inhil Justru Positif Covid-19

Ahad, 12 Juli 2020 14:23
Semester I, Dinas Perizinan Bengkalis Terbitkan 987 Izin dan Non Izin

Ahad, 12 Juli 2020 12:22
Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui Pelalawan Dimutasi

Sabtu, 11 Juli 2020 21:10
Belajar Pengelolaan Anggaran, DPRD Tanah Datar Sambangi DPRD Kota Pekanbaru

Sabtu, 11 Juli 2020 20:51
Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah

Sabtu, 11 Juli 2020 19:46
Tips Jadi Pemimpin yang Sukses,
VP PT CPI Bagi Ilmu di Seminar Virtual Migas Center



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Nopember 2019 11:29
Mirsal Gagas Kampung Biopori di Kelurahan Tangkerang Labuai

Kesadaran menciptakan lingkungan sehat mendorong Mirsal. Warga Pekanbaru ini menggagas Kampung Biopoti di Tangkerang Labuai.

Riauterkini - PEKANBARU - Persoalan tumpukan sampah di Kota Pekanbaru masih menjadi momok yang menakutkan bagi warga Kota Pekanbaru. Selain mengeluarkan bau yang menyengat tumpukan sampah juga menjadi penyebab utama banjir di Kota ini.

Melihat kondisi yang nyaris berlari-larut melanda Kota Pekanbaru, Mirsal salah seorang Kader Penggerak Kampung Berseri Asra Indah Madani Pekanbaru bersama warga Tangkerang Labuai mewujudkan Kampung Biopori untuk mengurai dan menanfaatkan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami bersama perangkat Kecamatan Bukit Raya Optimis bisa membuat sejuta lubang Biopori di Tangkerang Labuai. Dengan begitu persoalan sampah, genangan air (banjir) bisa teratasi," ungkap Pria yang akrab dipanggil Aceng ini kepada Riauterkini.com Selasa (12/11/2019).

Dijelaskannya, Kampung Biopori itu adalah kawasan yang masyarakat telah sadar dengan manfaat dari sampah, mereka secara bersama membuat lubang - lubang kecil dihalaman rumah untuk tempat pembuangan sampah organiknya. Sementara sampah plastik dipisahkan untuk ditabung di bank sampah.

"Sampah rumah tangga seperti sisa nasi, tulang ikan, sayur mayur dan sebagainya akan dimasukkan kesetiap lubang Biopori yang telah dibuat dan ini akan didaur ulang oleh alam. Setelah 40 hari ini akan menjadi kompos yang berfungsi untuk pupuk tanaman," papar Aceng lagi.

Saat ini, pihaknya telah membuat 300 lubang Biopori di RW 5 keluahan Tangkerang Labuai Kecamatan Bukitraya.

" InsyaAllah, tahun 2020 sejuta lubang Biopori sudah ada di seluruh wilayah Tangkerang Labuai, " singkatnya. (dan)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Desa Lahang Baru Inhil Lakukan Tanam Sela Kaliandra Merah
- Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis
- Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri
- Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara
- Kapolres Pelalawan Ajak Bersatu Menjaga Kampung
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polda Riau Luncurkan Program Gerakan Jaga Kampung
- Bupati Kuansing Tandatangani MoU Tambang Bebas Mercury dengan Kemen LHK


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com